Selamat datang di KINGKONGBET.COM, dapatkan cashback sd 10 %, referall sd 10%, dan berbagai promo menarik lainnya.

Seberapa Pantas Indonesia Ikut Tampil dalam Pemilihan Kandidat Tuan Rumah Piala Dunia?

Seberapa Pantas Indonesia Ikut Tampil dalam Pemilihan Kandidat Tuan Rumah Piala Dunia

Jika dilihat menjadi negara tuan rumah Piala Dunia merupakan kebangaan tersendiri. Secara tak langsung popularitas negara menjadi meningkat dan terkenal di seluruh dunia. Bahkan dapat membantu mengembangkan berbagai macam aspek pemerintahan, seperti ekonomi, politik, sosial, dan sektor pariwisata. Selain itu juga memudahkan negara tersebut jika ingin menjalin kerjasama dengan pihak lain yang punya kekuatan besar.

Contohnya saja seperti Rusia dimana telah mengalami hal serupa karena berhasil memenangkan pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 periode ke-21. Terlebih lagi cara terpilihnya melalui dua kali voting sehingga dapat dikatakan menang dengan murni. Meskipun pada waktu itu sempat terjadi skandal isu suap oleh Rusia terhadap beberapa anggota komite FIFA yang kemudian lewat hasil investigasi tidak ditemukan bukti kuat. Dengan begitu FIFA dianggar bebas dan Rusia diresmikan sebagai tuan rumah secara resmi tanpa terkecuali.

Sejak tanggal 2 Desember 2010 silam, negara Beruang Putih telah menduduki jabatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018. Bahkan dari situ pula sudah ada berbagai macam keuntungan dirasakan sampai detik ini dimana pertandingan sudah berjalan setengah bulan. Yang paling kentara yaitu mengenai kenaikan pendapatan negara melalui bidang ekonomi. Hal ini dikarenakan banyaknya turis atau warga pendatang baru yang ingin berkunjung sekaligus menyaksikan Piala Dunia secara langsung. Tentunya mereka tak hanya menghabiskan satu haru demi menonton saja namun juga melakukan berbagai macam kegiatan ataupun keperluan lainnya. Dengan begitu para wisatawan memerlukan penginapan atau hotel, membeli perlengkapan pribadinya, makanan, bahkan merchandise khas Rusia serta Piala Dunia. Momen tersebut dimanfaatkan pemerintah negara bersama para rakyat untuk mencari keuntungan, misalnya dengan berjualan di sepanjang stadion, menawarkan paket wisata, promo tour, dan sebagainya. Hal ini juga dapat mendukung promosi dalam sektor pariwisata Rusia.

Indonesia Mengaku Sanggup Gantikan Qatar

Sebagian besar orang berfikir apabila negara-negara kandidat tuan rumah turnamen World Cup sudah pasti kaya raya. Bukan hanya mempunyai aset negara besar saja melainkan juga fasilitas publik yang memadai, mulai dari infrastruktur, pembangunan properti, stadion olahraga standar internasional dan lain sebagainya. Lalu bagaimana dengan Indonesia, bisakah tanah air kita turut mendaftarkan diri menjadi kandidat tuan rumah?
Pertanyaan tersebut rupanya masih menjadi rahasia yang belum terpecahkan bahkan sampai sekarang.

Pemerintahan bahkan tiap masyarakat juga hafal bagaimana kondisi dalam negara sehingga mampu memperkirakan hal tersebut. Mengingat Indonesia masih menjadi negara berkembang dimana cukup kesulitan memenuhi standar serta syarat dari FIFA smaka sampai sekarang belum pernah sama sekali menjadi kandidat tuan rumah Piala Dunia. akan tetapi beberapa tahun lalu Menteri Pemuda dan Olahraga atau Menpora, Roy Suryo Notodiprojo sempat mengatakan jika Tanah Air sanggup mengadakan turnamen bergengsi tersebut. Bahkan ia sempat menambahkan secara tegas apabila mempunyai peluang menggantikan Qatar pada ajang Piala Dunia 2022 mendatang.

Adanya argumen tersebut bukannya secara asal dikeluarkan namun karena turut mempertimbangkan kondisi yang saat itu sedang berkecamuk. Qatar selaku pemenang tuan rumah Piala Dunia 2022 sedang dilanda skandal suap sehingga muncul kabar jika posisi tersebut bakal dicabut atau dibatalkan. Pihak FIFA tak mau ambil resiko sehingga permasalahan mengenai kasus suap masih dipertimbangkan secara matang sambil menanti hasil investigasi. Roy kemudian menambahkan lagi jika Indonesia kesulitan jika menjadi tuan rumah tiunggal karena permasalahan dana. Salah satu kendala adalah setiap tuan rumah harus menyediakan 20 stadion internasional dengan fasilitas lengkap selama pertandingan Piala Dunia berlangsung selama stau buan. Oleh sebab itu, Indonesia mengajak dua negara sahabat ASEAN untuk bekerjasama yaitu Thailand dan Vietnam.

Sudah Pantaskah Indonesia Turut Serta Jadi Tuan Rumah?

Pendapat dari Menpora sendiri tidak bisa dijadikan sebuah patokan utama karena ada begitu banyak pertimbangan. Tak bisa dipungkiri jika banyak orang menanyakan soal kepantasan Indonesia menjadi negara tuan rumah Piala Dunia 2022. Mengingat begitu banyak syarat harus dipenuhi, misalnya saja stadion megah, uang pajak FIFA, pembangunan negara, infrastruktur, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah beberapa analisis singkat mengenai pantas tidaknya Indonesia menjadi tuan rumah!

  1. Kualitas Stadion
    Hal paling utama dipikirkan adalah mengenai kualitas dari turf dan seats di dalam stadion. Sebagai masyarakat, kita semua pasti sudah tau bagaimana kondisi stadion sepak bola Indonesia dimana masih belum tertata rapi dan bagus. Disamping itu juga ruangannya masih terbuka sehingga terkena panas matahari serta guyuran air hujan. Hal ini juga meliputi fasilitas lain seperti kursi para penonton turnamen dimana dianggap masih sedikit, belum memenuhi standar dan pelayanannya kurang memuaskan. Misalnya saja tidak ada pembagian antara baris kursi reguler, VIP dan VVIP.
  2. Sarana Transportasi
    Kedua setelah membahas stadion yaitu bidang transportasi yang meliputi tempat maupun armadanya. Ini juga tergolong sangat penting karena para negara peserta Piala Dunia akan sangat dimudahkan sekali selama turnamen jika Indonesia mempunyai bandara atau stasiun berstandar internasional untuk berpindah dari lokasi pertandingan satu ke lainnya. Dengan begitu pemerintah harus mulai memikirkan apa saja jenis transportasi yang nantinya akan diberikan kepada para peserta tersebut. Belum lagi ketika para wisatawan dan penonton internasional turut datang ke negara tuan rumah sehingga memadati jalur transportasi tersebut.
  3. Sarana dan Media Broadcaster
    Indonesia paling tidak harus menyediakan fasilitas bagi media massa, jurnalis dan penunjang media broadcaster untuk menyampaikan berbagai macam berita seputar Piala Dunia secara langsung ataupun tidak. Beberapa stasiun TV terkemuka pasti turut hadir seperti Eurosport, ESPN, Canal+ dan scebagainya. Dengan begitu negara tuan rumah membutuhkan aneka macam fasilitas seperti koneksi internet cepat antara 50 sampai 100 mbps di sekitar stadion agar mereka dapat mengirimkan berita ke seluruh dunia secara cepat.
  4. Tempat Latihan Peserta
    Para peserta Piala Dunia dari berbagai negara tidak mungkin akan tiba di negara tuan rumah di hari turnamen. Mereka biasanya sudah stand by beberapa hari atau bahkan minggu sebelum jadwal permainan dimulai. Selama menunggu giliran bertanding maka tim nasional suatu negara akan melakukan latihan secara rutin untuk memaksimalkan penampilan. Indonesia juga wajib menyediakan camp dan training ground atau area berlatih bagi mereka dengan fasilitas yang lengkap juga.
  5. Memaksimalkan Kualitas Tim Nasional
    Tim nasional Indonesia sudah sangat bagus namun belum cukup setara dengan para pemain kelas kakap Eropa ataupun Amerika. Hal ini dibuktikan dengan masuknya timnas kita di urutan 157 di seluruh dunia sehingga kurang meyakinkan untuk berlaga dengan negara kuat lainnya. Apalagi FIFA jelas tak ingin menyelenggarakan pertandingan sekelas Piala Dunia di negara yang belum mempunyai pengalaman sama sekali.

Jadi bisa kita simpulkan sendiri bagaimana peluang bagi Indonesia jika ingin menjadi tuan rumah Piala Dunia bukan? Bukannya tidak mungkin namun nampaknya perjalanan menuju kesana masih sangat panjang. Mengingat Indonesia harus lebih fokus membangun negeri dan mengayomi rakyatnya. Padahal untuk menjadi seorang tuan rumah World Cup maka modal yang dikeluarkan tidaklah sedikit, misalnya saja Rusia menghabiskan sekitar 11,8 miyar dollar AS setara dengan ratusan triliun rupiah. Bagaimana, sangat mengejutkan bukan?