Selamat datang di KINGKONGBET.COM, dapatkan cashback sd 10 %, referall sd 10%, dan berbagai promo menarik lainnya.

Indonesia Berpeluang Menjadi Kandidat Tuan Rumah FIFA World Cup 2034, Benarkah Demikian?

Indonesia Berpeluang Menjadi Kandidat Tuan Rumah FIFA World Cup 2034, Benarkah Demikian

Kini yang menggelar perhelatan bergengsi Piala Dunia 2018 adalah Rusia yang sebenarnya telah dipilih sejak sembilan tahun lalu. Negara tersebut melalui tahapan panjang bahkan sempat mengalami berbagai macam kejadian tak enak. Setelah Presiden FIFA mengumumkan pemenang voting pada tanggal 2 Desember 2010 lalu, muncul sebuah skandal besar. Rusia dituding menggunakan cara tak tidak fair dalam proses bidding atau pengambilan suara. Kabarnya beberapa komite FIFA yang bertanggung jawab terhadap jalannya turnamen Piala Dunia 2018 telah mendapatkan uang suap agar negara tersebut berhasil menang. Ditambah lagi pemilihan tersebut diselenggarakan di waktu yang sama dengan Piala Dunia 2022 dimana Qatar keluar sebagai pemenang.

Karena tak ingin memperburuk keadaan maka FIFA angkat bicara dan mengadakan investigasi. Hasil laporan telah dibuat dan langsung diserahkan kepada badan khusus yang menangani kasus tersebut. Mantan pengacara kondang dari AS sengaja tidak mempublikasikan laporan investigasi karena dapat melanggar kode etik. Setelah itu FIFA dinyatakan bebas dan Rusia tetap menjadi tuan rumah di tahun 2018.

Melihat begitu besarnya ambisi beberapa negara untuk menyandang jabatan tuan rumah Piala Dunia makin membuat masyarakat penasaran. Terutama mengenai apa saja keuntungan dari posisi tersebut bagi negara yang bersangkutan? Pastinya sudah bukan rahasia umum lagi jika ada unsur politik dan bisnis di baliknya dimana menjadi kesempatan emas bagi pihak-pihak tertentu untuk mencapai tujuannya masing-masing. Tak terkecuali Rusia yang sampai sekarang mendapatkan keuntungan karena berhasil menyelenggarakan Piala Dunia. Tidak heran apabila negara lain tergiur dengan peluang emas tersebut dan kemudian turut mendaftarkan diri sebagai kandidat di periode lain, salah satunya seperti Indonesia.

Indonesia berencana Ikut Pemilihan Tuan Rumah Piala Dunia

Siapa yang tak ingin menuai popularitas skaligus keuntungan menjadi tuan rumah dalam Piala Dunia? Terdapat kabar bila Indonesia mempunyai rencana turut serta dalam pemilihan kandidat negara tuan rumah untuk Piala Dunia tahun 2034 mendatang. Meskipun masih sangat lama namun hal tersebut dapat dipersiapkan mulai dari sekarang agar segala sesuatunya berjalan lebih lancar. Meskipun keputusan tersebut juga dapat menguntungkan negara namun beberapa pihak menganggapnya sebagai pemikiran nekat mengikuti bidding Piala Dunia.
Seperti yang sudah semua orang ketahui jika tidaklah mudah mengikuti tahapan pemilihan tuan rumah World Cup. Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA memberikan berbagai macam syarat khusus bagi negara yang ingin menjadi tuan rumah, diantaranya harus membayarkan sejumlah pajak pada pihak tersebut, mempunyai stadion taraf internasional sebanyak 20 bangunan, infrasturtur negara yang bagus, fasilitas memadai dan lain sebagainya. Tentunya bukan menjadi hal mudah bagi Indonesia mengingat kondisi perekonomian masih labil serta pembangunan berjalan kurang lancar bahkan sering tersendat.

Masih Mempunyai Peluang Besar

Bukan suatu hal yang salah apabila Indonesia berniat mendaftarkan diri sebagai negara kandidat. Kenyataannya memang keadaan negara bisa dibilang kurang layak untuk menggelar turnamen bergengsi Piala Dunia. Akan tetapi setidaknya masih ada waktu puluhan tahun lagi sehingga Indonesia dapat mempersiapkan segalanya sejak awal. Jika ditimbang ulang ternyata Tah Air masih mempunyai peluang besar mengikuti bidding tersebut dan menjadi tuan rumah selanjutnya pada tahun 2034. Adapun beberapa alasannya yaitu sebagai berikut:

  1. Banyak Penggemar Sepak Bola
    Bagaimana mugkin menyelenggarakan pertandingan bola jika negara tersebut tidak menyukai jenis olahraganya. Sebagian besar atau bahkan hampir semua warga Indonesia begitu mencintai sepak bola bahkan terdapat tim di tiap kota atau provinsi masing-masing. Mulai dari Sabang sampai Merauke ramai dipenuhi
  2. Masih Punya Banyak Waktu
    Alasan lain mengapa Indonesia layak dan berkesempatan jadi tuan rumah adalah karena waktunya masih panjang. Mulai dari 2018 sampai 2034, berarti setidaknya negara dapat melakukan pembenahan dan penataan lagi selama 16 tahun agar mampu memenuhi standar FIFA. Salah satunya yaitu memperbaiki infrastruktur, membangun stadion secara perlahan, menambah fasilitas, dan bidang transportasi.
  3. Indonesia Unggulkan Sektor Wisata
    Meskipun tidak ada hubungannya dengan Piala Dunia namun sektor wisata mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi negara lain. Tidak menutup kemungkinan apabila negara-negara anggota FIFA akan lebih memilih Indonesia dalam bidding karena tertarik akan kekayaan wisata di dalamnya.
  4. Saingannya Makin Sedikit
    Bukan rahasia lagi jika negara kita selalu berselisih dengan negara tetangga yaitu Malaysia. Selain itu Singapura juga seringkali menjadi ancaman besar karena meskipun wilayahnya kecil namun negara tersebut sangatlah maju. Kabar gembira datang ketika kedua negara tetangga tersebut memutuskan menarik diri dari pemilihan Piala Dunia tahun 2034 mendatang. Adapun alasannya karena warga Singapura kurang antusias terhadap ajang bergengsi tersebut. Sementara itu Malaysia mempunyai alasan lain dimana pemerintahannya merasa kecewa terhadap sikap AFC yang menolak pembagian grup dalam acara SEA Games 2017 kemarin. Karena dua negara pesaing sudah mengundurkan diri maka meciptakan sebuah kesempatan besar bagi Indonesia untuk terus melajut ke proses bidding.
  5. Dapat Bantuan dari Thailand
    Salahs atu negara sahabat yang termasuk juga dalam kawasan ASEAN yaitu Thailand memberikan bantuan kepada Indonesia. Pemerintah begitu sadar jika Indonesia tidak mungkin menjadi tuan rumah tunggal dan menanggung beban modal sendirian. Oleh sebab itulah Thailand menawarkan bantuan untuk bergabung menjadi tuan rumah bersama Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Presiden FAT atau Asosiasi Sepak Bola Thailand, Somyot Poompunmuang dimana pihak mereka setuju dan bersedia menjadi partner Indonesia untuk maju ke pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2034. Dukungan juga datang dari Dato Sri Azzuddin Ahmad, Presiden AFF atau Federasi Sepak Bola Asia tenggara. Ia mengatakan apabila kedua negara yaitu Indonesia dan Thailand mampu berkerjasama untuk menjadi tempat turnamen Piala Dunia.
  6. Dukungan dari FIFA
    Selaku panitia sekaligus penyelenggara Piala Dunia, FIFA memberikan dukungan kepada Indonesia dan Thailand. Salah satu anggota Dewan dari FIFA yaitu Tengku Abdullah menanggapi kabar tersebut dengan komentar positif. Ia sangat yakin apabila kedua negara dapat bersatu untuk memenangkan bidding. Sudah waktunya jika Piala Dunia 2034 diselenggarakan di kawasan Asia Tenggara karena sebelumnya belum pernah sama sekali.

Masuknya Indonesia dalam kandidat pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2034 sangat diharapkan masyarakat. Terlebih lagi setelah mengetahui jika rencana tersebut mendapatkan dukungan dari berbagai pihak terkuat seperti Thailand, AFF bahkan FIFA sekalipun. Apabila mimpi tersebut berhasil terwujud maka akan menjadi cambuk bagi pemerintahan Indonesia supaya lebih gencar lagi dalam membenahi negara, mulai dari mensejahterakan rakyat, meningkatkan pembangunan ke arah yang lebih baik dan fasilitas memadai lainnya. Dengan begitu ketika momen Piala Dunia selesai maka masih ada warisan setelahnya yang mampu mendatangkan manfaat serta keuntungan bagi Indonesia.