Berita Bola

Cristiano Ronaldo pindah dari real madrid bukan karena uang??

Juventus telah resmi mengontrak Cristiano Ronaldo selama 4 tahun hingga tahun 2022 dengan mahar 100 juta euro atau sekitar 1,6 triliun rupiah. Pemain terbaik di real madrid ini telah sembilan musim membela Real Madrid. Bersama Madrid, penyerang usia 33 tahun ini sukses meraih empat gelar Liga Champions dan dua gelar Liga Spanyol.

Usai dipastikan pindah ke Juventus, Cristiano Ronaldo menuliskan curahan hatinya terkait keputusanya untuk meninggalkan Los Blancos.

“aku sangat bersyukur untuk klub ini dan untuk kota ini (Madrid),” ujar Ronaldo.
“Saya hanya bisa berterima kasih kepada mereka semua atas cinta dan kasih sayang yang telah saya terima. Namun, saya percaya bahwa sudah waktunya untuk membuka tahap baru dalam hidup saya dan itulah mengapa saya meminta klub untuk menerima transfer saya,” tuturnya.
“Saya merasa seperti itu dan saya meminta semua orang, dan terutama pendukung saya untuk memahami saya. ”

Di klub barunya Juventus, Gaji yang akan diterimanya adalah 500 ribu euro per minggu atau setara 30 juta euro per musim atau sekitar Rp 9,5 miliar rupiah. Jumlah ini lebih besar dari yang ia terima di Real Madrid dimana Ronaldo digaji hanya 26 juta euro per musim.

Namun bukan uang yang disinyalir menjadi motivasi Ronaldo pindah ke Turin.

Pasalnya, Real Madrid belum lama ini juga menawari Ronaldo perpanjangan kontrak tiga tahun dengan nilai gaji yang sama, namun Ronaldo menolaknya. apalagi dari penghasilan iklan lebih banyak di madrid yang notabene lebih banyak fans nya daripada juventus.

jadi, mengapa ronaldo pergi dari real madrid?
beberapa ini alasan yang mungkin menjadi alasan mengapa ronaldo rela pindah dari real madrid.

1. Hubungan buruk dengan Presiden Klub

Jurnalis media ESPN, Gabriele menyatakan bahwa hubungan buruk dengan presiden klub, Florentino Perez disinyalir menjadi alasan utama kepindahan Ronaldo. Keretakan ini semakin besar setelah Florentino Perez terang-terangan mengatakan ingin mendatangkan Neymar ke Real Madrid.

2. Kecewa dengan klub
Insiden ketika Ronaldo menerima hukuman 5x larangan bermain setelah kedapatan mendorong wasit. Ronaldo dikabarkan sangat kecewa karena klub tidak banyak bertindak untuk melakukan banding atas keputusan itu.

terdengar kabar juga desas desus bahwa ronaldo tidak masuk dalam skema impian sang pelatih baru real madrid, yaitu Julen Lopetegui.

3. Merasa tak dihargai
Ronaldo sepertinya tidak senang mengetahui gaji nya di real madrid lebih rendah daripada gaji messi di barcelona dan neymar di PSG. pemain usia kepala tiga ini pernah meminta kenaikan gaji, namun klub menolaknya. Ronaldo merasa tidak dihargai oleh klub nya sendiri. ronaldo sendiri sudah membantu torehkan 450 gol, 4 piala Liga Champions, dan 2 trofi La Liga bagi Real Madrid

Alasan Kenapa Rusia Layak Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2018

Alasan Kenapa Rusia Layak Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2018

Berita tentang Piala Dunia 2018 kini sedang ramai dicari masyarakat di seluruh dunia. Ada yang ingin mengetahui perolehan hasil pertandingan dua negara, informasi terbaru, fakta unik dan lain sebagainya. Kabarnya, periode turnamen kali ini mengundang simpati banyak orang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bukan hanya karena diikuti oleh tim nasional terkuat saja melainkan terdapat beberapa pemain legendaris terkenal, sebut saja seperti Ronaldo, Neymar dan Messi dimana ketiganya membela timnas masing-masing.

Kemudian yang tak kalah menarik yaitu terpilihnya Rusia sebagai tuan rumah selama Piala Dunia 2018. Bahkan hal tersebut sebenarnya telah diresmikan sejak sembilan tahun lalu tepatnya pada tahun 2010. Sempat terjadi kejadian mengejutkan serta pro kontra atas penetapan negara tersebut menjadi tempat penyelenggaraan pertandingan tingkat dunia. Namun pada akhirnya dapat diselesaikan dengan baik dan prosesnya berlanjut sampai sekarang.

Rusia Telah Dua Kali Menang Voting

Bukan seperti negara Uruguay yang dulu pernah menyandang gelar yang sama sebagai tuan rumah Piala Dunia periode pertama di tahun 1930. Negara itu langsung dipilih sendiri oleh pihak Federasi Sepak Bola Dunia atau FIFA karena pada saat itu baru terbentuk dan kebijakannya juga belum tetap, terutama mengenai cara penetapan tuan rumah turnamen. Lagipula alasan Uruguay terpilih bukan secara sembarangan tetapi memperhitungkan dua hal penting. Pertama, negara tersebut sudah menerima gelar sebagai juara utama tim sepak bola kemudian yang kedua karena tahun 1930 bertepatan dengan perayaan keseratus tahun kemerdekaanya. Hal itulah yang membuat FIFA meminta Uruguay untuk menyediakan tempat bagi pertandingan yang berlangsung selama satu bulan penuh tersebut.

Sementara itu, Rusia menang dalam pemilihan suara yang diikuti oleh seluruh anggota FIFA. Negara ini melawan enam kandidat lain diantaranya ada Inggris, Spanyol, Belanda dan lainnya yang turut mendaftar. Pada putaran pertama Rusia unggul 9 suara sehingga keluar sebagai pemenang. Bahkan yang pertama kali tidak lolos adalah negara Inggris karena hanya mendapatkan 2 suara saja. Meskipun telah mendapatkan nilai tertinggi ternyata masih belim mencukupi dimana kurang 50% suara untuk melengkapi keseluruhan hasil. Kemudian muncul isu jika pada saat itu negara Beruang Putih melakukan skandal suap agar bisa lebih unggul dari lainnya. Akhirnya diadakan voting ulang akan tetapi Rusia kembali menang dengan perolehan skor 6 suara. Setelah tahapan cukup panjang disertai pro kontra, ditetapkan jika negara tersebut resmi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018.

Sempat Terjadi Masalah dan Kecaman

Tahukah Anda apabila sempat muncul skandal mengejutkan mengenai negara Rusia ketika diputuskan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018? Adanya dugaan apabila negara ini ternyata mendapatkan izin dan hak sebagai tuan rumah didapatkan melalui cara kotor. Beberapa petinggi pemerintahan dicurigai melakukan tindakan suap terhadap anggota penting dalam Komite Eksekutif Asosiasi FIFA. Kabarnya lagi yang mendapatkan uang suap tersebut merupakan pihak berhubungan langsung dengan proses penentuan tuan rumah Piala Dunia. Berita ini sebenarnya sudah tersebar luas dan langsung mendapatkan tanggapan kritikus bahkan masyarakat dunia.

Asumsi tersebut muncul dikarenakan pemilihan tuan rumah tahun 2018 diselenggarakan di waktu yang sama dengan Piala Dunia 2022. Sementara itu untuk periode 2022 dimenangkan oleh Qatar dimana juga dianggap bekerjasama dengan pemerintahan Rusia untuk memenangkan voting. Menanggapi adanya tuduhan tersebut FIFA turun tangan dan memberikan sebuah klarifikasi. Bahkan diadakan investigasi panjang yang dilakukan sejak tahun 2012, dipimpin oleh Michael Gracia selaku mantan pengacara kondang asal Amerika Serikat. Setelah hasilnya keluar, Gracia sendiri malah tidak mengungkapkannya di forum umum karena dapat melanggar kode etik. Dalam hal ini semua laporan investigasi tersebut dikirimkan ke badan penyelesaian.

Sebagai akibat dari adanya skandal suap tersebut kondisi Rusia sangat memprihatinkan. Salah satunya telah terjadi ketegangan dengan Ukraina bahkan konflik yang memang sebelumnya sudah terjadi itupun semakin memanas. Karena kini Rusia telah resmi memenangkan pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 maka pihak UEFA mengambil tindakan pencegahan supaya kedua negara tersebut tidak semakin bersitegang. Caranya yaitu mencegah keduanya bertemu dan berlaga bersama ketika pertandingan Liga Champions maupun Liga Eropa.

Yang Membuat Rusia Istimewa Sebagai Tuan Rumah

Saat itu negara Rusia telah mendapatkan total 13 suara dari dua kali voting pemilihan tuan rumah. Presiden FIFA, Sepp Blatter sendiri mengumumkan secara resmi di depan semua anggota federasi sepak bola tersebut jika Rusia terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Ketetapan tersebut sudah 100% sah berlaku sejak 2 Desember 2010 silam. Kemudian Sepp Blatter mengungkapkan apabila pada tahun 2018 dan 2022, turnamen akbar Piala Dunia akan menyambut sebuah babak baru. Hal ini dikarenakan Rusia menjadi tuan rumah untuk tahun 2018 sedangkan Qatar tahun 2022 menjadi yang pertama kali terjadi di kawasan Eropa Timur. Tidaklah heran apabila acara tersebut begitu ramai dan meriah bahkan sempat ditemukan berbagai macam hal mengejutkan. Nah, disamping itu pula terdapat beberapa keistimewaan dari Rusia sehingga dunia pantas menyebutnya layak menyandang posisi tuan rumah ajang Piala Dunia. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Rusia memiliki sejarah dan prestasi panjang termasuk menjadi tuan rumah atau tempat diselenggarakannya acara olahraga besar. Misalnya saja Olimpiade pada tahun 1980 dan sekarang Piala Dunia 2018. Kemudian di Moskow sempat menjadi tuan rumah dua turnamen final UEFA 1999 dan Liga Champion 2008.
  2. Mempunyai kota-kota besar yang padat penduduk serta didukung oleh fasilitas lengkap.
  3. Menyelenggarakan turnamen Piala Dunia di 13 kota terkenal sekaligus dengan dukungan stadion baru berstandar internasional. Daerah tersebut bahkan termasuk ke dalam dua benua, sebagian di wilayah Eropa dan beberapa diantaranya merupakan benua Asia.
  4. Mendapatkan dukungan dari negara-negara sahabat yang punya peran kuat di dunia. Selain itu juga pemerintahnya seperti Perdana Menteri Vladimir Putin begitu berambisi jika Rusia menjadi tuan rumah. Hal ini membuat negara tersebut tak segan megeluarkan miliaran dollar untuk mempersiapkan turnamen, mulai dari membangun stadion, penginapan dan hotel mewah, fasilitas bagi peserta, dan lain sebagaunya.
  5. Adanya pembangunan di negara Rusia di beberapa kota sangat mendukung dalam perkembangan bidang olahraga. Dengan begitu pihak FIFA sangat setuju apabila Piala Dunia diselenggarakan disana karena pertandingan dapat berjalan lancar karena fasilitasnya memadai.

Meskipun sebelumnya mengalami masalah mengenai isu suap di proses bidding pemilihan tuan rumah, akhirnya Rusia dinyatakan bebas tidak bersalah. Hal ini dibuktikan karena turnamen Piala Dunia 2018 tetap diselenggarakan di negara tersebut selama satu bulan penuh dengan lancar tanpa suatu kendala apapun. Bahkan euforia kemeriahan pesta turnamen sepak bola dunia tersebut makin meriah dengan adanya berbagai macam keunikan yang terjadi, seperti diikuti 32 negara anggota FIFA, munculnya pemain fenomenal, penonton internasional berdatangan langsung dan lain sebagainya.

Benarkah Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia Membuat Kaya Berikut Ini Fakta Sebenarnya!

Benarkah Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia Membuat Kaya? Berikut Ini Fakta Sebenarnya!

Jika dipikir secara praktis, negar-negara yang menjadi tuan rumah dalam ajang bergengsi Piala Dunia langsung melejit namanya. Setiap detik berita mengenai daerah tersebut ramai diperbincangkan dan menjadi bahan pencarian nomor satu di internet. Tak berakhir dengan popularitas semata melainkan keuntungan lain mulai dari aspek ekonomi sampai meningkatkan sektor pariwisata.

Bayangkan saja begini, suatu negara tuan rumah secara otomatis didatangi aneka ragam turis asing yang berasal dari berbagai negara di seluruh dunia. Karena letaknya sangat jauh maka tidaklah mungkin mereka berada selama satu hari saja dengan keperluan hanya menonton satu laga pertandingan di suatu kota. Akan tetapi biasanya para turis internasional tersebut akan menginap selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu supaya bisa mengikuti laga turnamen berikutnya. Dengan begitu mereka harus memenuhi berbagai macam keperluan selama tinggal di negara tuan rumah, mulai dari penginapan, membeli kebutuhan sehari-hari, makanan, pakaian, dan juga merchandise khas Piala Dunia. Hal tersebut tentunya dimanfaatkan oleh penduduk asli negara yang jadi tuan rumah untuk mendapatkan keuntungan ekonomi seperti berjualan makanan di sepanjang stadion, pakaian ganti, pernak-pernik cantik, baju bola dan lain sebagainya. Meskipun terdapat banyak sekali penjual namun nyaris semuanya mendapatkan pendapatan tinggi setiap hari karena meningkatkan pengunjung dan penonton Piala Dunia.

Sementara itu untuk bagian pariwisata secara tidak langsung menerima imbas dari euforia pertandingan Piala Dunia. Pemerintah negara tuan rumah akan gencar melakukan promosi berbagai macam aset negara khususnya tempat wisata dengan berbagai macam cara. Misalnya saja dengan memberikan promo wisata, paket tour murah, penawaran langsung di dekat stadion dan masih banyak lagi lainnya. Walaupun para turis dan penonton lebih fokus dengan tujuan utama menyaksikan turnamen namun bukannya tak mungkin mereka akan tertarik mengunjungi beberapa tempat tersebut. Terlebih lagi bagi yang memang sekalian ingin melakukan travelling santai di negara tuan rumah, sambil menanti jadwal pertandingan timnas favorit maka dapat berjelajah menikmati keindahan kota terlebih dahulu. Cara ini juga mampu meningkatkan pendapatan negara dengan cepat sekaligus membuatnya semakin populer di mata dunia. Jadi jangan heran jika posisi tuan rumah Piala Dunia begitu diincar hampir oleh tiap negara meskipun pada kenyataannya pemerintahan harus mengeluarkan modal tak sedikit.

Ada Ruginya Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia

Kebanyakan orang hanya melihat secara sekilas mengenai keuntungan tuan rumah Piala Dunia saja tanpa melihat sisi sebaliknya. Ternyata jika dihitung-hitung, jumlah kerugian menyandang posisi sebagai tuan rumah mempunyai kerugian jauh lebih besar daripada yang dibayangkan. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Hal ini disebabkan negara-negara tersebut harus mengeluarkan budget lebih besar untuk mempersiapkan pertandingan yang berjalan selama satu bulan. Adapun beberapa hal yang tersebut mulai dari pajak FIFA, pembangunan tiap kota yang diajukan, stadion baru, mengurus penginapan dan kebutuhan para peserta, membangun transportasi, memperbaiki infrasturktur, dan fasilitas lainnya. Tujuannya tentu saja supaya memudahkan para tim nasional atau peserta Piala Dunia yang berasal dari berbagai negara ketika bertanding ke negara tujuan. Sementara itu agar menarik perhatian turis internasional yang nantinya bertandang untuk menonton Piala Dunia sekaligus menikmati segala fasilitas di negara tuan rumah. Tak lain lagi jika hal ini akan berujung pada bisnis dan tahapan mengambil keuntungan dari acara bergengsi Piala Dunia. Akan tetapi, apakah keuntungan tersebut setara dengan pengeluaran negara atau malah membuatnya merugi?

Mengambil Contoh dari Negara Rusia

Sebagai contoh awal kita perhatikan negara Rusia yang saat ini tengah bergeliman rasa bangga karena menduduki popularitas pertama di dunia. Negara Beruang putih ini secara resmi menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 periode ke-21 sejak 14 Juni dan akan berakhir tanggal 15 Juli mendatang. Pemerintahnya sudah menghabiskan uang belasan milyar dollar bahkan lebih untuk mengurus turnamen tersebut. Setelah terpilih pada tanggal 2 Desember 2010 silam, Rusia segera mempersiapkan diri menyamput ajang berkelas supaya terlihat hebat dan disegani.

Pihak FIFA memberikan syarat rumit sebagai tuan rumah, seperti harus memiliki setidaknya 20 stadion taraf internasional, hotel dan penginapan mewah untuk para peserta, pembangunan kota, dan fasilitas tambahan lainnya. Belum lagi jumlah pajak harus dibayarkan pihak Rusia kepada FIFA begitu banyak. Kemudian ditambah dengan total seluruh anggaran pembangunan negara untuk persiapan menyambut Piala Dunia menghabiskan dana kurang lebih 11,8 milyar dollar setara dengan 165 triliun rupiah. Menurut laporan dari Martin Muller, Universitat Zurich, terdapat 51% dana pengeluaran untuk sarana transportasi dan infrasturktur. Semua uang tersebut didapatkan dari anggaran negara, sektor swata dan regional atau intinya berasal dari publik Rusia.

Kerugian yang Sama Terjadi di Negara Lain

Baru-baru ini Rusia menjadi negara yang paling banyak diperbincangkan. Lebih mengejutkan lagi ketika negara tersebut menghabiskan dana paling besar sebagai tuan rumah sepanjang sejarah Piala Dunia. Sebelumnya predikat tersebut dipegang oleh Brazil pada tahun 2014 silam karena sempat populer dengan adanya panggung Piala Dunia paling megah dan spektakuler. Pada saat itu pemerintahan Brazil mengeluarkan dana sebesar 900 juta dollar atau tiga kali lipat dari batas perkiraan pengeluaran Piala Dunia.

Saatnya mengambil contoh kerugian lain yang juga dialami oleh Afrika Selatan dimana menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 2010. Sebelum diselenggarakan, tahun 2004 sempat diperkirakan dana anggaran pembangunan Afrika Selatan hanya mencapai 170 juta dollar saja. Angka tersebut sudah lebih dari cukup bahkan sangat besar dibandingkan negara tuan rumah sebelumnya. Rencananya tindakan pertama yang akan dilakukan adalah membangun beberapa stadion serta infrasturktur saja. Hal ini karena stadion yang sudah ada memang masih sangat layak untuk dipergunakan sebagai tempat bertanding selama turnamen. Akan tetapi keputusan awal akhirnya diganti karena komplain dari pihak sponsor yang ingin mendapatkan fasilitas lebih baik. Ketika itu semua stadion Afrika Selatan tidak mempunyai atap sehingga para pemain dan penonton akan kepanasan bahkan kehujanan. Ditambah lagi panitia FIFA menuntut agar semua fasilitas dan bangunan dibuat sesempurna mungkin dan para pejabat negara ingin membangun stadion megah di tiap kota. Akhirnya anggaran dana membengkak sampai 10 kali lipat dari perkiraan awal untuk memenuhi segala permintaan tersebut.

Bagaimana, masihkan berfikir jika negara tuan rumah Piala Dunia akan menjadi kaya raya secara mendadak selama turnamen berlangsung? Nyatanya tidak karena belum tentu pendapatannegara mampu menutupi modal awal yang dikeluarkan untuk pembangunan fasilitas gedung stadion, infrastruktur, penginapan mewah, dan lain sebagainya. Meskipun hal tersebut sangat disadari oleh tiap negara di seluruh dunia namun mereka tetap mempunyai ambisi besar jika suatu hari nanti akan menjadi tuan rumah World Cup. Nampaknya keinginan tersebut sudah menjadi tradisi tersendiri karena mampu meningkatkan popularitas atau hanya sekedar memenuhi gengsi semata di mata dunia.

Timnas Prancis, sang finalis piala dunia 2018

Timnas Prancis berhasil mendapatkan final piala dunia kali ini, di Russia, setelah mengalahkan Belgia 1-0 dalam semifinal yang digelar Rabu dini hari 11 Juli 2018. prancis belum pernah terkalahkan di ajang piala dunia sejak fase babak penyisihan grup hingga mendapatkan tiket Final.

Sam Umtiti jadi Man Of The Match
Gol Perancis dicetak oleh Samuel Umtiti pada menit ke-51. Umtiti memanfaatkan sepakan sudut, dan menyundul bola hingga berbuah goal. gol penentu Umtiti ini membawa prancis ke FInal piala dunia 2018. Prancis akan berhadapan pemenang antara Inggris vs Kroasia yang akan dimainkan malam ini.

Perancis mencapai final untuk ketiga kalinya di ajang piala dunia (1998, 2006, & 2018) selama enam kali Piala Dunia yang diikuti mereka.

“Ini luar biasa,” kata Deschamps saat diwawancarai. “Saya sangat senang untuk para pemain, kami menunjukkan karakter dan mental yang tepat, ini sangat berat untuk kami. Kami bekerja keras di lini pertahanan.
“Kami harus lebih memanfaatkan serangan balik, namun selamat kepada pemain dan staf saya. Saya merasa bangga pada kelompok ini.”

/Deschamps, pelatih yang membawa prancis 2x final (Final Euro 2016 dan Piala dunia 2018)/

“Dua tahun lalu, saya ingat apa yang terjadi dua tahun lalu,” imbuhnya.

“Kami akan berangkat ke final (piala dunia) ini untuk memenangkannya, karena masih masih belum melupakan final (euro)lalu.”
Deschamps berpeluang menyamai legenda Jerman Franz Beckenbauer dan ikon Brasil Mario Zagallo yang pernah memenangkan Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih. Tapi ia menegaskan sukses timnas prancis adalah hasil kerja keras seluruh tim.

“Selama 49 hari bersama, ada banyak hal, hal-hal sulit, fase grup, ini adalah kegembiraan semua orang.”

Tak Ingin Ketinggalan Euforia Piala Dunia 2018 Ini Merchandise Unik yang Bisa Dibeli

Tak Ingin Ketinggalan Euforia Piala Dunia 2018? Ini Merchandise Unik yang Bisa Dibeli

Piala Dunia memang sudah menjadi tradisi bagi para atlet bola sekaligus para penggemarnya di seluruh dunia. Empat tahun sekali merupakan waktu cukup lama untuk sekedar menanti kemeriahan turnamen akbar tersebut. Pada mulanya Piala Dunia hanyalah pertandingan biasa yang diikuti oleh semua anggota federasi Sepak Bola Internasional atau disebut juga dengan FIFA. Pertama kali diadakan pada tahun 1930 dimana hanya ada 13 negara saja yang ikut meramaikan karena berbagai macam kendala. Salah satunya dikarenakan jarak terlalu jauh sehingga menghabiskan banyak biaya dan waktu perjalanan menuju ke negara tuan rumah. Pada saat itu Uruguay dipilih secara langsung oleh pihak FIFA sebagai tuan rumah karena telah dua kali menduduki posisi sebagai juara utama.
Terbentuknya Piala Dunia sendiri sebenarnya merupakan permintaan dari sang presiden FIFA pertama yaitu Jules Rimet. Dirinya beranggapan jika sepak bola telah menjadi olahraga resmi di dunia, mempunyai banyak penggemar, dan peminat bahkan tiap negara selalu menyelenggarakan turnamennya sendiri.

Oleh sebab itulah ia meminta agar dibentuk suatu pertandingan tunggal khusus bidang olahraga tersebut tanpa digabungkan dengan Olimpiade. Kemudian permintaan tersebut disetujui dimana Asosiasi FIFA berperan sebagai penanggungjawab, pengurus sekaligus panitia setiap turnamen yang nantinya bakal digelar. Adanya kabar ini tentu disambut meriah oleh masyarakat luas, terlebih lagi bagi mereka yang begitu mencintai dunia sepak bola. Belum lagi ajang besar Piala Dunia menjadi sebuah batu loncatan tinggi bagi tiap negara untuk tampil serta unjuk gigi sekaligus mendapatkan berbagai macam keuntungan lainnya. Adapun beberapa keuntungan tersebut diantaranya, popularitas, meningkatkan sektor ekonomi dan pariwisata, peluang karier para pemain, dan masih banyak lagi lainnya. Jadi jangan heran kalau tiap periode World Cup FIFA pasti ramai dan dirayakan secara meriah. Bahkan para penggemar tidak perlu mendatangi negara tuan rumah langsung melainkan dapat merasakan euforia tersebut di negara masing-masing bersama-sama.

Pernak-Pernik Ala Piala Dunia 2018

Pada pertandingan Piala Dunia 2018 kali ini bertempat di Rusia. Ada banyak sekali keunikan dari negara tersebut sehingga sering juga dijadikan sebagai merchandise atau kenang-kenangan. Terlebih lagi jika Anda datang ke Rusia langsung, sudah pasti disambut dengan jejeran penjual barang-barang bertemakan Piala Dunia yang mana sudah mendapatkan sentuhan ciri khas Rusia. Akan tetapi jangan langsung bersedih hati karena di Indonesia juga menjual aneka macam merchandise Piala Dunia tersebut di pasar, toko atau tempat jualan lainnya. Berikut ini adalah macam dan jenis barang yang seringkali dijual:

1. Kaos dan Pakaian Timnas
Jika Anda merupakan penggemar laga dunia yang satu ini maka sudah hafal dengan kaos atau pakaian jersey bukan? Jersey ala tim nasional suatu negara atau klub tertentu sudah pasti menjadi salah satu barang paling diburu masyarakat. Misalnya saja dengan logo timnas Brazil, Jerman, Belanda, Inggris, Irlandia, Korea Selatan, Jepang, dan lain sebagainya lengkap disediakan.
2. Apparel Khas Piala Dunia
Selanjutnya barang merchandise lain yang bisa dijadikan pilihan tepat adalah apparel Piala Dunia 2018. Tak hanya berbentuk kaos atau T-Shirt saja melainkan baju lengan panjang, hoodie, jaket, kaos berkerah, dan juga kemeja sehingga dapat dipilih sendiri sesuai selera. Sementara itu, untuk desain gambar bisa berbeda-beda seperti wajah para pemainnya, nomor punggung, piala dunia, bendera kebangsaan, dan lain sebagainya.
3. Boneka Unik
Barang lain yang disukai berupa boneka dimana dapat dijadikan sebagai aksesoris kamar ataupun dijadikan sebagai hadiah. Terlebih lagi boneka bersifat sangat fleksibel, dapat dimiliki para pria, wanita bahkan anak-anak sekalipun. Lagipula bentuknya teramat lucu sehingga mudah disimpan, dijadikan hiasan rumah, dan lainnya. Biasanya desain boneka disesuaikan dengan ikon Piala Dunia itu sendiri, misalnya saja piala, bola, wolf Zabivanka yang menjadi maskot Piala Dunia Rusia 2018, dan sebagainya.
4. Membeli Bola
Meskipun nampaknya biasa saja dan tidak ada keistimewaan apapun namun bola menjadi salah satu merchandise ala Piala Dunia paling populer. Bukan hanya berbentuk polos saja melainkan mempunyai logo dan gambar khusus pada permukaannya, seperti piala World Cup atau logo timnas tertentu.
5. Barang Tradisional Rusia
Karena sekarang ini yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 adalah Rusia maka banyak barang khas negara tersebut dijual di pasaran. Tujuannya tentu saja untuk membangkitkan ingatan masyarakat dan para penggemar jika turnamen tersebut telah diselenggarakan di Rusia. Adapun beberapa contoh barang unik seperti topi, baju, tas, hiasan dinding, boneka, aksesoris, dll.

Bisa Dibeli Secara Online

Tak bisa dipungkiri jika membeli langsung ke Rusia akan memakan banyak biaya, tenaga dan waktu. Kabarnya untuk bisa menontong ajang Piala Dunia 2018, seseorang setidaknya mengeluarkan dana sebesar 30 juta lebih. Meskipun begitu Anda dan para penggemar dari Indonesia masih bisa mendapatkan berbagai barang merchandise import asli dari Rusia bahkan yang resmi dari FIFA melalui situs online. Tentunya pihak panita FIFA telah melakukan kerjasama dengan pihak lain, salah satunya vendor aksesoris, pakaian, maupun penjual yang mampu memproduksi pernak-pernik khas Piala Dunia. Bagi masyarakat internasional yang berhalangan datang langsung ke Rusia maka bisa mendapatkan barang original dengan membelinya di website yang telah disediakan. Akan tetapi Anda harus berhati-hati karena banyak pula oknum penipu menjual aneka merchandise palsu dengan harga lebih murah namun kualitasnya buruk. Oleh sebab itu, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu beberapa tips jitu berikut:

  1. 1. Carilah situs terpercaya luar negeri yang menjual merchandise ala Piala Dunia. Pastikan juga jika mereka merupakan penjual asli yang telah bekerjasama dengan panitia FIFA 2018.
  2. Periksa juga mengenai website tersebut, mulai dari tampilan tiap halaman, kelengkapan informasi, katalog produk, perbandingan harga dan lain sebagainya.
  3. Sebaiknya Anda juga mencari rekomendasi website lain agar dapat membandingkan antara satu toko online dengan lainnya. Cara ini juga bisa memudahkan Anda mencari website resmi dan harga lebih murah.
  4. Jika sekiranya tak ingin ambil resiko maka tanyakan pada orang lain yang telah berpengalaman membeli barang Piala Dunia asli lewat online. Misalnya saja kepada teman kantor, sesama penggemar bola, tetangga, saudara, teman sebaya dan sebagainya.
  5. Cek ongkos kirim dan lamanya pengiriman agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Apabila membeli dari situs luar negeri resmi sudah pasti biayanya lebih mahal karena terkena ongkos lintas benua ditambah dengan pajak. Sementara itu kemungkinan sampai ke rumah juga jauh lebih lama, paling cepat seminggu atau bahkan sampai satu bulan apabila menggunakan jasa pengiriman reguler.

Itulah informasi mengenai macam-macam merchandise ala Piala Dunia 2018 yang dijual di pasaran maupun online. Kalau berniat mendapatkan barang original maka Anda dapat mencarinya di situs internet. Tak harus menggunakan toko luar negeri karena ada pula beberapa distributor Indonesia yang menjual pernak pernik tersebut dengan berbagai kisaran harga.

Tim Sepak Bola Piala Dunia yang Paling Mengecewakan Sepanjang Sejarah

Tim Sepak Bola Piala Dunia yang Paling Mengecewakan Sepanjang Sejarah

Di dalam ajang Piala Dunia, ternyata ada begitu banyak hal menarik sekaligus membuat masyarakat terkejut. Biasanya sebagian besar berita paling disorot hanya yang bagus saja, misalnya para pemain legendaris, pemain terbaik, goal terbanyak, tim dengan penghargaan terbanyak dan lain sebagainya. Namun, tahukah Anda ternyata dalam Piala Dunia juga terdapat suatu hal buruk seperti tim yang sangat mengecewakan? Faktanya, mulai dari pertandingan World Cup FIFA pertama pada taun 1930 di Uruguay sampai 2018, ada serangkaian kejadian menghebohkan. Misalnya saja peristiwa pembunuhan, tewasnya salah seorang pemain, kasus suap dan korupsi, perkelahian, adu jotos dan lainnya. Selain itu satu hal lagi yang begitu ramai disorot adalah mengenai beberapa timnas dengan peforma paling buruk, diantaranya sebagai berikut:

  1. Korea Selatan
    Pada Piala Dunia tahun 1954 silam, terjadi suatu peristiwa tak terlupakan bahkan menjadi sejarah sepanjang masa. Korea Selatan membuat ulah yaitu mempermalukan timnasnya sendiri dengan melakukan berbagai macam kesalahan fatal. Mereka telah kebobolan goal sebanyak 16 kali dalam dua pertandungan. Parahnya, tidak ada satupun pemain berhasil menciptakan goal ke gawang lawan. Hal ini kemudian membuat negara Gingseng tersebut pulang dengan menahan rasa kecewah berkepanjangan. Padahal sebelumnya permainan tim tersebut begitu apik dimana berhasil lolos mewakili Benua Asia dalam ajang Piala Dunia tahun 1954. Mereka telah menyingkirkan Jepang saat seleksi di Tokyo dengan jumlah perolehan skor 5-1.
    Ketika pertandingan berlangsung, Korea Selatan menghadapi Hungaria yang merupakan timnas paling kuat dan populer pada saat itu. Dipelopori oleh bintang andalan, Ferenc Puskas, Hungaria berhasil membabat habis lawan mainnya tersebut dengan skor menakjubkan yaitu 9-0. Seperti semut melawan seekor gajah, Korea Selatan sama sekali dibuat menangis karena kalah tanpa mencetak satupun angka. Meskipun mengalami kegalalan, fakta mengejutkan terjadi dimana kipper Hong Deok-Young mempunyai karier bagus setelah kejadian tersebut yaitu menjadi wasit serta pelatih sepak bola.
  2. Bolivia
    Tim nasional dari negara Bolivia dijuluki tim paling buruk, terlebih lagi ketika bermain dalam laga Piala Dunia pertama kali tahun 1930 di Uruguay. Di babak pertama, tim mereka berhadapan dengan Yugoslavia dan dimotori oleh Diogenes Lara tetapi mengalami kekalahan 4-0. Pertandingan setelahnya, Bolivia melawan Brazil dan harus gagal lagi dengan total skor sama seperti sebelumnya yaitu 4-0. Dengan begitu jumlah kebobolan timnas mereka sebanyakn 8 goal dan parahnya lagi tidak berhasil memberikan satupun angka. Sementara itu muncul fakta menarik setelah kegagalan tim Bolivia yaitu Victor Agustin Ugarte selaku kepala timnas malah bermain di Copa Amerika 1963 dan memenangkan kejuaraan tersebut.
  3. Indonesia
    Bukankah kita merasa amat bangga ketika tim nasional kebanggaan Indonesia berhasil masuk Piala Dunia? Saat itu negara kita tengah melawan Hungaria, salah satu tim nasional yang menjadi runner-up World Cup. Karena para pemain Indonesia masih sangat muda dan kurang berpengalaman di kancah internasional maka akhirnya harus mengalami kekalahan. Perolehan nilai turnamen tersebut sangat mengecewakan yaitu 6-0 dimana Indonesia tidak mempunyai peluang sama sekali untuk mencetak goal.
    Pada tahun 1958, Indonesia sebenarnya pernah lolos dari babak kualifikasi dengan mengandalkan pemain terbaik yaitu Ramang. Akan tetapi, keinginan untuk menang nampaknya sudah pupus karena kalah melawan Israel. Selain faktor potensi pemain, alasan kekalahan tersebut yaitu karena masalah politis yang mengharuskan Indonesia mundur bersama dengan Sudan serta Mesir.
  4. Amerika Serikat
    Menjadi negara adidaya dan adikuasa ternyata tak lantas membuat Amerika Serikat menang Piala Duia 1954 dengan mudah. Ketika itu AS melawan Italia pada babak pertama yang digelar secara bersamaan. Timnas dari italia sendiri dimotori oleh pemain handal bernama Angelo Schiavio dan juga Guiseppe Meazza. Keduanya berhasil membobol gawang AS dengan perolehan skor tragis, 7-1. Pertandingan yang digelar di Stadion Nazionale PNF Roma tersebut sangat ramai sorak sorai penonton karena kejadian tersebut. Dari salah satu media massa Amerika Serikat menuliskan jika kipper Julius Hjulian dari Chicago cukup beruntung karena tidak membuat keadaannya makin buruk. Dari peristiwa tersebut bisa dilihan jika permainan tim AS bisa dianggap sangat buruk karena hanya memasukkan satu goal saja sedangkan lawannya sebanyak 7 kali.
  5.  Zaire
    Zaire adalah salah satu negara yang terletak di Benua Afrika. Tim nasional mereka berhasil masuk laga bergengsi di Piala Dunia 1974. Meskipun lolos ke babak turnamen menjadi prestasi tersendiri namun tim tersebut sempat dianggap sebagai “Badut Piala Dunia”. Hal ini dikarenakan permaian Zaira begitu kampungan, kurang cerdas dan primitif. Ditambah lagi kelakukan beberapa pemainnya yang urakan dan dikatakan badung. Fakta menariknya adalah ternyata mereka tidak dibayar sama sekali oleh pemerintah Zaire. Kemudian selama pertandingan berlangsung, timnya kalah dari negara lain seperti Skotlandia dengan skor 2-0. Setelah itu melawan Yugoslavia dengan jumlah skor 9-0 karena dibabat habis tanpa ampun. Hal paling mengejutkan dan aneh terjadi saat Zaire melawan Brazil dan kalah 3-0. Pada saat permainan berlangsung, pemainnya Mwepu Ilunga menendang bola di dinding pertahanan yang kemudian mendapatkan kartu kuning oleh wasit.
  6. Korea Utara
    Ketika Piala Dunia 2010 diselenggarakan, Korea Utara dicap sebagai timnas paling buruk. Pada permainan babak pertama melawan Brazil, mereka kalah dengan skor 2-1. Karena selisih angka sangatlah tipis maka Korea Utara masih berbangga hati, terutama ketika Ju-Yun Nam mencetak goal di menit terakhir. Namun hal berbeda terjadi ketika menghadapi Brazil di tahun 1966 dimana merka malah kalah 7-0. Tidak ada kesempatan membuat goal sama sekali sehingga membuat Korea Utara dianggap sebagai tim nasional terburuk sepanjang sejarahnya.
  7. Arab Saudi
    Arab Saudi bermain di laga Piala Dunia 1994, 1998, dan pada tahun 2002 menjadi peristiwa bersejarah bagi timnas mereka. Negara tersebut membuat permulaan yang sangat buruk sehingga mendapatkan predikat sebagai tim paling mengecewakan. Pertandingan pertama tengah melawan Jerman dan kemudian kalah dengan perolehan 8-0. Selanjutnya menghadapi Kamerun dari Afrika namun juga berhasil dikalahkan oleh sang lawan dengan perolehan sangat tipis yaitu 1-0. Pada babak terakhir, Arab Saudi melawan Irlandia tetapi juga kalah telak 3-0. Sepanjang turnamen Piala Dunia tersebut, negara kaya raya ini sama sekali tidak memberikan tembakan goal ke gawang lawan. Padahal di ajang sebelumnya timnas mereka sempat menjadi kebanggaan dan favorit dunia terutama pada tahun 1994 dan 1998. Sementara itu ada kabar mengejutkan dimana kipper Arab Saudi, Mohamed Al-Daeyea masih berlaga dalam Piala Dunia sejak dua periode sebelumnya.

Itulah informasi mengenai tim sepak bola dengan permainan paling buruk selama ajang Piala Dunia sejak tahun 1930 silam. Meskipun berhasil lolos sampai turnamen besar tersebut tetapi tidak menjamin jika tim nasional dari negara tertentu memang merupakan sosok potensial dan profesional.

Paulinho Balik Kampung ke Negeri China, Guangzhou.

Kabar Trasnfer pemain datang dari klub Barcelona. Klub asal Laliga ini meminjamkan kembali Paulinho ke klub lamanya yakni Guangzhou Evergrande, China pada bursa transfer musim panas 2018. Bagaimana tidak, pasalnya pemain asal Brasil itu pun baru menjadi milik Barcelona pada awal musim 2017-2018 dari Guangzhou.

Polinho yang selalu menjadi tim inti di Brazil pada ajang piala dunia ini kembali reuni di klub lamanya, Guangzhou dan sang pelatih, Fabio Cannavaro. Paulinho sebelumnya menghabiskan tiga musim bersama Guangzhou dan membuat 28 gol dari 95 penampilan.

Penampilan poulinho sebenarnya di barcelona cukup menjanjikan. sebagai pemain berposisi gelandang, Polinho selama 11 bulan telah mencetak 9 goal dan 3 assits. Bahkan, Paulinho turut berperan besar bagi Barcelona untuk mengatarkannya meraih trofi Liga Spanyol dan Copa del Rey musim lalu.

Gelandang Barcelona Paulinho dilaporkan setuju kembali ke Guangzhou Evergrande dengan opsi pembelian 50juta euro di akhir musim depan. Konon, penawaran yang disodorkan tim asal China itu sulit ditolak Paulinho. bahkan para fans Guangzhou mengidolakan paulinho yang dinilai sebagai motor kejayaan klub di ajang Liga Champions Asia.

Meski begitu, Pelatih Guangzhou Fabio Cannavaro mengaku was-was akan transfer Paulinho. Eks kapten timnas Italia itu menginginkan proses transfer berlangsung cepat. Mengingat lantai bursa jual beli pemain akan ditutup Sabtu pekan depan.

barcelona sepertinya tidak terlalu mempertahankan paulinho mengingat pemain barcelona banyak yang bermai di posisi gelandang, seperti rafinha, andre gomez, denis suarez dan lainnya. apalagi barcelona kedatangan arthur pemain asal brazil ini yang juga berposisi sebagai gelandang.

Sayang Sekali, Para Bintang Lapangan Ini Absen di Turnamen Piala Dunia 2018

Sayang Sekali, Para Bintang Lapangan Ini Absen di Turnamen Piala Dunia 2018

Pada periode Piala Dunia yang ke-21 ini telah ditetapkan jika Rusia menjadi tuan rumah. Turnamen sudah dimulai sejak tanggal 14 Juni dan babak finalnya pada 15 Juli 2018 mendatang. Kali ini menjadi masa paling seru dan ramai dimana ada 32 timnas negara turut andil menjadi peserta pertandingan sepak bola. Sudah pasti tiap negara menampilkan tim serta pemain terbaik agar bisa merebut gelar juara dunia dan menorehkan prestasi gemilang. Mulai dari mempersiapkan segala bentuk latihan fisik dan mental, menyusun strategi terbaik, formasi dalam tim, menyewa pelatih profesional sampai mendatangkan beberapa pemain anyar. Bahkan pada Piala Dunia tahun ini diramaikan pula dengan adanya legenda lapangan hijau yang turut bertanding seperti Lionel Messi, Neymar Jr, dan Critiano Ronaldo. Mereka semua mewakili negara kebanggaan masing-masing untuk mencetak sejarah baru dalam dunia olahraga sepak bola. Sementara itu beberapa negara juga sempat memilih para pemain belia namun potensial, bahkan ada yang umurnya masih 19 sampai 20 tahunan.

Adanya Regenerasi Pemain di Sebuah Tim

Sebagian negara mempunyai para pemain unggulan namun ada pula yang tidak. Agar peluang kemenangan makin besar maka mereka melakukan berbagai macam cara seperti regenerasi pemain. Dengan pemilihan yang selektif dianggap taktik terbaik memperkuat tim agar bisa mengalahkan negara lain, terutama yang dianggap kuat sekalipun. Salah satunya seperti tim nasional dari Inggris karena telah mendapuk seorang pemain baru bernama Joe Hart. Bahkan para pelatih mengaku sangat kesulitan serta terbebani ketika harus menunjuk para pemain untuk melaju ke Piala Dunia 2018. Hal ini juga dirasakan oleh Roberto Martinez, pelatih timnas negara Belgia yang bingung menentukan siapa saja pemain utama dalam tim. Mengingat nyaris semua anak didikannya punya prestasi dan potensi bagus namun ia tidak bisa mengikutkan semuanya dalam satu permainan. Pada akhirnya Roberto terpaksa mencoret Radja Nainggolan, salah satu pemain terkuat dan andalan tim Belgia.

Pemain Terbaik yang Tidak Bisa Bertanding Piala Dunia 2018

Selain regenerasi, terdapat pula alasan lain mengapa timnas harus melakukan pemilihan secara selektif. Salah satunya dikarenakan pemain tersebut mengalami cidera sehingga tak memungkinkan bergabung sama sekali. Jika dipaksakan maka dapat memengaruhi jalannya permainan atau bahkan merugikan tim itu sendiri. Sementara itu ada pula faktor lain yang dijadikan alasan bagi sang pelatih, misalnya saja salah seorang pemain tidak mampu mengimbangi peforma tim. Mungkin saja ia malah asik dengan diri sendiri, tidak memedulikan kerjasama, atau terlalu emosional ketika berada di lapangan. Hal ini tidak berarti permainan mereka buruk melainkan mencocokan karakteristik dan gaya bermainnya saja. Nah, di bawah ini adalah contoh bintang sepak bola yang terpaksa harus absen terlebih dahulu selama ajang Piala Dunia 2018.

  1. Radja Nainggolan
    Nama Radja Nainggolan kini selalu dibicarakan masyarakat dunia karena ia tidak ikut bertanding dalam Piala Dunia. Banyak penggemar menyayangkan keputusan timnas Belgia untuk tidak mengikutkan gelandang terbaik itu. Sebenarnya, alasan yang mendasari absennya Nainggolan yaitu karena tidak ada tempat baginya berada di timnas.
  2. Karim Benzema
    Karim Benzema adalah salah satu pemain yang mencetak goal perdana untuk Real Madrid di Liga Champions 2018. Akan tetapi namanya sudah tidak ada lagi sejak bulan Oktober 2015 lalu sehingga membuat dunia dan para pennggemarnya kebingungan. Benzema diberikan hukuman absen dalam laga Piala Dunia karena kasusnya dengan Mathieu Valbuena. Ia sendiri mengaku jika kesempatan bertanding kembali tidak mungkin didapatkan jika Didier Deschamps masih menjabat sebagai pelatih.
  3. Sergio Romero
    Selanjutnya ada pemain tim Argentina, Sergio Romero yang mengalami cidera cukup parah sehingga tidak mampu bertanding ke Piala Dunia 2018. Kipper Manchester United ini mengalami cidera pada bagian lutut saat sedang melakukan latihan bersama tim nasional Argentina pada akhir bulan Mei. Karena kondisi tak memungkinkan, Romero harus rela kehilangan tiga kali kesempatan berlaga di ajang besar impiannya. Meskipun dianggap tidak ada pengganti yang mampu menandingi Sergio Romero, namun timnas Argentinya memilih Nahuel Guzman sebagai kipper.
  4. Dani Alves
    Pemain sepak bola hebat ini tergolong senior namun tidak mampu hadir dalam Piala Dunia tahun ini. Ia mengalami cidera sama seperti Romero yaitu pada bagian lutut saat bertanding di babak final Piala Prancis. Hingga saat ini ia telah meng kuti sembilan turnamen dalam dua periode Piala Dunia yaitu 2010 dan 2014.
  5. Leroy Sane
    Nama selanjutnya yang absen dalam turnamen besar kali ini yaitu Leroy Sane. Ia tidak masuk dalam timnas Jerman karena sang pelatih, Joachim Low menganggapnya masih belum pantas. Bila dibandingkan dengan beberapa pemain Jerman lain, seperti Thomas Muller, Marco Reus dan Julian Draxler, Sane kalah dalam hal persaingan. Selain itu pertimbangan lain dikarenakan Sane menunjukan penampilan teramat buruk ketika melawan Austria dengan perolehan skor 1-2. Hal ini membuktikan jika ia tidak dapat mewakili tim nasional dalam turnamen besar.
  6. Nicklas Bendtner
    Tim nasional Denmark mempunyai pemain kebanggaan yang selalu menorehkan prestasi yaitu Nicklas Bendtner. Akan tetapi sang striker malah mengalami cidera dan tak kunjung pulih hingga sekarang. Bendtner sendiri telah mengalami cidera pada area pangkal paha ketika sedang melakukan pertandingan bersama Rosenberg. Karena tidak mau ambil resiko, Hareide pada akhirnya harus mencoret nama tersebut dari daftar pemain Piala Dunia 2018.
  7. Alex Oxlade Chamberlain
    Pemain malang lainnya yang tidak diperkenankan ikut Piala Dunia adalah Alex Oxlade Chamberlain. Timnas Inggris melakukan regenerasi para pemain, mengganti yang kurang kompeten bahkan merekrut anak didik baru berusia lebih muda. Gareth Southgate selaku pelatih Inggris mencoret nama Chamberlain karena ia menderita cidera seirius pada ligamen. Kejadian tersebut terjadi saat ia sedang melawan AS Roma dalam Semifinal Liga Champpions. Sayang sekali ia harus gagal merasakan bangganya bermain di lapangan Piala Dunia untuk pertama kallinya.
  8. Laurent Koescienly
    Dalam tim Perancis juga harus rela melepaskan salah satu pemain terbaiknya yaitu Laurent Koescienly. Bek berusia 32 tahun tersebut mengalami cidera sehingga tidak mampu bertanding menuju Piala Dunia. Padahal ia sempatmenjadi jagoan lapangan dan diandalkan oleh para penggemar karena berhasil membuat bangga negara Perancis. Ia harus mendapatkan perawatan intensif serta istirahat selama enam bulan penuh agar dapat pulih normal kembali. Sementara itu pelatih Didier Deschamps mengganti posisi Koescienly dengan mendapuk Samuel Umtiti dan Raphael Varane untuk mengisi bek tengah.

Tidak ada yang tau pasti mengenai kejadian yang akan atau sedang berlangsung dalam turnamen Piala Dunia 2018. Begitu banyak faktor memengaruhi pertandingan, seperti kondisi fisik pemain, cuaca, tekanan mental, kelelahan bahkan cidera sekalipun. Meskipun sudah dipersiapkan secara matang namun hal tersebut belum tentu menjamin menang atau kalahnya suatu timnas. Misalnya saja seperti para pemain handal yang sudah disebutkan diatas. Mereka sebelumnya menjadi kebanggaan tim atau negara masing-masing karena berhasil menorehkan prestasi bahkan sejarah panjang. Akan tetapi karena suatu kondisi tertentu harus rela melepaskan kesempatan bermain dalam Piala Dunia 2018, entah karena masalah, mengalami cidera, ataupun alasan kuat lainnya.

Tak Selamanya Mewah Berkelas, Ternyata Ini Sisi Gelap dari Piala Dunia!

Tak Selamanya Mewah Berkelas, Ternyata Ini Sisi Gelap dari Piala Dunia!

Piala Dunia sejak dahulu hingga sekarang dianggap sebagai pertandingan bergengsi tingkat internasional. Diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola Internasional atau disebut dengan FIFA dengan biaya yang tidak sedikit bahkan mencapai milyaran dollar dalam sekali tampil. Setiap empat tahun sekali, turnamen tersebut diikuti anggota FIFA dan bertempat di suatu negara tertentu sebagai tuan rumahnya. Pada awal pertama pembentukan Piala Dunia 1930, Uruguay dipilih langsung sebagai tuan rumah yang diikuti oleh 13 negara. Kemudian terus berlanjut tiap periode sampai pada sekarang ini yaitu Piala Dunia 2018 di Rusia.

Yang menarik dari pertandingan besar ini adalah euforia serta keglamoran di dalamhya. Banyak sekali beberapa pihak menganggap kalau tradisi olahraga tersebut malah dijadikan sebagai ajang berbisnis bahkan keperluan politik oleh beberapa negara tertentu. Hal ini didukung adanya kasus suap dan korupsi FIFA dalam penyelenggaraan Piala Dunia namun segera diselesaikan degan baik. Asosiasi tersebut dinyatakan bebas karena ada bukti namun sama sekali tidak memberatkan pihak mereka untuk dipersalahkan.

Selain itu, masih ada pula hal menarik lain terutama mengenai biaya yang dihabiskan tiap negara tuan rumah. Kali ini saja Rusia harus membayar pajak tinggi kepada FIFA agar dapat maju sebagai kandidat tuan rumah, kemudian harus mengeluarkan anggaran dana kurag lebih 11 milyar dollar lebih untuk persiapan turnamen. Karena syarat dari FIFA begitu tinggi, salah satunya harus ada setidaknya 20 stadion dengan standar internasional maka tuan rumah harus brusaha memenuhinya. Rusia membangun beberapa stadion besar dan megah, melakukan pembangunan fasilitas, perbaikan jalanan, penginapan mewah, dan lain sebagainya. Bukan hanya diperlukan untuk menunjang pembangunan negara saja melainkan memenuhi keperluan para peserta serta pihak terkait dalam Piala Dunia 2018.

Piala Dunia Memiliki Sisi Gelap

Kalau Anda lihat secara sekilas maka tidak ada yang salah sama sekali dengan perhelatan akbar, Piala Dunia. Namun apabila ingin diteliti lebih jelas dan detail maka ada banyak sekali hal ganjil, mengejutkan, sampai tragis sekalipun. Hal ini menunjukan jika pertandingan bergengsi tersebut tidak selamanya terlihat menakjubkan. Terdapat berbagai macam sisi gelap atau mungkin rahasia besar yang belum terkuak sehingga masih menjadi misteri sampai sekarang. Mulai dari sebelum pertandingan dimulai atau bahkan ketika para pemainnya sedang berada di lapangan, muncul banyak hal menarik dan mengejutkan. Sempat pula terjadi kejadian kasar dan brutal dimana membuat masyarakat dunia heboh karenanya. Bagi Anda yang begitu penasaran, silakan simak terlebih dahulu contoh sisi gelap dari Piala Dunia sepanjang sejarah berikut ini!

  1. Piala Dunia 2010
    Ada apa dengan Piala Dunia yang diadakan pada tahun 2010 silam? Tepatnya ketika babak final, timnas Spanyol sempat membuat para penggemar dan seisi stadion kagum. Ini dikarenakan gaya permainan tim tersebut begitu cantik dan cerdas, terutama pada cara mengoper bola dari satu pemain ke lainnya. Akan tetapi Spanyol yang saat itu melawan Belanda harus dihadapkan oleh berbagai macam masalah. Pihak timnas Belanda melakukan pelanggaran selama permainan berlangsung, khususnya kontak fisik dan penyerangan langsung. Contohnya saja seperti yang dilakukan oleh Nigel de Jong, menendang dada pemain Spanyol bernama Xabi Alonso. Beruntungnya ia masih diperbolehkan terus bermain dan melanjutkan pertandingan sampai selesai. Akhirnya turnamen tersebut dikenal paling kotor karena terdapat 47 pelanggaran dengan pemberian 14 kartu kuning.
  2. Pertempuran Brazil vs Cekoslowakia
    Selanjutnya adalah Piala Dunia 1938, tepatnya ketika dua timnas negara kuat saling berhadapan. Pada saat itu Brazil dan Cekoslowakia saling serang satu sama lain selama turnamen berlangsung. Laga yang diselenggarakan di Bordeaux itu berakhir miris dimana tiga pemain dikeluarkan secara paksa dari lapangan. Sementara itu salah seorang pemain Cekoslowakia, Oldrich Nejedly mengalami cidera sangat serius yaitu patah kaki. Kemudian kipper, Frantisek Planicka lengannya patah sehingga harus hengkang terlebih dahulu.
  3. Citra Buruk Brazil di Piala Dunia 1954
    Setelah mencari masalah dengan pemain Cekoslowakia, Brazil kembali berulah di Piala Dunia 1954. Pada saat itu turnamen berlangsung di negara Swiss dimana timnas mereka akan berhadapat dengan Hongaria. Meskipun Hongaria menang karena lebih unggul dalam perolehan skor yaitu 4-2 tetapi laga tersebut dianggap paling kotor. Alasan utama karena terjadi berbagai pelanggaran sehingga tiga pemain harus keluar dari permainan. Bahkan para supporter kedua negara juga saling bentrok di dalam stadion sehingga membuat beberapa diantaranya mengalami cidera.
  4. Timnas Belanda Pakai Doping
    Segala macam usaha akan dilakukan suatu negara yang ikut dalam Piala Dunia, seperti membayar mahal pelatih serta para pemain baru. Bahkan mereka tak segan menyepak pemain lawas yang banyak berprestasi demi mendapatkan pengganti lebih potensial. Berbeda dengan tim nasional Belanda dimana dianggap menggunakan cara tak lazim sekaligus paling kontrovesial. Pada turnamen tahun 2001, tiga orang pemain Belanda resmi dinyatakan bersalah dan keluar dari permainan. Hal ini karena mereka berani menggunakan obat-obbatan selama pertandingan berlangsung yaitu Anabolic Steroid Nandralone. Mereka memberikan sanggahan dimana tak sengaja menggunakannya bahkan tidak sadar sama sekali. sementara itu, Bert Konterman memberikan pendapat jika mungkin doping tersebut masuk melalui tubuh para pemain melalui daging steak yang dikonsumsi. Perlu diketahui jika Anabolic Steroid Nandralone digunakan para petani Belanda untuk menyuntik sapi ternak agar kualitas dagingnya meningkat.
  5. Piala Dunia 2002
    Kejadian selanjutnya yang menunjukan sisi gelap ajang Piala Dunia terjadi pada tahun 2002. Timnas Korea Selatan menjadi tuan rumah dan dianggap curang karena telah memanfaatkan wewenang posisi tersebut. Banyak sekali keputusan dari Byron Moreno, pemimpin turnamen Piala Dunia 2002 yang begitu menguntungkan pihak Korsel. Ketika pertandingan berlangsung, Moreno membuat keputusan mengejutkan. Salah satunya seperti tidak memberikan pelanggaran kepada Korsel padahal sudah jelas melakukan kesalahan. Kemudian ia juga menganulir goal dari timnas Italia yang pada saat itu menjadi lawan main Korsel. Kejadian paling membuat geram adalah ketika Francesco Totti mendapatkan kartu merah dengan alasan tak jelas dan masuk akal. Karena banyaknya ulah Moreno maka Presiden FIFA, Sepp Blatter menjulukinya sebagai bencana sekaligus memberikan hukuman skorsing dalam dua laga pertandingan. Setelah itu muncul kabar terbaru dimana Moreno masuk penjara akibat terjerat penyelundupan obat-obatan terlarang.
  6. Piala Dunia, Italia vs Cile
    Kejadian mengerikan kembali di laga Piala Dunia tepatnya antara Italia vs Cile. Begitu banyak kekerasan terjadi di sepanjang permainan, salah satunya ketika Mario David dari Italia menendang kepala Leonel Sanchez asal Cile. Tak terima dengan perlakukan tersebut kemudian Sanchez membalasnya dengan tendangan hingga mematahkan hidung David. Karena tak ingin kejadian serupa terjadi maka polisi turun lapangan langsung untuk menghentikan pertikaian tersebut.

Beberapa contoh kejadian di atas menjadi bukti kalau laga Piala Dunia yang dianggap mewah serta glamor juga mempunyai kekurangan. Masih banyak lagi rahasia yang tersembunyi, mungkin dari pihak peyelenggara FIFA, negara-negara anggota, para pemain, pelatih atau malah supporternya.

Surat salam perpisahan Cristiano Ronaldo untuk Real Madrid

“Tahun-tahun di Real Madrid, dan di kota Madrid ini, mungkin adalah yang paling bahagia dalam hidupku.

Saya hanya memiliki perasaan sangat bersyukur untuk klub ini, dan untuk kota ini. Saya hanya bisa berterima kasih kepada mereka semua atas cinta dan kasih sayang yang telah saya terima.
Namun, saya percaya bahwa sudah waktunya untuk membuka tahap baru dalam hidup saya dan itulah mengapa saya meminta klub untuk menerima transfer saya. Saya merasa seperti itu dan saya meminta semua orang, dan terutama fans Real Madrid, untuk memahami saya.

Mereka benar-benar luar biasa selama 9 tahun. 9 tahun yang unik. Ini adalah saat yang menyenangkan bagi saya, penuh pertimbangan tetapi juga sulit karena Real Madrid memiliki permintaan yang sangat tinggi, tetapi saya tahu betul bahwa saya tidak akan pernah lupa bahwa saya menikmati sepak bola di sini dengan cara yang unik.

Saya memiliki rekan tim yang luar biasa di lapangan dan di ruang ganti, saya merasakan kehangatan dari kerumunan luar biasa dan bersama-sama kami telah memenangkan 3 Champions berturut-turut dan 4 Champions dalam 5 tahun. Dan bersama mereka juga, pada level individu, saya merasa puas telah memenangkan 4 Golden Balls dan 3 Golden Boots, sepanjang waktu saya di klub yang luar biasa besar ini.

Real Madrid telah menaklukkan hati saya, dan keluarga saya, dan itulah mengapa lebih dari sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih: terima kasih kepada klub, Presiden, direktur, rekan setim saya, semua teknisi, dokter, physios dan pekerja luar biasa yang membuat semuanya bekerja dan yang menunggu setiap detail tanpa lelah.

Terima kasih sekali lagi kepada penggemar kami dan terima kasih juga untuk Sepak Bola Spanyol. Selama 9 tahun yang menyenangkan ini. Rasa hormat saya dan pengakuan saya untuk mereka semua.

Saya telah banyak merefleksikan dan saya tahu bahwa waktunya telah tiba untuk siklus baru. Saya akan pergi tetapi baju ini, perisai ini dan Santiago Bernabéu akan terus merasa sebagai milik saya di mana pun saya berada.

Terima kasih kepada semua dan, tentu saja, seperti yang saya katakan pertama kali di stadion kami 9 tahun yang lalu: Hala Madrid.”