Berita Bola

Bukan Hanya Pemain Piala Dunia Saja yang Curi Perhatian tetapi Para Pelatihnya Juga!

Bukan Hanya Pemain Piala Dunia Saja yang Curi Perhatian tetapi Para Pelatihnya Juga!

Berdasarkan berbagai macam berita mengenai Piala Dunia 2018 yang diadakan di Rusia, banyak sekali hal-hal menarik sehingga membuatnya makin menarik. tak hanya diikuti oleh 32 negara peserta saja melainkan adanya pemain yang merupakan legenda di lapangan hijau, misalnya Lionel Messi, Neymar Jr, dan Ronaldo. Semuanya adalah favorit masyarakat maka tidaklah mengherankan jika negara Rusia penuh sesak dipadati oleh supporter dan penonton dari berbagai penjuru negara. Ini belum seberapa bila dibandingkan adanya insiden atau tragedi selama pertandingan berlangsung dimana tiap negara saling berhadapan.

Yang paling menjadi perbincanngan hangat bahkan sampai sekarang adalah aksi diving dari Neymar pemain Brazil saat menghadapi Meksiko. Niat hati ingin mencetak sejarah, menjadi seorang pahlawan bagi negaranya sendiri dan penggemar tetapi malah banyak mendapatan kritikan tajam dari berbagai pihak. Diving tersebut dianggap mengecewakan, erlalu berlebihan dan mendapuk Neymar sebagai si tukang drama lapangan hijau. Hal ini terjadi karena pemain Brazil tersebut tak sengaja diinjak oleh Miguel Layun, pemain Meksiko pada pergelangan kaki kanannya. Tidak ada cidera serius apalagi sampai retak dan patah tulang tetapi reaksinya sangat berlebihan selayaknya tertabrak kendaraan. Padahal selesai wasit mengurus kejadian tersebut, Neymar langsung berdiri kembali dan mampu melanjutkan pertandingan seolah tak terjadi apapun. Sontak saja hal tersebut membuat banyak orang merasa jengkel dan menganggap tindakannya sangat merugikan timnas Meksiko karena gagal menyamakan skor.

Para Pelatih Timnas yang mencuri Perhatian

Dari dimulainya Piala Dunia 2018 di tanggal 14 Juni sampai sekarang, banyak hal menarik perhatian masyarakat di seluruh dunia. Bukan hanya karena banyak pemain profesional dan populer ataupun insiden mengejutkan saja melainkan berita mengenai para pelatih timnas Piala Dunia menarik untuk diikuti. Peran dari sang pelatih inilah yang sangat penting karena menentukan sukses tidaknya suatu tim negara memenangkan laga dan maju ke babak final atau bahkan meraih gelar juara. Kali ini bukan karena strategi serta taktik permainan terbaik melainkan aksi pelatih di luar lapangan saat menonton para anak didiknya menguras keringan berusaha untuk mencetak skor ke gawang lawang. Adapun beberapa nama wasit tersebut adalah:

  1. Aliou Cisse
    Yang pertama ada Aliou Cisse, pelatih terbaik dari timnas Senegal dengan perawakan gagah, tinggi besar, berkulit gelap dan berpenampilan nyentrik. Jika dibandingkan dengan pelatih lain, Cisse begitu dipuja malah karena selera fashionnya yang sangat menarik. Ia sendiri berhasil membawa Senegal pertama kali lolos dalam putaran laga Piala Dunia sejak tahun 2002 silam sampai sekarang sehingga nama besarnya makin melambung. Salah satu gaya paling ikonik dan tak terlupakan adalah rambut ikal panjang dan diikat sebagian ke belakang. Ini merupakan salah satu ciri khas dari Cisse sebagai pelatih Afrika yang sangat fenomenal. Cisse bukan hanya populer karena penampilan unik melainkan menjadi pelatih Piala Dunia paling muda dengan usia 42 tahun. Pada bulan Maret 2015 silam, ia dipercaya menggantikan manager timnas Sinegal yaitu Alan Giresse dan menjadi pelatih mereka.
  2. Heimir Hallgrimsson
    Selanjutnya berasal dari tim nasional Islandia, Heimir Hallgrimsson. Ia ramai dibicarakan sepanjang perhelatan Piala Dunia Rusia 2018 karena wajah tampannya bak selebriti Hollywood. Dengan potongan rambut agak panjang dan belahan tengah membuatnya dipuju banyak kalangan masyarakat, khususnya para supporter wanita. Pelatih Islandia yang satu ini juga punya kemampuan luar biasa dalam mendidik para pemain sepak bola sehingga berhasil masuk di Piala Dunia. Uniknya lagi, Hallgrimsson ternyata mempunyai profesi lain yakni sebagai dokter gigi.
  3. Herve Renard
    Negara Maroko juga mempunyai pelatih timnas sepak bola yang tak kalah keren dan terkenal yaitu Herve Renard. Pelatih yang sudah berusia 52 tahun tersebut diannggap berwajah mirip dengan aktor Hollywood dari serial Game of Thrones yaitu Nokolaj Coster-Waldau yang memerankan tokoh Jaime Lannister. Ketika Piala Dunia 2018, Maroko melawan Portugas, penampilan Renard sengaja disorot oleh para awak media. Kabarnya ia telah mengalahkan ketampanan dari bintang lapangan Cristiano Ronaldo yang sebelumnya selalu digadang-gadang oleh para penggemar.
  4. Jorge Sampaoli
    Pelatih Argentina, Jorge Sampaoli menarik perhatian karena penampilannya yang keren seperti bintang lapangan. Mulai dari badan kekar, kepala plontos dan tato pada bagian lengan membuat Sampaoli terlihat seperti pemain tinju ketimbang pelatih sepak bola. Setiap pertandingan timnas Argentina, banyak orang memuji penampilan dari salah satu pelatih dunia tersebut.
  5. Joachim Loew
    Jika para pelatih sebelumnya banyak menjadi bahan perbincangan karena dianggap sangar, gagah, ganteng dan keren tetapi berbeda dengan Joachim Loew. Pelatih Piala Dunia yang satu ini selalu saja tertangkap kamera sedang melakukan berbagai aksi aneh dan jorok. Mulai dari mengaruk lubang hidung, mengupil, memegang dan menggaruk pantat dan bagian vital sekalipun. Bahkan tidak jarang pula dirinya nampak memegang hidung seperti mencium sesuatu setelah melakukan berbagai aksi tersebut. Entah memang ada sesuatu yang membuat hidungnya merasa gatal atau malah mencium tangan setelah digunakan menggaruk pantat?
  6. Mladen Krstajic
    Pelatih dari timnas Serbia, Mladen Krstajic merupakan pelatih termuda dalam Piala Dunia 2018. Pria berusia 44 tahun ini mempunyai tugas sangat berat dalam melatih para pemainnya agar mampu masuk dalam 16 besar Piala Dunia. Sebelumnya, ia menggantikan peran dari Slavoljub Muslin sejak bulan Oktober 2017 silam karena suatu alasan tertentu. Akhirnnya hasil didikan Krstajic membuahkan hasil meskipun ia merupakan pelatih termuda bila dibandingkan dengan negara lain. Serbia menang terhadap Kosta Rika meskipun kalah ketika melawan Swiss, namun demikian di laga terakhir tim mereka akan berhadapan dengan Brazil.
  7. Roberto Martinez
    Dari Belgia ada pelatih hebat bernama Zroberto Martinez yang kini sedang banyak dibicarakan karena keberhasilan timnasnya melenggang ke final Piala Dunia 2018. Rasa bangga didapatkan setelah Belgia mengalahkan sang legenda yaitu tim Brazil dimana terdapat pemain-pemain andalan seperti Neymar Jr. Setelah kejadian diving yang dilakukan Neymar terhadap Miguel Layun asal Meksiko, banyak pihak merasa khawatir jika Belgia akan mengalami nasib sama. Terlebih lagi jika wasit masih bersikap lalai dan kurang memerhatikan pertandingan dengan baik dan adil. Kemungkinan Neymar melakukan drama akan terulang kembali dan membuat anak didikan Martinez menjadi kalang kabut menghadapinya. Akan tetapi publik langsung bergemuruh saat Belgia akhirnya mengalahkan Brazil dan memenangkan pertandingan.

Itulah beberapa wasit paling kontroversial berbagai hal yang ada dalam diri mereka masing-masing. Mulai dari wajah tampan, kemampuan sepak bola paling hebat sampai kebiasaan buruk selama menonton turnamen Piala Dunia 2018 di sisi lapangan. Karena peran mereka begitu krusial dan menjadi penentu utama peforma para pemain timnas suatu negara maka tidak heran jika nama-namanya selalu menghiasi laman berita. Terlebih lagi jika anak didikannya menjadi juara dan memenangkan pertandingan, sudah pasti yang pertama disorot adalah para pelatih atas keberhasilan menyusun strategi dan membimbing para pemainnya.

Meski Zaman Sudah Canggih, Sebagian Orang Menikmati Piala Dunia 2018 Lewat Radio

Meski Zaman Sudah Canggih, Sebagian Orang Menikmati Piala Dunia 2018 Lewat Radio

Meski Zaman Sudah Canggih, Sebagian Orang Menikmati Piala Dunia 2018 Lewat Radio

Pehelatan akbar Piala Dunia 2018 yang diselenggarakan di Rusia telah menarik perhatian warga setiap negara, termasuk Indonesia. Para penggemar timnas tertentu pasti mempunyai jagoan lapangan hijaunya masing-masing. Terlebih lagi periode ini menampilkan beberapa nama bintang terkenal, sebut saja seperti Christiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Neymar Jr. Sementara itu juga banyak lagi pemain unggulan kenamaan suatu klub yang didapuk mewakili timnas negara dalam pertandingan. Kali ini Piala Dunia Rusia diikuti oleh 32 anggota FIFA sehingga kondisi lapangan semakin ramai dan meriah.

Umumnya penonton Indonesia menanti tiap jadwal pertandingan lewat TV atau bahkan mengakses situs khusus siaran langsung maka beberapa diantaranya tidak. Bahkan ada pula penggemar fanatik yang rela menghabiskan banyak dana atau menabung sejak lama demi berangkat ke Rusia agar bisa menyaksikan para idolanya berlaga. Kabarnya seseorang paling tidak harus membawa uang sebesar 30 jutaan rupiah, masih belum pasti jika ingin membeli oleh-oleh, marchendise, ataupun menginap lebih lama di negara tersebut. Bahkan beberapa diantaranya sengaja menghabiskan waktu lebih lama untuk liburan ke Rusia dan mengunjungi beberapa tempat wisata tertentu. Pasalnya pemerintah Rusia sendiri telah memberikan berbagai keuntungan bagi supporter dan penonton Piala Dunia 2018 yang datang langsung, seperti tiket gratis pulang pergi antar kota yang menjadi tuan rumah serta kemudahan pembuatan visa. Mengingat negara Presiden Vladimir Putin ini terbilang mempunyai aturan rumit mengenai visa para wisatawan asing. Oleh sebab itulah mereka tak ingin membuang peluang emas tersebut begitu saja.

Menonton Piala Dunia 2018 Lewat Radio

Di balik pesatnya perkembangan teknologi jaman sekarang ternyata masih ada beberapa penduduk Indonesia yang menggunakan radio sebagai sarana mengikuti pertandingan Piala Dunia Rusia 2018. Dimana kebanyakan orang lebih tertarik menontonnya bersama dengan anggota keluarga, teman, sesama supporter ataupun ramai-ramai satu kampung menggunakan Televisi serta layar proyektor agar tampilannya lebih lebar. Ada berbagai macam alasan mengapa radio masih saja menjadi alat elektronik paling favorit bila dibandingkan TV maupun internet. Salah satunya karena kondisi ekonomi yang membuat mereka tak mampu menikmati siaran langsung melalui benda flat bewarna dan bersuara tersebut. Kemudian, alasan lain lagi karena lebih seru dan menarik dimana hanya ada suara-suara bergemuruh, berteriak, sorak sorai para penonton stadion saja yang terdengar. Dengan begitu mereka dapat menghayati tiap laga sepenuh hati tanpa diganggu oleh kondisi sekitarnya. Telinga harus terpasang di dekat lubang suara radio sementara pikiran akan terus berimajenasi secara liar membayangkan tiap tendangan, kaki yang berlari dan suara ketika bola sudah memasuki gawang lawan. Semuanya harus dirancang sendiri agar tak ketinggalan satupun momen penting. Sulit memang ketka tak dapat melihat serunya para pemain favorit salling beradu satu sama lain di tengah lapangan, bagaimana mereka menggiring bola, teknik yang digunakan, ekspresi wajah serta gesture mereka. Terlebih lagi Piala Dunia 2018 merupakan ajang paling menarik karena terdapat berbagai macam kejadian mengejutkan, salah satunya seperti aksi dari Neymar Jr yang melakukan diving atau drama untuk menipu lawan mainnya. Bagi mereka yang mendengarkan lewat radio tentu menjadi saat paling sulit karena hanya bisa membayangkannya saja di kepala.

Survey Penggemar Indonesia yang Mengikuti Piala Dunia 2018 Lewat Radio

Untuk mengetahui berapa besar jumlah penggemar Piala Dunia 2018 yang mengikuti pertandingan melalui radio maka beberapa peneliti melakukan survey secara langsung. Nielsen Radio Audience Measurement telah mendapatkan hasil survey sejak tahun 2016 yang menemukan jika terdapat 20 juta lebih penduduk Indonesia masih mendengarkan benda elektronik tersebut. Sementara itu terdapat setidaknya 11 kota Indonesia dijadikan sebagai sampel dimana tiap orang akan menghabiskan waktu selama 139 menit setiap harinya. Kemudian dibandingkan lagi dengan beberapa tahun sebelumnya dimana survey membuktikan pendengar Indonesia hanya menghabiskan 16 jam saja dalam satu minggu. Hal ini jelas merupakan sebuah peningkatan karena pada tahun 2016 jumlahnya semakin banyak yaitu 16 jam 18 menit tiap minggunya. Dengan begitu bisa disimpulkan jika faktor canggihnya teknologi bukanlah yang utama. Kemungkinan besar mereka memang memiliki TV ataupun perangkat modern lainnya untuk menonton Piala Dunia tetapi lebih memilih radio karena berbagai macam kelebihan dan alasan tersendiri.

Alasan Khusus Masyarakat Mendengarkan Radio

Radio sejak dahulu sampai sekarang menjadi alternatif menarik dan praktis bagi masyarakat untuk mendengarkan sesuatu, termasuk mengikuti pertandingan Piala Dunia 2018. Ada beberapa keunggulan, diantaranya seperti dapat dibawa kemanapun dan kapanpun karena bentuknya kecil. Bahkan Anda tidak perlu lagi menggunakan jenis radio lawas berukuran besar dan berbentuk persegi panjang tetapi bisa mendengarkan melalui gadget canggih lainnya seperti smartphone, laptop dan lain sebagainya. Karena sifatnya sangat fleksibel maka bisa dibawa ketika berkendara, saat tidur, bersantai, istirahat kantor atau sebagainya. Dengan begitu Anda tidak perlu lagi terkendala suatu urusan sehingga harus ketinggalan momen penting selama turnamen berlangsung. Alasan lain lagi yaitu karena radio minim resiko bila dibandingkan TV karena tidak adanya radiasi yang membahayakan bagi mata. Terlebih lagi Piaal Dunia 2018 secara langsung disiarkan pada jam-jam malam bahkan dini hari dimana waktunya orang tertidur serta beristirahat. Sebenarnya tidaklah baik menontong TV pada waktu tersebut karena beresiko merusak mata dan memicu penyakit lainnya. Sementara jika menggunakan radio maka Anda dapat mengikutinya denngan santai tanpa harus terpaku pada layar.

Berdasarkan survey juga ditemukan alasan khusus lainnya dimana mempengaruhi kondisi fisik atau keadaan seseorang. Misalnya saja seperti seseorang penderita rabun mata ataupun gangguan pengelihatan lainnya dimana mereka kesulitan menonton TV pada saat malam hari. Gambar yang ditampilkan terlihat buran dan kurang jelas sehingga membuat suasananya menjadi kurang menyenangkan. Bukannya fokus pada pertandingan tetapi malah terganggu karena tidak kunjung melihat gambar pada layar TV tersebut. Adanya radio juga menjadi obat penolong bagi masyarakat yang memang mempunyai keterbatasan fisik dimana tidak dapat melihat atau tunanetra. Tanpa ketinggalan satupun pertandingan, mereka dapat memanfaatkan radio untuk mengikuti ajang Piala Dunia bahkan sampai ke babak semifinal.

Radio merupakan salah satu sarana mengantar informasi yang sering dipakai oleh orang jaman dahulu. Meskipun kini dapat diakses melalui smartphone atau gadget lainnya tetapi orang lebih menyukai menonton langsung lewat TV karena bisa mengamati tiap gerak-gerik pemain favorit beserta lawannya. Akan tetapi bagi sebagian besar orang hal tersebut tidaklah mungkin karena keterbatasan fisik, misalnya saja mengalami gangguan mata hingga kebutaan sehingga mau tak mau memilih radio agar dapat mengikuti tiap laga. Selain itu, radio juga dianggap praktis karena dapat dibawa kemana saja tanpa bergentung pada TV yang ukurannya terlalu besar. Bahkan Anda saja dapat menikmati berbagai acara mulai dari siaran langsung Piala Dunia 2018, musik, berita dan sebagainya melalui radio.

Diperlakukan Rasis oleh Fans Jerman, Ozil mengundurkan diri dari timnas

Mesut Ozil secara mengejutkan mengumumkan bahwa ia menyatakan mundur dari timnas Jerman. Padahal Ozil selalu bermain apik di timnas jerman, mendapatkan penghargaan 5x sebagai pemain terbaik jerman. Usianya juga masih 29 tahun, melihat bahwa ozil dan rekannya berhasil membawa Jerman juara dunia 2014 lalu. Namun ia kini pensiun dini dari timnas jerman. Ini ia putuskan setelah diperlakukan secara tak hormat dan diperlakukan secara rasis khususnya oleh Presiden Federasi sepakbola Jerman *(DFB).

Gelandang arsenal ini belakangan sering menuai kontraversi dan kritikan bagi fens jerman. Kritikan, dan bahkan cercaan, dilontarkan kepadanya setelah ia foto bareng Racip Erdogan, Presiden Turki . Kritikan dan cercaan itu tak cuma datang dari fans tapi juga dari media koran dan sebagainya. Dan parahnya, Presiden Federasi sepakbola jerman juga ikut mengkritik Ozil, dan memberlakukannya secara rasis. kejadian ini terjadi saat bulan Mei, saat ajang piala dunia akan dimulai.

Akibat kritikan dan kontroversial ini disinyalir membuat ozil dan keluarga menjadi tidak tenang dan berakibat dampat permainan ozil yang buruk di piala dunia. Setelah akhirnya jerman gagal lolos fase grup, kritikan kepada ozil semakin menjadi mengalir deras.

pemain muslim ini bungkam usai berfoto bareng Erdogan yang juga muslim. Namun pada akhirnya ia buka suara, meski melalui akun media sosialnya. Ia mengirim sebuah surat terbuka via Twitter. Ia memecah surat itu menjadi tiga bagian, dan di bagian terakhir inilah ia menyatakan pensiun dari skuat Jerman.

“Perlakuan yang saya terima dari DFB dan banyak pihak lainnya membuat saya tak ingin lagi memakai jersey timnas Jerman. Saya merasa tidak diinginkan dan berpikir bahwa apa yang telah saya raih sejak debut internasional saya pada tahun 2009 telah dilupakan. Orang-orang dengan latar belakang diskriminatif secara rasial harusnya tak diperbolehkan untuk bekerja di federasi sepakbola terbesar di dunia yang memiliki banyak pemain dari keluarga yang memiliki dua etnik dan kultur yang berbeda.”

“Dengan berat hati dan penuh pertimbangan setelah banyak kejadian baru-baru ini, saya tak akan lagi bermain bagi Jerman di level internasional selagi saya masih merasa adanya perlakukan rasis dan tak dihormati. Saya dulu terbiasa mengenakan jersey Jerman dengan rasa bangga dan perasaan bersemangat, tapi sekarang tidak lagi.”

“Keputusan ini sangat sulit dibuat karena saya selalu memberikan segalanya pada rekan-rekan saya, staf pelatih dan orang-orang baik di Jerman. Tapi ketika pejabat-pejabat tinggi di DFB memperlakukan saya seperti yang telah mereka lakukan, menghina darah Turki saya dan secara egois membuat saja menjadi propaganda politik, maka cukup sudah. Ini bukan penyebab mengapa saya main sepakbola dan saya tak akan diam saja dan tak melakukan apapun soal itu. Rasisme harusnya sama sekali tak pernah boleh diterima.”

Kisah Panjang Romelu Lukaku, Singa di Timnas Belgia Keturunan Kongo

Kisah Panjang Romelu Lukaku, Singa di Timnas Belgia Keturunan Kongo

Salah satu pemain paling handal besutan tim nasional Belgia yaitu Romelu Lukaku memang patut diacungi jempol. Pria berkulit gelap ini turut berlaga di ajang Piala Dunia Rusia 2018 yang telah dimulai sejak tanggal 14 Juni kemarin dan berakhir di babak final 15 Juli 2018 mendatang. Lukaku mewakili Belgia yang merupakan negara tempat sekarang tinggal, meskipun pada dasarnya ia keturungan Afrika tepatnya wilayah Kongo. Namanya sudah melambung sejak lama bahkan ia merupakan satu-satunya pemain timnas belgia paling potensial dan punya perkembangan pesat bila dibandingkan dengan lainnya. Nama-nama besar seperti Kevin de Bruyne, Alex Witsel, Eden Hazard, Vincent Kompany, dan Dries Mertens merupakan generasi emas tetapi masih kalah cepat dengan kemajuan Lukaku. Bukan hanya karena telah menapaki jejak sebagai pemain sepak bola sejak 16 tahun saja melainkan dirinya mendapat banyak gemblengan dari berbagai pelatih profesional. Bahkan ia menjadi salah satu pemain paling mahal ketika bermain di Manchecter United sehingga pihak Belgia mengajaknya bergabung di tim.

Masa Kecil Romelu Lukaku di Belgia

Ketika masih kecil, Lukaku tinggal di negara Belgia dimana hidup dengan keluarga sangat melarat. Meskipun bakat sepak bola diturunkan dari sang ayah yang menjadi salah satu pemain semenjana Zaire, tetapi tidak membuat hidupnya bergelimang kemewahan bak anak Ronaldo ataupun lainnya. Pendapatan ayahnya tidaklah tentu dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari karena kariernya sebagai pemain bola sudah hampir habis.
Sementara sang ibu juga berasal dari keluarga yang sederhana dimana tak mempunyai warisan besar seperti wanita pada umumnya. Hampir tiap minggu, sang ibu selalu mampir ke warung terdekat hanya untuk berhutang makanan yaitu sepotong roti yang akan dibayar pada akhir pekan. Rumah Lukaku bisa dikatakan kosong karena berbagai macam perabotan harus rela dijual demi memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan tiap rumah mereka selalu gelap karena tak mampu membayar iuran listrik sehingga pemerintah terpaksa memutus sambungannya. Setiap hari dilalui serba kekurangan bahkkan mereka berbagi makanan, susu, dan air hangat untuk mandi saat musim dingin tiba. Lukaku menganggap kondisi keluarga mereka melarat dan kemudian membuatnya bersumpah ingin memperbaikinya suatu saat nanti.

Mengawali Cita-Cita Sebagai Pemain Bola

Berbekal keinginan membahagiaan orang tua serta memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya, Lukaku mulai belajar bermain sepak bola. Pada waktu itu usianya masih belia yaitu enam tahun namun sudah memanntapkan niat menjadi salah satu pemain bola profesional di dunia. Ia kemudian menyampaikan hal tersebut kepada ibunya yang tengah menangis selepas pulang sekolah.

Lukaku tumbuh menjadi remaja betubuh besar, berkulit gelap namun kekar. Dengan bekal fisik seperti itu, ia mampu menggiring dan memainkan bola dengan mudah dibandingkan teman seusianya. Meskipun begitu dirinya tetap saja mendapatkan ejekan serta hinaan dari orang lain. Contohnya ketika bermain di tim junior Lierse, ia sempat dianggap menyalahi aturan karena seperti remaja bertubuh paling tinggi namun malah masih bermain di kelas anak-anak. Terlebih lagi kemampuan sepak bolanya juga sangat bagus sehingga membuat para orang tua siswa lain menjadi sangat iri dan menyalahkan atas kelebihan fisik tersebut. Ia sampai harus menunjukkan identitas diri agar orang lain percaya jika usianya baru menginjak 11 tahun dan merupakan warga asli Belgia. Selain itu tim Anderlecht juga sempat dimasukinya untuk mengasah kemampuan supaya lebih berkembang.

Perjalanan Lukaku meraih cita-cita sebagai pemain papan atas ternyata sangat panjang bahkan ketika sudah masuk ke tim besar Belgia, ia masih saja mendapatkan perlakuan tak menyenangkan. Ia sendiri menceritakan kalau mendapatkan banyak tekanan dari negara sendiri dimana orang-orang mencaci dan menghinanya. Alasan utama adalah karena Lukaku merupakan keturunan Kongo, salah satu negara di Benua Afrika. Terlebih lagi ketika sedang bermain buruk atau hanya melakukan sedikit saja kesalahan maka ribuan cacian akan menghujam dirinya. Parahnya lagi mereka akan melakukan tindakan rasisme mengenai bentuk fisik dan ras yang melekat padanya yaitu sebagai keturunan Kongo. Ia berkata, meskipun mempunyai kulit gelap dan leluhurnya dari Afrika namun tanah airnya tetap di Belgia.

Bermain di Piala Dunia 2018

Karena permainan Lukaku selalu berkembang terus-menerus, akhirnya ia berhasil menjadi pemain di Manchester United dan berlaga di dalam Piala Dunia 2018. Karena ia jugalah Belgia mampu bertahan sampai ke babak semifinal bersanding dengan tim nasional unggulan dari negara lain seperti Brazil, Inggris, Kroasia, dan lainnya. Kemudian ada satu cerita menarik saat laga Piala Dunia 2018 saat Belgia melawan Perancis dimana salah satu bek lawan, Raphael Varane mengeluhkan soal Lukaku. Ia mengaku jika pemain keturunan Kongo tersebut sulit ditaklukan, tak hanya karena permainannya lincah tetapi juga tubuh tinggi dan besar. Fisiknya itu merepotkan posisi pertahanan tim manapun yang akan berhadapan dengan mereka sehingga Lukaku bisa dengan mudahnya merebut kembali bola dan menggiringnya ke dalam gawang.

Prestasi Lukaku tidak terhenti sampai disitu saja, ia menjadi satu dari sembilan penyerang kontroversial di dunia. Kakinya yang panjang dapat membuat pergerakan menjadi lebih cepat dan gesit. Seperti saat itu, Lukaku selalu saja berhasil memberikan umpan empuk kepada para partner timnya dalam pertandingan. Salah satunya membuka peluang bagi Nacer Chadli untuk mengeksekusi bola hingga berakhir ke gawang kipper Jepang. Hal ini juga berlaku ketika tengah melawan Brazil di perempat final Piala Dunia 2018 kemarin. Saat itu Brazil yang dimotori oleh Neymar setelah aksi diving dan drama lapangan berhasil mengalahkan Meksiko meskipun dikritik banyak pihak. Akan tetapi Brazil tetap tak mau kalah dan menang telak atas lawannya. Banyak orang mengira kalau negara tersebut bakal menang namun ternyata Belgia mampu memimpin skor lebih tinggi. Lukaku berperan sebagai striker, menerima bola dari daerah pertahanan dan mengopernya ke De Bruyne. Satu goal berhasil tercipta karena umpan jitu dari sang singa Kongo.

Romelu Lukaku, pemain asli Belgia namun berasal dari Kongo telah membuktikan pada dunia jika ia mampu menjadi pesepakbola terkenal. Bukan hanya karena bayaran mahal saja melainkan pengakuan atas potensi yang telah dibangun sejak usianya masih enam tahun dilatar belakangi dengan kemelaratan hidup. Semuanya berhasil ditunjukkan ketika Lukaku masuk ke babak perempat final Piala Dunia 2018 melawan Brazil, salah stau negara dengan pemain bola paling ditakuti. Menurut pengakuannya, semua jerih payah tersebut dapat direalisasikan karena niat balas dendam terhadap kehidupan sebelumnya. Dari seorang anak dengan keluarga melarat, makan dan mandi serba susah tetapi kini menjadi salah satu pemain berpendapatan tinggi dan sangat diperhitungkan. Bermain dalam Liga Champions, Piala Dunia dan berbagai pertandingan kelas dunia sudah kenyang dicicipi olehnya. Meskipun begitu ternyata ada banyak cerita pahit melatarbelakangi kesuksesan tersebut dimana akan menjadi catatan sejarah sekaligus pelajaran bagi masyarakat luas.

FIFA Berikan Dukungan Penuh Pada Indonesia Agar Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Tuan rumah dalam laga Piala Dunia selalu saja menjadi perbincangan menarik di kalangan masyarakat dunia. Terdapat berbagai macam fakta, pro dan juga kontra di dalamnya sehingga membuat banyak orang ingin selalu membahasnya. Sekarang ini Piala Dunia 2018 memilih Rusia sebagai tuan rumah dimana sebenarnya telah resmi ditentukan sembilan tahun lalu, tepatnya pada tanggal 2 Desember 2010 oleh pihak FIFA. Sebelumnya, sempat terjadi berbagai macam masalah karena Rusia dituding melakukan pekerjaan kotor demi mendapatkan posisi paling populer tersebut. Caranya dengan memberikan uang suap kepada beberapa Komite Unggulan Dewan FIFA yang langsung mengurusi pertandingan Piala Dunia. Ini juga terjadi dengan negara Qatar dimana proses pemilihan diselenggarakan pada waktu yang sama tetapi sebagai tuan rumah Piala Dunia tahun 2022 mendatang. Keduanya dianggap saling bersekongkol terkait dugaan kasus suap tersebut sehingga membuat FIFA akhirnya angkat bicara dan membuat suatu investigasi panjang. Setelah itu telah keluar hasil laporan yang membebaskan FIFA dari segala tuduhan sehingga pertandingan akan tetap diselenggarakan di Rusia. Meskipun begitu Qatar masih belum terbebas begitu saja karena tahun 2022 masih lama sehingga kemungkinkan besar akan diadakan penyelidikan kembali.

Indonesia Makin Berpeluang Jadi Tuan Rumah

Tahukan Anda jika negara kita Indonesia berniat mendaftarkan diri menjadi tuan rumah di Piala Dunia? Masih belum pasti mengenai periode yang ditetapkan, entah 2026 atau 2034 mendatang sehingga Indonesia punya banyak waktu untuk berbenah. Mengingat negara ini masih sangat membutuhkan pembangunan serta pembenahan pemerintahannya. Jika benar hal tersebut terjadi maka tentu akan memakan dana tak sedikit bahkan sampai menghabiskan seluruh aset rakyat. Tidaklah mungkin jika negara harus menggerogoti uang penduduk hanya demi mendapatkan gengsi semata di mata dunia. Oleh sebab itulah mengapa keputusan tersebut masih menjadi petimbangan besar bagi beberapa pihak, salah satunya Menpora.

Piala Dunia sebenarnya akkan menjadi sarana atau alat pengantar Indonesia menuju ke kehidupan baru, lebih dipandang dunia dan meningkatkan mutu tiap sektor seperti bidang olahraga, ekonomi, pariwisata, dan lain sebagainya. Kerjasama dengan berbagai macam negara kuat juga menjadi lebih mudah karena telah menyandang nama besar menjadi tuan rumah Piala Dunia. Hal ini diungkapkan oleh Menpora dimana negara kita mempunyai peluang besar maju sebagai kandidat untuk Piala Dunia 2022 kalau saja Qatar mengundurkan diri atau dibatalkan oleh FIFA. Akan tetapi waktunya terlalu singkat sehingga tidak memungkinkan bagi pemerintah mempersiapkan segala sesuatunya. Kemudian muncul rencana baru jika Indonesia bakal maju ke pemilihan tuan rumah tahun 2034 sehingga masih ada setidaknya 16 tahun melakukan pembangunan terlebih dahulu. Pasalnya, FIFA menerapkan syarat dan kebijakan terlalu rumit untuk memenuhi standar Piala Dunia sebagai ajang internasional bergengsi, salah satunya mengharuskan tiap tuan rumah menyediakan 20 stadion berstandar internasional. Hal ini tentu saja merupakan syarat sulit karena masih belum mempunyai anggaran cukup untuk membangun stadion sepak bola baru ataupun merenovasi yang lama.

Paling tidak Indonesia tidak dapat menjadi tuan rumah tunggal dan menanggung beban biaya sendirian. Seperti negara lainnya, pemerintah akan mengajak negara sahabat bergabung dan menyelenggarakan Piala Dunia 2034 bersama. Seperti Thailand yang sudah mengajukan diri membantu sebagai partner Indonesia untuk menghelat turnamen besar tersebut pada beberapa periode berikutnya. Adanya keputusan tersebut disambut baik oleh kedua belah pihak sekaligus mendapatkan banyak sekali dukungan, seperti dari AFF dan juga Asosiasi Sepak Bola Internasional atau FIFA.

Indonesia Dapat Dukungan FIFA

Salah satu wakil anggota FIFA mengatakan setuju jika Indonesia dan Thailand saling bekerjasama mencalonkan diri sebagai tuan rumah. Bukan tidak mungkin jika pertandingan Piala Dunia 2034 diselenggarakan di kawasan Asia Tenggara agar mendapatkan atmosfir baru bagi para pesertanya. Tengku Abdullah yang juga merupakan Anggota Dewan FIFA dari Malaysia begitu mendukung rencana tersebut. Ia menambahkan jika tiga sampai empat negara ASEAN bisa mendaftarkan diri sebagai tuan rumah gabungan seperti yang dilakukan Amerika bersama partner negara lainnya.

Kabar ini juga disambut sangat baik oleh pemerintahan Indonesia dan menganggapnya sebagai pertanda besar. Kemungkinan rencana tersebut akan terwujud dan berjalan lancar karena kedua negara akan menjadi perwakilan ASEAN. Sementara itu Malaysia dan Singapura selaku saingan berat Indonesia dikabarkan tidak akan ikut mencalonkan diri karena suatu alasan tertentu. Misalnya saja seperti Singapura dimana sebagian penduduknya kurang antusian bahkan tidak tertarik terhadap pertandingan sepak bola. Akan sangat merugikan jika mengadakan pertandingan tingkat dunia sampai menghabiskan milyaran dollar uang apabila tidak ada dukungan serta antusiasme dari warga. Berbeda sekali dengan Indonesia serta Thailand yang didominasi supporter serta penggemar olahraga sepak bola. Bahkan keduanya mempunyai tim nasional andalan dengan para pemain profesional dan tertatih.

Teungku Abdullah juga mengungkapkan soal perizinan menjadi negara tuan rumah. Masing-masing negara tidak akan merasa kesulitan ketika mencari izin kepada pihak FIFA. Melihat pada tahun 2007 silam, beberapa negara kawasan ASEAN juga sempat menjadi tuan rumah Piala Asia dengan lancar tanpa hambatan sama sekali. Meski kesempatan makin besar tetapi Indonesia harus waspada terhadap pesaing lain seperti Cina. Negara tersebut kabarnya juga punya ambisi yang sama yaitu mendaftarkan diri menjadi kandidat tuan rumah pada Piala Dunia 2034. Apabila sampai terjadi maka akan menjadi ancaman besar karena Cina merupakan negara dengan penduduk paling padat di dunia yang juga menggemar olahraga sepak bola.

Boleh saja Indonesia tetap pada ambisinya menjadi tuan tuan rumah Piala Dunia 2034 bersama dengan Thailand. Jika ditanggung oleh dua negara maka bebannya semakin ringan karena anggaran akan mengecil bila dibandingkan menjadi tuan rumah tunggal. Contohnya saja seperti Rusia dimana menghabiskan sekitar 11,8 miliar dollar Amerika untuk membangun pemerintahan serta negaranya. Presiden Vladimir Putin sendiri mengatakan, dirinya rela menghabiskan aset agar bisa menghadirkan suasana meriah sepanjang turnamen Piala Dunia. Mulai dari melaksanakan pembangunan stadion baru, fasilitas umum, hotel serta penginapan, lapangan berlatih bagi peserta dan sebagainya. Kemudian ada pula pajak tuan rumah yang diberikan untuk pihak FIFA.

Sebelum menetapkan keputusan, akan lebih baik jika pemerintah Indonesia mengkaji ulang berbagai macam perkara. Jangan sampai ambisi mendapatkan popularitas sebagai tuan rumah malah menjadi boomerang bagi negara sendiri. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan, mulai dari uang modal, pembangunan insfrastruktur, sarana transportasi, gedung stadion, fasilitas publik, pelatihan timnas, menyewa pelatih bersertifikat, dan masih banyak lagi lainnya. Tidak bisa dipungkiri kalau tim nasional kita belum siap berlaga di Piala Dunia, terlebih lagi bersanding dengan negara kuat seperti Jerman, Inggris, Belgia, Argentina, Spanyol, Brazil dan sebagainya. Tentunya pihak FIFA juga enggan menyetujui negara yang belum pernah mendapatkan pengalaman serta prestasi cukup di laga internasional untuk menjadi tuan rumah.

Sukses antarkan Prancis juara dunia, Kini Pogba Ingin kembali ke Juventus?

Pujian mengalir deras untuk Pogba atas permainan apiknya di Prancis di Piala Dunia 2018.
Mourinho, pelatihnya di Manchester United juga begitu terkesima dengan peforma apik Pogba selama turnamen piala dunia 2018 ini. Menurut Mou, Pogba kian hari kian bertambah dewasa.
“Pogba sudah dewasa, dia bermain dengan kedewasaan yang luar biasa, ketika dia mempertahankan posisi dan terus mengontrol pertandingan.”
“Ketika Deschamps menarik [Oliver] Giroud untuk menggantinya dengan [Steven] Nzonzi, maka Pogba lebih mendapatkan kebebasan tapi kebebasan itu tidak membuatnya bermain konyol.”
“Kebebasan untuk menjaga bola dari area berbahaya. Menjaga bola, memberi assist ke [Antoine] Griezmann dari kesempatan emas. Dia benar-benar telah dewasa,” tandasnya.

Setelah berhasil mengantarkan prancis juara dunia, Pogba di rumorkan ingin kembali lagi ke klub lamanyam Juventus. Kabar ini digencarkan oleh Tuttosport, yang menyatakan bahwa sang gelandang termahal ini merasa jenuh dengan aktivitas di bawah arahan Jose Mourinho. Pogba hanya ingin hijrah ke klub yang sudah dikenalnya dan ini berarti Bianconeri masuk dalam pandangannya. Kedatangan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid memang menjadi daya tarik tersendiri dan bisa sebagai peluang kuat untuk Juventus mencoba meraih trofi Liga Champions. Pogba pernah menjadi bagian dari skuat Juventus, mencatatkan 178 penampilan sebelum dibeli kembali oleh United pada awal musim 2016/17.

Rumor ini semakin menguat setelah Pogba terekam kamera bercanda dengan penggawa Juventus, Blaise Matuidi yang menanyakan potensi kepulangannya. “Aaaah, Si Nyonya Tua [julukan Juventus]! Si Nyonya Tua!” jawab Pogba dengan mimik wajah semringah. Pogba, 25, punya kenangan manis bersama Juventus sejak gabung secara bebsa transfer pada 2012 dari United, di sana ia sukses memenangkan empat Scudetto.
Sang gelandang internasional Prancis berusia 25 tahun masih belum mampu menemukan performa terbaiknya dalam dua musim terakhir berkostum Red

Muhammad Zohri, Atlet sprinter peraih emas dunia

Lalu Muhammad Zohri, adalah juara 1 dalam lomba sprinter 100 meter kejuaraan dunia atletik U-20 di Finlandia. Zohri mengharumkan nama bangsa Indonesia. Namanya kini populer di seantero nasional. Lalu Muhammad Zohri merupakan atlet Indonesia pertama yang sukses menjadi juara dunia lari 100 meter meski untuk kategori U-20. Atas prestasi gemilangnya tersebut, Zohri banyak mendapatkan apresiasi termasuk dari Presiden JOKOWI.

Eni, pelatih zohri mengatakan ada hal unik dalam diri Lalu Muhammad Zohri. Si pelatih mengatakan Zohri masuk Pelatnas pada bulan Januari 2018, setelah menjadi juara pada Kejurnas antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) 2017.

“Dia sosok yang sederhana, tenang, tidak banyak omong. Dia orang yang disiplin,” kata Eni

Tak ada yang menonjol dari tubuh seorang Zohri, sama seperti rata-rata pemain Asia lainnya. Atlet asal Nusa Tenggara Barat ini memang dinilai punya bakat bagus di ajang olahraga Lari / Sprinter. “Jadi, kami tinggal mengasah saja. Susah-susah gampang. Dia sudah memiliki dasar yang bagus untuk jadi pelari. Ia mempunyai kecepatan frekuensi lari yang bagus,” sambung Eni.

Eni menyadari talenta istimewa yang dimiliki pada diri Zohri. Namun, Eni tak menyangka anak didiknya bisa merebut medali emas pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20.

“Hasil itu mengejutkan kami. Kami tak targetkan apa-apa pada zohri. Kami awalnya hanya menyangka dia bisa masuk final, maksimal di posisi tiga. Apalagi saat melihat atlet-atlet yang berpartisipasi, banyak yang pernah mencatatkan waktu 10-an detik atau bahkan 9-an detik,” ujar dia.

Zohri meraih emas setelah mencatatkan waktu 10,18 detik dalam jarak 100m. “Zohri juga belum pernah mencatat waktu sebaik ini. Dia memecahkan rekor pribadinya sendiri,” ujar Eni.

Lalu Muhammad Zohri juga akan menjadi wakil Indonesia di cabang olahraga yang sama pada Asian Games 2018. Zohri diharapkan bisa kembali mengharumkan nama Indonesia.

Aksi Diving Neymar di Piala Dunia 2018 Menuai Banyak Pro dan Kontra

Aksi Diving Neymar di Piala Dunia 2018 Menuai Banyak Pro dan Kontra

Siapa yang akan lupa dengan mudahnya tentang kejadian mengejutkan sekaligus mengecewakan terkait aksi Neymar Jr. Pemain berasal dari timnas Brazil ini memang sangat populer karena termasuk sebagai pesepakbola kelas dunia paling diperhitungkan. Namanya dijejerkan dengan Christiano Ronaldo dan Lionel Messi dimana usia serta pengalaman bermain lebih lama ketimbang dirinya. Namun potensi dari Neymar begitu cepat meskipun usianya baru saja 26 tahunan. Akan tetapi ketika laga Brazil mewalan Meksiko pada tanggal 2 Juli kemarin sungguh menciptakan suasana menjadi tak karuan dimana sang idola seketika itu juga membuat ilfeel sebagian besar pengagumnya. Neymar melakukan drama atau diving di tengah lapangan terlalu berlebihan. Miguel Layun, salah seorang penyerang Meksiko secara tak sengaja menginjak pergelangan kaki kanan sehingga membuatnya berguling dan meronta. Hal tersebut membuat kondisi lapangan terdiam dan secara otomatis kebingungan karena tak menyangkan jika Neymar akan melakukan hal memalukan.

Beberapa pihak lantas mengecam karena pemain Brazil tersebtu memang sedang ber-diving seperti yang sudah biasa dilakukan pada laga sebelumnya di Piala Dunia 2018. Terlebih lagi saat wasit tak memberikan pelanggaran apapun kepada tertutuh, Miguel Layun dan tetap melanjutkan permainan seperti biasa. Pada saat itu Neymar langsung berdiri kembali dan berjalan selayaknya orang normal yang tak mengalami kecelakaan tragis sama sekali. Inilah yang kemudian membuat banyak orang menjadi muak akan aksi drama tersebut dimana Neymar terlihat sangat kesakitan seperti terhantam keras dan cidera patah kaki. Padahal kondisinya baik-baik saja tanpa memar ataupun terluka parah akibat injakan Layun. Sementara itu pelatih Meksiko menyayangkan timnya membuang waktu sia-sia sekaligus kehilangan peluang merebut bola dan menyamakan kedudukan.

Diving dalam Sepak Bola Sudah Biasa

Diving bukanlah menyelam di dalam air tetapi sebutan bagi para pemain sepak bola yang tengah melakukan akting, berpura-pura atau drama di tengah lapangan dengan tujuan tertentu. Biasanya mereka akan memulai aksi tersebut jika merasa terhimpit lawan dan terancam. Adapun beberapa tujuannya yaitu untuk mengambil alih perhatian, memunculkan peluang merebut bola, mengintimidasi, bahkan membuat lawan yang dianggap berbahaya keluar dari permainan. Dengan begitu tidak ada lagi ancaman menghalangi kesempatan bagi suatu tim memenangkan suatu turnamen. Kejadian ini sangat sering ditemukan pada laga Piala Dunia karena tiap pemain tentu saja ingin merebut serta berusaha menyamakan skor terhadap lawan bermainnya. Tak hanya Neymar tetapi masih banyak lagi pesepakbola mengandalkan diving sebagai senjata paling ampuh untuk mendapatkan sebuah peluang besar, diantaranya:

  1. Pada saat Piala Dunia 1990, Jurgen Klinsmann pemain timnas Jerman menggunakan diving untuk menipu wasit Edgardo Codesal. Ketika itu sedang bermain bersama Argentina di babak final sehingga membuat dirinya merasa terancam. Klinsmann memang terkena hantaman Pedro Monzon pada bagian kaki dan membuatnya langsunng meronta-ronta kesakitan kemudian terkapar di tengah lapangan. Tidak ada luka ataupun cidera parah sama sekali tetapi drama tersebut membuat Monzon harus keluar permainan karena mendapatkan kartu merah.
  2. Selain itu ada lagi aksi diving dari Sergio Busquets pada Liga Champions 2010 yang membuat Thiago Motta berhenti berlaga. Pasalnya, Busquets berpura-pura melakukan penipuan mengalami cidera dan diserang secara sengaja oleh lawan mainnya tersebut. Bahkan dirinya sendiri mengakui tetapi tak ingin dikatakan curang melainkan berlaku cerdas saat sedang pertanding.
  3. Selanjutnya adalah Luis Suarez yang mempunyai kebiasaan diving sangat unik. Ia seringkali menggigit lengan lawan jika sudah merasa terancam atau bolanya berhasil direbut. Ketika masih menjadi pemain Liverpool, Suarez tiba-tiba terjatuh saat dikelilingi tiga pemain Stoke City sehingga memberikan kesan dikroyok. Ketika video pertandingan diputar ulang, tidak ada satupun pemain menyentuh apalagi melakukan kekerasan terhadapnya. Karena sudah ketahuan maka ia mengaku jika semuanya hanya settingan belaka namun dengan pembelaan diri agar tak dianggap curang.
  4. Pemain Manchester United di Liga Champions 2015, Ashley Young pernah mendapatkan pelanggaran dari Paul Scholes. Ia ketauan melakukan drama diving lapangan supaya bisa menang dan skornya lebih unggul.
  5. Piala Dunia 2014 juga pernah dikotori dengan berbagai macam aksi curang berkedok diving. Ketika Belanda melawan Meksiko, Arjen Robben sengaja menjatuhkan dirinya karena dijegal oleh Rafael Marquez tanpa adanya cidera parah sama sekali. Karena reaksi berlebihan maka wasit segera ambil tindakan dengan memberikan Belanda penalti di menit ke-94 dan akhirnya mereka menang dengan skor 2-1 terhadap Meksiko.

Banyak Pihak Menanggapi Aksi Menyelam Neymar

Bila dibandingkan dengan beberapa contoh kejadian diving di pertandingan Piala Dunia maupun laga internasional sebelumnya, aksi Neymar dianggap paling TOP. Hal ini karena ia telah memenuhi semua syarat, diantaranya menggunakan diving secara berulang kali, menipu wasit agar dapat keuntungan, dan punya banyak variasi gaya diving seperti terkapar, berguling-guling, ataupun terjerembab. Kemudian hal tersebut menggiring begitu banyak opini dari berbagai macam pihak seperti pelatih Meksiko yang tentu sangat dirugikan karena aksi Neymar sangat kecewa. Begitu pula sang pemain bola Legendaris, Maradona menganggap tingkat Neymar kekanakan dan seharunya dapat tampil dewasa. Akan tetapi tanggapan Ronaldo berbanding terbalik dimana menilai jika Neymar sudah benar dalam mencegah terjadinya kecurangan ataupun serangan mendadak yang ditujukan terhadapanya. Jadi divinng tersebut sebagai bentuk tameng diri, mengingat ia merupakan pemain paling ditakuti serta mengancam posisi timnas lawan.

Sementara itu, salah satu berita di New York Times dengan judul Neymar and the Art of the Dive menjadi perbincangan menarik bagi masyarakat. Tokoh seni peran juga memberikan tanggapan atas aksi drama tersebut yaitu Jim Cadler yang merupakan dosen di Tisch School of the Arts New York University. Cadler mengaku jika tindakan Neymar sama persis seperti para siswanya yang masih ada di bangku pemula atau bisa dikatakan belum dilakukan secara profesional. Hal ini dikarenakan ekspresi dan reaksinya kurang natural, meronta-ronta, berguling sambil terkapar di tengah lapangan mengingat hanya bagian pergelangan kaki saja yang terinjak. Padahal pemain dengan luka parah seperti patah kaki ataupun cidera lain, secara otomatis akan terdiam karena kaget dan mengungkapkan kesakitan tanpa harus berteriak tak karuan.

Diving sepanjang Piala Dunia memang masih menjadi perkara rancu, dalam arti belum ditemukan titik terangnya. Terkadang wasit juga merasa serba salah dalam menentukan antara korban dan pelaku. Terlebih lagi pemain seperti Neymar berusaha melakukan diving dengan berbagai macam cara, mulai dari berguling, berteriak, tersungkur, terkapar dan lain sebagainya sehingga membuat wasit kebingungan dibuatnya. Sebaiknya pihak FIFA meningkatkan sistem pengawasan selama pertandingan sekaligus membuat semacam tim pemeriksa. Tugas mereka adalah untuk terjun ke lapangan dan mengecek langsung keadaan para pemain jika terjadi insiden ataupun kecelakaan, lebih tepatnya mengetahui apakah korban memang cidera atau hanya diving saja.

Beberapa Kecurangan Besar Pemain di Turnamen Piala Dunia yang Harus Anda Tau!

Beberapa Kecurangan Besar Pemain di Turnamen Piala Dunia yang Harus Anda Tau!

Siapa pula yang tak ingin menyandang gelar sebagai juara dunia di pertandingan tingkat internasional, Piala Dunia? Setiap tim nasional dari suatu negara pastinya mengincar posisi tersebut sampai rela melakukan berbagai macam usaha. Mereka akan menyewa pelatih bersertifikat terbaik, latihan setiap hari dan melengkapi para pemainnya dengan fasilitas memadai. Menjadi juara Piala Dunia bukan hanya masalah nama besar atau popularitas semata melainkan adanya berbagai macam keuntungan di baliknya. Jika suatu negara berhasil angkat trofi kemenangan World Cup maka mampu diakui oleh dunia. Setelah itu akan memudahkan dalam berbagai macam kegiatan seperti menjalin hubungan dengan negara kuat, mendapatkan power lebih daripada sebelumnya, memajukan beberapa sektor pemerintahan, meningkatkan kualitas rakyat dan lain sebagainya. Untuk mencapai tujuan tersebut hampir semua peserta berusaha menerapkan cara-cara mulai dari yang sifatnya awam bahkan sampai kotor sekalipun.

Nekat Melakukan Aksi Curang Selama Pertandingan

Bukan suatu rahasia lagi jika beberapa tim negara yang ikut ajang Piala Dunia melakukan suatu tindakan berlebihan, entah drama, berpura-pura cidera, ataupun menjatuhkan lawan dengan sengaja. Semua masyarakat penggemar bola tentu sudah hafal betul mengenai cara tersebut dimana tim sepak bola ingin menjadi lebih unggul daripada pihak lawan. Pasalnya di dalam lapangan, tak seorangpun mampu memastikan kejadian yang akan terjadi. Suatu timnas yang awalnya dianggap kurang potensial seringkali berlaga apik dan mencetak goal sehingga mengalahkan negara-negara kuat. Kejadian ini sempat beberapa kali terjadi di periode tahun sebelumnya sehingga tidak semua yang lemah kalah mengalami kekalahan. Oleh sebab itulah mengapa banyak pemain melakukan tindakan curang dan melanggar peraturan supaya peluang menangnya juga lebih besar. Salah satu tim nasional yang melakukan strategi kotor yaitu Jerman dan Argentina, keduanya terkenal sebagai tim paling banyak mendapatkan pelanggaran sepanjang Piala Dunia berlangsung sejak 1930 silam. Dimulai dari menjegal pemain lain, menabrak, meninju, sampai merekayasa kecelakaan buatan di lapangan agar lawannya cidera parah dan tak melanjutkan kembali pertandingan. Biasanya hal tersebut dilakukan ketika timnya merasa terancam ataupun ada salah seorang rival mempunyai potensi bagus untuk menang.

Pemain Piala Dunia yang Berlaku Curang

Banyak sekali pemain dalam ajang Piala Dunia melakukan tindak kecurangan. Mereka menghalalkan semua cara agar dapat menjadi pahlawan bagi negara asal dengan meningkatkan peluang kemenangan. Tak hanya berupa serangan fisik seperti adu jotos, tendangan, jegalan, menabrakkan diri ke lawan saja melainkan berbagai cara tak wajar lainnya. Misalnya saja seperti yang dilakukan oleh sebagian besar tim Afrika dimana menggunakan magis atau klenik untuk membuat mereka bermain lancar di tengah lapangan. Contoh lainnya lagi seperti menggunakan peralatan jarak jauh untuk meganggu konsentrasi pemain lain, mulai dari sinar laser, mencampurkan obat di minuman, dan lain sebagainya. Berikut ini terdapat lima orang pemain sepak bola Piala Dunia yang curang dan sengaja melanggar peraturan demi mencapai tujuan tertentu.

  1. Diego Maradona
    Siapa yang tak kenal dengan nama yang satu ini, Diego Maradona merupakan pemain asal Argentina paling legendaris sepanjang masa. Sepak terjangnya begitu panjang dan prestasinya juga banyak sehingga diperhitungkan di mata dunia. Ketika berhadapan dengan Inggris di Meksiko pada Piala Dunia tahun 1986, Maradona melakukan sebuah kecurangan yang membuat timnya menang. Ketika melakukan goal ke gawang Meksiko, ternyata tangannya menyabet bola supaya berhasil masuk dan mencetak skor. Hal ini nyaris saja tak terlihat karena kejadiannya begitu cepat dan sigap. Namun setelah videonya ditayangkan ulang dan diperlambat akhirnya ketahuan apabila ia menggunakan cara tidak fair.
  2. Thierry Henry
    Thierry Henry merupakan pemain handal di timnas Prancis. Namanya selalu disebut-sebut bakal membawa Prancis ke gerbang kemenangan. Akan tetapi ternyata ia malah membuat malu dan mencoreng citra negara tersebut dengan melakukan tindakan curang. Ketika Piala Dunia 2010 melawan Irlandia, Henry menggunakan tangan untuk mengontrol bola. Kemudian memberikan umpan ke rekan satu tim bernama William Gallas. Akhirnya satu goal berhasil dicetak oleh Gallas dan mengantarkan Prancis menjadi sang juara menghadapi negara lain di final Piala Dunia 2010.
  3. Luis Suarez
    Selanjutnya ada nama Luis Suarez asal Uruguay yang bermain di laga Piala Dunia 2010 juga. Kecurangan yang dilakukan yaitu menangkis sundulan bola dari salah satu pemain Ghana dengan menggunakan tangan. Bola yang tadinya akan masuk ke gawang harus terlempar dari lapangan sehingga membuat lawannya kehilangan skor. Kali ini wasit mengetahuinya dan segera memberikan sebuah kartu merah dan tendangan penalti untuk Ghana.
  4. Nigel de Jong
    Salah satu pemain Belanda, Nigel de Jong juga pernah dengan sengaja melakukan sebuah pelanggaran. Saat melawan Spanyol, dirinya menendang dada Xabi Alonso asal Spanyol. Jika melihat tayangan ulangnya maka bisa dipastikan kalau tendangan kungfu tersebut teramat parah dan brutal. Sayangnya wasit lapangan hanya memberikan kartu kuning saja, artinya de Jong masih bisa melanjutkan permainan sampai menit terakhir.
  5. Rivaldo
    Piala Duia 2002 tak lepas dari insiden curang dan mengejutkan dimana Rivaldo yang merupakan pemain Brazil membuat suatu drama lapangan hijau. Saat itu rivalnya berasal dari tim nasional Turki, Hakan Unsal secara tidak sengaja menendang bola ke arahnya sampai mengenai bagian kaki. Tidak ada cidera sama sekali tetapi mantan pemain AC Milan tersebut langsung terkapar dan meringis kesakitan di tengah permainan. Karena tindakan tersebut akhirnya Hakan Unsal mendapatkan kartu merah dan diusir tidak bisa melanjutkan pertandingan.

Karena ada banyak sekali kecurangan bahkan insiden berutal mengarah kriminalisme selama Piala Dunia maka pihak FIFA membuat peraturan baru lebih tegas. Misalnya saja dalam Piala Dunia 2018 Rusia, mereka tidak akan membiarkan adanya tindakan curang selama pertandingan berlangsung. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan memasang VAR atau Video Assistant Referees untuk membantu kerja wasit dalam menentukan mana tim salah dan benar ketika terjadi pelanggaran. Ketika terdapat momen yang sekiranya krusial maka akan diputar kembali lewat tayangan ulang. Setidaknya ada 33 buah kamera pengintai di lapangan, dua diantaranya merupakan offside atau kamera pemantau, delapan kamera slow motion dan empat kamrea ultra slow motion. Adapun bentuk pelanggaran yang dapat terlihat diantaranya seperti kekeliruan keputusan wasit, tayangan goal, pelanggaran kotak penalti, kecurangan, pelanggaran sifatnya keras dan lain sebagainya. Kemudian FIFA juga membentuk IFAB atau Badan Pembuat Aturan Sepak Bola dengan tujuan supaya Piala Dunia berjalan lancar, tertib dan bersih.

Memang tidak bisa dipungkiri lagi jika tiap pemain selalu ingin berusaha memenangkan pertandingan dan membuat bangga timnas masing-masing. Namun sayangnya, beberapa dari mereka malah berani melakukan kecurangan sampai tindakan anarkis sekalipun. Padahal akibatnya bisa sangat fatal, seperti membuat lawan cidera parah sampai koma ataupun meninggal dan mencoreng nama baik negara yang diwakili oleh tim tersebut.

Luca Modric, pemain terbaik piala dunia 2018

peraihan piala bola emas sebagai tanda pemain terbaik di ajang piala dunia 2018 kali ini jatuh kepada Luca Modrid. Walaupun sebagai pemain terbaik, Modric kurang beruntung untuk membawa tim nya ikut serta menjadi juara piala dunia.
Modric meneruskan tradisi unik yang dimulai pada 2006, di mana pemain terbaik adalah pemain dengan nomor punggung 10 dan gagal juara.

Meski Kroasia gagal meraih gelar juara Piala Dunia 2018, setelah ditumbangkan oleh Prancis dengan skor 4-2 pada partai puncak yang digelar di Luzhniki Stadium, Moskwa, mereka masih tetap bisa berbangga pada prestasi di turnamen tahun ini.

Modric bermain dalam 7 pertandngan bersama Kroasia dan memberikan 2 gol dan 1 assists untuk timnya.
Kepandaiannya dalam menggalang dan memimpin lini tengah juga ditunjukkan dengan mencatatkan 422 umpan sukses, 18 kreasi peluang dan 15 dribel sukses dari 21 percobaan. Catatan yang nyaris lebih baik dari setiap pemain di turnamen tahun ini, oleh karena itu, tidak salah Modric terpilih menjadi yang terbaik di Rusia

Kroasia memang gagal meraih gelar juara Piala Dunia untuk pertama kalinya karena kalah di final dari Prancis dengan skor 2-4. Kroasia sudah cukup bagus untuk sampai ke final piala dunia. kroasia bukanlah tim favorit untuk bisa sampai sejauh ini di final piala dunia. Karena permainan serta kerja keras yang diperlihatkan para penggawa Kroasia di Piala Dunia kali ini, mereka dapat membuktikan bahwa di sepakbola apa pun bisa terjadi.

Gelandang asal barcelona sekaligus rekan Modric di timnas Kroasia, Ivan Rakitic, menyatakan bahwa pemberian piala bola emas atau gelar pemain terbaik kepada rekan setimnya, Luka Modric, di ajang Piala Dunia 2018 sudah sangat tepat. Menurutnya, di Piala Dunia 2018 ini, Modric adalah pemain yang gemilang permainannya.

“Itu (trofi Golden Ball) memang harus menjadi miliki Modric, kapten kami layak untuk mendapatkannya. Saya telah yakin FIFA akan memilihnya dan saya juga yakin beberapa pemain Kroasia akan berada di tim terbaik Piala Dunia,” ucap Rakitic,.