Berita Bola

Kesebelasan sepakbola termahal di dunia

Pastinya sobat bertanya-tanya siapa aja susunan pemain termahal di dunia. Siapa sajakah 11 pemain yang termahal di masing-masing posisinya?

Berikut sebelas pemain termahal di dunia dalam formasi 4-3-3, dilansir dari dailymail:

kesebelasan termahal di dunia.

Kiper: Alisson Becker © LFC
Liverpool baru saja mendatangkan Alisson Becker dari Roma dengan biaya mahar transfer yang begitu mahal yaitu sebesar 65 juta paunds. Jumlah ini membuatnya menjadi kiper termahal di dunia. Kiper berdarah Brasil ini dipercaya bisa jadi solusi masalah Liverpool di lini belakang.

Bek / Defender
1. Benjamin Mendy
AS Monaco ke Man City: 51,75 pounds
Benjamin Mendy dianggap sebagai salah satu bek sayap terbaik di dunia. Hal ini selaras dengan harganya yang selangit. Penampilan apiknya bersama AS Monaco menarik minat Manchester City. Salah satu senjata utama Mendy adalah kecepatannya saat membantu serangan dan umpan silang yang akurat.

2. Virgil van Dijk
Southampton ke Liverpool: 70,1 juta pounds
Van Dijk dianggap sebagai calon bek tengah terbaik di dunia, ketenangannya saat bermain selalu menjadi nilai plus. Kehadiran Van Dijk juga menjadi solusi permasalahan Liverpool yang lemah di lini belakang, dia membuat bek-bek lain bisa tampil lebih tenang

3. Aymeric Laporte
Athletic Bilbao ke Man City: 58,5 juta pounds
Skuad Manchester CIty diperkuat dengan bek yang cukup bersinar di klub lamanya, Bilbao. Namanya adalah Laporte. Sang pelatih Manchester City, Guardiola merombak lini pertahanan. Laporte adalah jawabannya. Usia nya juga masih muda, menjadi masa depan klub jadi lebih cerah.

4. Kyle Walker
Tottenham ke Man City: 47,5 juta pounds
Manchester CIty habis-habis an belanja pemain untuk mengisi lini pertahanan mereka. 3 bek termahal dunia ini diboyong manchester city sendiri. sebut saja tadi ada Mendy, Laporte dan juga Walker. Walker didatangkan dari tottenham. Bek sayap ini dibandrol sebesar 47 juta pounds.

Gelandang
1. Paul Pogba
Juventus ke Manchester United: 94 juta pounds
Pogba sukses menampilkan peforma apiknya di prancis dan membawa prancis juara dunia. Penampilan apiknya ini sebandingn dengan harga yang dibeli oleh manchester united dari juventus.

2. Philippe Coutinho
Liverpool ke Barcelona: 112,5 juta paun
Barcelona memaksa Liverpool untuk menjual Coutinho, berapapun harganya. The reds awalnya sempat bersikeras tak mau menjual Coutinho. Karena Coutinho menjadi pemain kunci liverpool kala itu. Namun Barcelona membayar klausul coutinho dengan bandrol harga yang mahal. Coutinho sukses menampilkan permainan apiknya bersama barcelona, sesuai dengan harganya. Coutinho bersama barcelona berhasil dapatkan gelar laliga dan copa del rey.

3. James Rodriguez
AS Monaco ke Real Madrid: 67,5 juta pounds
James Rodriguez adalah bintang yang bersinar terang di Piala Dunia 2014 Brasil, penampilannya ini menarik minat Real Madrid, salah satu klub terbaik di dunia.

Penyerang
1. Neymar
Barcelona ke PSG: 199,8 juta pounds
Neymar adalah pemain termahal di dunia saat ini. PSG merogoh kantong besar besar an demi pemain ini. PSG bayar klausul Neymar, dan Barcelona akhirnya melepasnya. Harga selangit sebagai pemain termahal sudah cukup membuktikan seberapa kualitas nya neymar.

2. Cristiano Ronaldo
Real Madrid ke Juventus: 105 juta pounds
Kepindahan Ronaldo ke Juventus mengembalikan statusnya sebagai salah satu pemain termahal di dunia. Ronaldo menginginkan tantangan baru, dan Juventus menyambut harapan Ronaldo dengan janji gaji yang fantastis. Juve jelas beruntung mendapatkan salah satu pemain terbaik di dunia.

3. Kylian Mbappe
AS Monaco ke PSG: 121 juta pounds
Status pemain muda terbaik di dunia memang layak disandang Kylian Mbappe. Meski masih berusia 19 tahun, dia sudah jadi fenomena di dunia sepak bola, Mbappe bahkan mencuri perhatian di Piala Dunia 2018 Rusia dan dinobatkan sebagai pemain muda terbaik.

Hingga kini Mbappe memang belum sah jadi milik PSG yang masih mengandalkan status peminjaman untuk mengakali peraturan FFP.

Tak Percaya, Sang Legenda Timnas Jerman Kalah Mewalan Korea Selatan di Piala Dunia 2018

Tak Percaya, Sang Legenda Timnas Jerman Kalah Mewalan Korea Selatan di Piala Dunia 2018

Banyak pihak seakan tidak percaya karena Jerman yang menjadi timnas paling favorit dan andalan masyarakat mengalami kekalahan atas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 Rusia kemarin. Padahal sejak tahun 1938, tim tersebut tidak pernah mengalami kekalahan bahkan pernah menduduki posisi sebagai juara bertahan selama beberapa tahun berturut-turut. Akan tetapi stadion di Rusia seakan berhenti bersorak dan menjadi diam seketika salah satu pemain Korea Selatan berhasil memasukkan goal terakhir ke gawang Jerman sekaligus menyudahi pertandingan. Tersingkirnya sang legenda di gala Piala Dunia 2018 memang mengejutkan bahkan dianggap sebagai mimpi terburuk namun menjadi kenyataan sehingga akan dikenang sepanjang sejarah sepak bola.

Kesalahan dari Pelatih Joachim Low

Berita kalahnya Jerman diangkat oleh berbagai macam media massa, siaran televisi dan lain sebagainya. Bahkan salah satu wartawan dari BBC yaitu Archie Rhind-Tutt mengatakan kalau kejadian memalukan tersebut diakibatkan oleh sang pelatih sendiri, Joachim Low. Ia menuturkan kalau selama pertandingan berlangsung, tidak ada keseimbangan sama sekali dalam timnas Jerman sehingga membuat mereka kecolongan skor. Masyarakat memang menyalahkan para pemainnya tetapi yang paling bertanggungjawab tentu saja pelatihnya karena dianggap terlalu menganggap remeh lawan. Sekilias memang Korea Selatan sama sekali bukan tandingan Jerman karena pengalaman maupun prestasi jauh tertinggal.

Sementara itu timnas Korea Selatan juga sebenarnya merasa terheran-heran, merasa ada yang janggal dari peforma Jerman kala itu. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pemain, ia mengakui apabila lawannya menjadi juara bertahan dan menduduki peringkat teratas dalam FIFA. Tidaklah sulit mengalahkan timnya selama pertandingan tetapi malah kenyataan berkata lain dimana mereka menggunakan kesombongan Jerman sebagai suatu senjata ampuh. Padahal sebelumnya Korea Selatan sempat tersingkir di grup F tetapi mereka sangat berbangga hati karena telah mencetak sejarah baru yaitu mengalahkan sang legenda Piala Dunia.

Fakta Menarik Mengenai Kekalahan Jerman

Dengan perolehan skor cukup memalukan yaitu 2-0, Korea Selatan membabat habis tim Jerman dalam satu malam saja. Mulai saat itu, masyarakat mengambil asumsi jika kutukan dalam Piala Dunia mengenai juara bertahan terus berlanjut dan menjadi kenyataan.

Di menit-menit petama, anak buah Joachim Low terus menyerang dan berusaha menghujam gawang Korsel. Namun nyatanya sulit sekali menembus pertahanan para pemainnya karena formasi yang begitu bagus. Padahal jika dilihan dari bentuk fisik dimana pemain Korea Selatan bertubuh lebih kecil dan pendek bukan menjadi halangan para tim Eropa. Dengan tubuh tinggi serta kaki panjang, seharusnya mereka lebih mudah merebut bola dan menggiring dengan cepat ke arah gawang. Sayangnya skor masih saja tetap yaitu 0-0 sama karena belum ada dari mereka berhasil mencetak goal sama sekali sampai memasuki injury time.

Di menit ke-92, Jerman mengalami kejadian buruk dimana kipper Manuel Nueuer kecolongan satu tendangan dari lawan. Dengan buru-buru ia mengambil bola yang sudah memasuki gawang karena Kim Young-Gwon berhasil menembus pertahanannya. Unggul satu poin, Korsel makin percaya diri sekaligus meningkatkan semangat di hati para pemainnnya sampai di menit terakhir nanti. Sementara pihak Jerman menjadi kalang kabut, tidak menyangka jika lawan yang dianggap kecil ternyata lebih pandai dalam mencari celah peluang. Pertandingan berjalan makin panas, bukan hanya karena satu goal Korea Selatan tetapi juga beberapa kejadian menarik lainnya. Berikut ini adalah fakta mengenai laga tersebut:

  1. Jerman sebagai juara bertahan dalam Piala Dunia yang gagal di gase grup setelah timnas Italia di tahun 2010 dan Spanyol tahun 2014.
  2. Pertandingan antara Korea Selatan dan Jerman menjadi yang paling dinantikan bahkan menghasilkan sejarah baru di Piala Dunia 2018. Ada 20 persen goal dapat dibuat di menit ke-90.
  3. Karena kemenangan Negeri Gingseng tersebut membuat Jerman mengingat kejadian pahit di Piala Dunia 1938 dimana juga gagal masuk ke babak 16 besar.
  4. Selama pertandingan, ternyata Jerman tidak pernah unggul sama sekali di babak pertama bahkan tim mereka dianggap sebagai tim terkotor sepanjang sejarah Piala Dunia.
  5. Pihak Korea Selatan memutuskan catatan impresf terhadap Jerman, tepatnya pada saat menjadi wakil dari Asia. Padahal sebelum kekalahan tersebut, negara Adolf Hitler selalu menjadi pemenangan di pertemuan kontra antar negara-negara Asia dalam Piala Dunia.

Korea Selatan Malah Dibanggakan oleh Meksiko

Banyak orang menjagokan Jerman karena timnas tersebut punya catatan panjang sebagai pemenangan FIFA World Cup. Sayangnya karena kesalahan fatal para pemain dan pelatih yang meremehkan lawan, akhirnya mereka harus pulang dengan kecewa karena kalah dari Korea Selatan. Kekalahan tersebut menjadi kejadian paling memalukan dan mengecewakan bagi para pendukungnya. Akan tetapi tidak bagi Korea Selatan dimana berhasil mengukir sejarah baru yang tidak akan pernah dilupakan sampai kapanpun. Karena kemenangan tersebut, Meksiko memberikan dukungan dan ucapan selamat kepada tim mereka. Seakan ada dendam kesumat yang terbalasakan secara tak langsung oleh Korea Selatan terhadap Jerman. Pada kenyataannya bukan seperti itu yang terjadi melainkan timnas Meksiko berterimakasih karena kemenangan tersebut memberikan kesempatan bagi mereka melaju ke babak grup Piala Dunia 2018.

Sebagian besar penduduk Meksiko ramai-ramai mendatangi kedutaan besar Korea Selatan di Mexico City. Mereka saling merayakan kemenangan, turut berbangga dan bahkan memekikkan kalimat jika Korea Selatan adalah saudara mereka. Bahkan euforia tersebut juga meramaikan dunia maya dimana dua gambar bendera Meksiko dan Korea Selatan saling dijejerkan menjadi satu, kemudian ada pesan serta ucapan terimakasih bermunculan. Bahkan ada pula sumpah serapah dan janji diucapkan oleh para pendukung timnas Meksiko jika mereka akan senantiasa mendengarkan lagu-lagu K-pop asal negara sahabatnya tersebut.

Kesenangan tidak berhenti, penduduk Meksiko makin menggila dan berpesta ramai-ramai. Bahkan salah seorang konsultan asal Negeri Gingseng yaitu Byong-Jin Han digendong dan diarak sambil bersorak sorai. Mulai dari anak remaja, mahasiswa, orang dewasa bahkan para lansia turut merayakan hal tersebut. Kedua negara seakan menjadi sahabat dekat secara mendadak padahal letak keduanya sangatlah berjauhan satu sama lain.

Kalahnya Jerman menjadi berita paling memuaskan bagi supporter timnas negara lain. Mereka mengaku sangat lega karena tim terkotor dan paling curang sepanjang Piala Dunia harus tersingkir melawan Korea Selatan yang notabene dianggap kecil. Begitu pula dengan Meksiko yang menang dan berhasil melaju ke babak final dengan kemenangan Korea Selatan. Hal ini tentu akan menjadi obat bagi mereka setelah kalah melawan Brazil karena insiden divingi salah satu pemain andalannya, Neymar. Mereka merasakan kecewa mendalam karena saat itu Meksiko tengah mendapatkan peluang menyamakan skor namun gagal karena ulah Neymar yang berpura-pura cidera fatal akibat tak sengaja diinjak Miguel Layun di pergelangan kaki kanannya. Padahal setelah wasit memberikan putusan, Neymar bisa berdiri kembali dengan normal dan mulai melanjutkan pertandingan dan akhirnya berhasil menang.

Kemenangan Kroasia Buat Inggris Sang Legenda Sepak Bola Terdiam Tanpa Kata

Kemenangan Kroasia Buat Inggris Sang Legenda Sepak Bola Terdiam Tanpa Kata

Ketika babak perempat final Piala Dunia 2018 di Rusia kemarin menjadi saksi bisu kemenangan Kroasia terhadan Inggris. Sebagian besar masyarakat mengira jika sang juaranya memang Inggris, mengingat si juara bertahan yaitu Jerman sudah pulang duluan karena kalah melawan Korea Selatan. Sayangnya takdir berkata lain dimana timnas Kroasia berhasil mengungguli goal dan melaju ke pertandingan final berikutnya dan memberikan ucapan selamat tinggal bagi Inggris.

Sebelumnya negara penemu permainan sepak bola tersebut selalu masuk ke babak final, salah satu contohnya seperti di Piala Dunia tahun 1966. Pelatih tim nasional Inggris, Gareth Southgate merasa kecewa karena menganggap jika kesempatan seperti ini belum tentu terjadi lagi di beberapa periode kedepan. Oleh sebab itulah kemarin ia sempat mendesak anak didiknya agar mampu mencetak sejarah baru di Piala Dunia 2018.

Inggris Tak Dibekali Pemain Unggulan

Kabarnya, salah satu penyebab kekalahan Inggris atas Kroasia dikarenakan tidak adanya pemain profesional. Hal ini kemudian disadari masyarakat sejak awal sehingga tidak banyak pula pendukung negara tersebut saat berlaga di lapangan. Southgate hanya memasukkan beberapa nama besar saja, diantaranya seperti Raheem Sterling, Harry Kane, dan Jordan Henderson. Berbeda dengan timnas negara lain dimana hampir sebagian pemainnya didominasi penyerang terbaik yang ditaruh di lini depan dan pertahanan sehingga formasinya semakin kuat. Padahal sebelum pertandingan dimulai, Southgate mengaku apabila para pemainnya begitu bersemangat dan ambisius memenangkan pertandingan melawan Kroasia. Terlebih lagi negara tersebut mempunyai prestasi dan pengalaman final tidak lebih banyak bila dibandingkan dengan mereka. Nampaknya anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar dan sikap meremehkan dari Inggris malah menjadi senjata makan tuan. Bahkan mereka mengakui apabila sepanjang sejarah dalam Piala Dunia, Kroasia menjadi lawan paling tangguh dan sulit ditaklukkan. Berikut ini adalah daftar para pemain Inggris dan Kroasia:

Kroasia:

Ante Rebic (Andrej Kramaric 101′), Danijel Subasic, Domagoj Vida, Ivan Rakitic, Dejan Lovren, Sime Vrsaljko, Ivan Strinic (Ivan Strinic 95′), Luka Modric (Milan Badelj 119′), Ivan Perisic, Marcelo Brozovic, Mario Mandzukic (Verdan Corluka 115′)
Pelatih: Zlatko Dalic

Inggris:

Jordan Pickford, Jordan Henderson (Eric Dier 97′), Ashley Young (Danny Rose 91′), Harry Maguire, John Stones, Kyle Walker (Jamie Vardy 112′), Harry Kane, Kieran Trippier, Dele Alli, Jesse Lingard, Raheem Sterling (Marcus Rashford 74′).
Pelatih: Gareth Southgate

Serunya Pertandingan Inggris vs Kroasia

Selama permainan berlangsung antara Inggris vs Kroasia begitu meriah, bahkan ada salah satu momen paling mengejutkan dimana Presiden Kroasia menyempatkan hadir dan menonton langsung di stadion. Tentu hal tersebut memberikan semangat tersendiri bagi para pemainnya agar bisa berjuang lebih keras lagi dalam mengalahkan tim legendaris yang masuk dalam jejeran tim terkuat di dunia.

Di babak pertama, inggris memang lebih unggul 1-0 dan mendominasi lapanngan sehingga banyak pihak memprediksi kalau The Three Lions bakal menang lagi. tendangan goal tersebut diciptakan oleh salah satu pemain andalan mereka yaitu Kieran Trippier di menit ke-5. Sungguh suatu awal yang begitu cepat untuk merebut posisi lebih unggul dibandingkan dengan lawan mainnya. Akan tetapi hal tersebut tak berselang lama karena pemain Kroasia, Ivan Perisic berhasil membobol gawang Inggris di menit ke-68. Belum sempat membalas, Mario Mandzukic kembali memberikan goal sekaligus menjadi penutup manis kemenangan atas Kroasia. Sorak sorai para pendukungnya begitu ramai sehingga membuat area Luzhniki Stadium begitu meriah. Dengan perolehan 2-1 dimana Kroasia telah berhasil mengalahkan Inggris dan mencetak sejarah baru dalam ajang Piala Dunia 2018.

Fakta Pertandingan Inggris Vs Kroasia

Ini bukan kali pertama Inggris harus berhadapan dengan Kroasia di satu lapangan, tetapi sudah yang kedepapan kalinya. Jika Inggris sudah sering sekali melaju ke babak final Piala Dunia, berbeda halnya dengan Kroasia dimana kemarin merupakan momen pertama bagi timnas mereka merasakan euforia babak akhir turnamen paling bergengsi tersebut. Mengenai Inggris dan Kroasia, ternyata ada beberapa fakta menarik yang patut diketahui, diantaranya seperti berikut ini!

  1. Kedua tim pernah beberapa kali salingbertanding di turnamen besar diamana Inggris jauh lebih unggul. Misalnya saja di Piala Eropa tahun 2004 saat penyisihan grup, Inggris menang melawan Kroasia dengan skor 4-2.
  2. Pertemuan di Piala Dunia Rusia 2018 ini menjadi laga yang kedelapan kali diantara kedua timnas negara. Inggris telah memenangkan laga sebanyak empat kali sedangkan Kroasia hanya dua kali saja dan sisanya seri.
  3. Lolos ke dalam babak final merupakan satu prestasi bagus bagi Kroasia dan tim mereka sebenarnya sudah dua kali tampil di semifinal. Yang terakhir adalah di turnamen Piala Dunia tahun 1998 silam.

Rahasia Besar Kemenangan Kroasia Akhirnya Terkuak

Belum pernah masuk final Piala Dunia, lalu apakah yang membuat Kroasia menang lawan Inggris? Mengingat timnas dari negara tersebut sudah beberapa kali mondar-mandir di perhelatan Piala Dunia dari masa ke masa dan pernah merasakan posisi kemenangan. Meskipun perolehan skor kemenangan sangat tipis yaitu 2-1, tetapi usaha Kroasia menaklukkan The Three Lions patut diacungi dua jempol. Menurut Jerry Massie, salah satu pengamat Politik Indonesian Publin Institute atau IPI, kemenangan tersebut dikarenakan adanya semangat dan dukungan dari tiap tim. Bahkan bukan hanya sang pelatih saja yang membrikan support tetapi Presiden Kroasia yaitu Kolinda Grabar hadir langsung dan memberikan motivasi kepada mereka. Bahkan ketika mengalahkan timnas Inggris, Presiden Grabar mendatangi ruang istirahat pemain dan memeluk mereka satu persatu. Ungkapan bangga dan senang begitu terpancar dari wajah semua pemain Kroasia sekaligus sang presiden itu sendiri.

Tak hanya karena suntikan motivasi yang membangkitkan semangat saja, sang pelatih, Zlatko Dalic mengungkapkan rahasia lainnya lagi. Salah satu kunci kesuksesan tersebut adalah berusaha mematikan peran penting dari Jordan Henderson serta John Stones selaku pemain andalan Inggris. Terlebih lagi lawannya tersebut kekurangan pemain hebat sehingga dapat mempermudah mereka melemahkan pertahanan. Caranya yaitu dengan bermain keras di bagian lini belakang dan menutup kedua pemain incaran tersebut. Rupanya siasat jitu itu benar-benar efektif sehingga pemain Kroasia dapat menembus gawang Inggris sebanyak dua kali goal.

Jika masyarakat luas menganggap kemenangan Kroasia atas Inggris merupakan kemujuran belaka atau bantuan dari sang Dewi Fortuna, hal tersebut tentu saja salah besar. Ada banyak faktor melatarbelakangi pertandingan, diantaranya semangat, support atau motivasi, dan strategi cerdas dari sang pelatih. Nampaknya pelatih Kroasia tau benar jika menghadapi Ingrgis di babak semi final Piala Dunia 2018 bukan perkara enteng. Setelah delapan kali bermain dalam satu lapangan, membuat mereka begitu hafal bagaimana gerakan timnas The Three Lions dengan sangat baik. Tak hanya memanfaatkan keadaan serta kelemahan saja melainkan Kroasia juga melakukan pergerakan cepat di bagian lini belakang dimana terdapat dua pemain unggulan Inggris tengah memperkuat pertahanan. Alhasil ketika formasinya bubar, Ivan Perisic yang saat itu jadi bintang utama berhasil mencetak goal manis sebagai penutup kemenangan Kroasia.

Barcelona sukses bajak Malcom dari AS ROMA

Barcelona sukses menikung Malcom dari AS Roma. Tim catalan ini mengumumkan secara resmi telah mengontrak Malcom dari Bordeaux. Sebelumnya Malcom hampir sepakat dengan klub asal italia, AS Roma. Kesepakatan sudah didapat, bahkan sang pemain tinggal terbang ke Italia untuk finalisasi transfer, tes medis, tandatangan perjanjian dan sebagainya.

Bagaimanapun, pemain muda yang berusia 21 tahun itu sudah resmi berseragam barcelona setelah merampungkan kesepakatan yang mencapai 41 juta euro plus bonus 1 juta euro dan bonus bonus lainnya. Sang pemain akan menandatangani kontrak dengan klub untuk lima musim ke depan, sampai akhir musim 2022-2023,

“Ini adalah sebuah mimpi masa kecil yang menjadi kenyataan,” Ungkap Malcom.

“Kuharap bisa memberi banyak kegembiraan kepada fans. Aku tidak sabar lagi untuk mulai. Aku di sini untuk membantu rekan-rekan setimku dengan gaya permainanku.”

“Ini adalah sebuah perasaan yang unik. Aku mewujudkan sebuah mimpi da aku akan bermain untuk klub terbaik di dunia,” sambung Malcom.

Malcom menjadi pemain ke 3 yang barcelona datangkan pada jendela trasnfer musim ini. Sebelumnya, Blaugrana lebih dahulu mendaratkan Arthur Melo dan Clement Lenglet.

“FC Barcelona dan Girondins de Bordeaux mencapai kesepakatan untuk transfer Malcom Filipe Silva de Oliveira. Operasi transfer ini akan memakan biaya 41 juta euro dan satu juta euro dalam variabel-variabel,” ungkap Barcelona.

Direkrutnya Malcom oleh Barcelona disinyalir terjadi karena mereka kesulitan mendatangkan Willian dari Chelsea.

Daftar Gaji Para Pelatih Piala Dunia 2018 dari Tertinggi Hingga Terendah

Selain para pemainnya, di Piala Dunia Rusia 2018 ini juga mempunyai berita menarik lain yaitu mengenai para pelatih. Di tiap laga, tentu mereka mempunyai peran besar bahkan tidak hanya melatih pemain saja melainkan mengurus berbagai macam hal, mulai dari keperluan, fasilitas latihan, menentukan formasi dan startegi dan lain sebagainya. Ketika suatu tim sepak bola negara tertentu berhasil menjuarai trofi kemenangan, yang pertama kali disorot sudah pasi sang pelatih. Begitu pula sebaliknya saat harus merasakan kekalahan dimana mereka akan jadi bulan-bulanan masyarakat dan para penggemar karena dianggap tak becus mendidik anak buah. Hal ini seperti makanan wajib bagi mereka sehingga setiap kali turnamen Piala Dunia dimulai, dari beberapa tahun sebelumnya pelatih harus mempersiapkan pemain tim dengan sangat baik.

Muncul Fakta Menarik dari Para Pelatih Piala Dunia

Kalau para pelatih kondang dengan segala macam prestasi maupun pengalaman di bidang sepak bola tentu sudah jadi berita biasa. Selama Piala Dunia 2018 berlangsung, banyak hal unik serta menarik yang bisa dilihat, salah satunya adalah penampilan dari pelatih tiap timnas negara peserta. Ada banyak sekali yang menarik perhatian, adapun beberapa diantaranya sebagai berikut:

  1. Joachim Low
    Siapa yang tidak mengenal pelatih asal timnas Jerman yang fenomenal ini? Hampir semua tingkah Joachim Low mengundang perhatian masyarakat dan media massa selalu menangkap berbagai momen unik dari sang pelatih. Salah satunya saat pertandingan Piaal Dunia Rusia 2018 kemarin dimana Low tertangkap kamera tengah melakukan tindakan jorok seperti mengupil, menggaruk pantat ataupun alat kelaminnya.
  2. Gareth Southgate
    Pelatih dari timnas Inggris ini begitu disorot publik karena gaya berpakaiannya bak model, begitu fashionable. Padahal pelatih lain kemungkinan besar akan mengenakan kostum seadannya saja seperti jas, celana, dan sepatu forma. Berbeda dengan Southgate dimana ia terlampau memperhatikan dari bagian rambut hingga ujung kaki sehingga nampak begitu ptofesional.
  3. Aliou Cisse
    Nah, lain lagi dengan Aliou Cisse, merupakan pelatih termuda dalam laga Piala Dunia 2018 di Rusia karena usianya 42 tahunan. Ia sudah lama menjadi pelatih timnas Sinegal dan dipercaya menggantikan manajernya pada tahun 2015 silam yaitu Alan Giresse. Hal menarik dari Cisse adalah penampilannya yang begitu nyentrik namun tetap stylish dengan rambut ikal panjang dan pakaian serba rapi. Gayanya tersebut banyak dipuji berbagai pihak sehingga tak heran jika namanya langsung populer begitu saja.

Berapakah Gaji dari Para Pelatih Piala Dunia 2018?

Selain berbagai fakta dan berita menarik mengenai penampilan pelatih timnas di Piala Dunia 2018, ada lagi satu hal yang dipertanyakan masyarakat luas yaitu mengenai besarnya gaji atau pendapatan mereka. Sebenarnya hal tersebut memang kurang pantas diketahui karena merupakan salah satu bentuk privasi. Akan tetapi bukan menjadi rahasia lagi karena mereka menjadi pelatih tim-tim kondang peserta turnamen bergengsi di seluruh dunia maka tidaklah heran jika banyak media membeberkan pendapatan tiap bulannya.

Sempat pula tersiar kabar jika ada persaingan mengenai gaji antar pelatih satu timnas dengan lainnya. Bahkan beberapa pihak menjadikannya sebagai patokan seberapa bagus kualitas para pemain di lapangan berdasarkan pendapatan pelatihnya. Jadi semakin besar dan mahal maka otomatis pelatih tersebut merupakan seseorang profesional, berpengalaman dan prestasinya bagus. Dengan kata lain tim yang digarapnya mempunyai kesempatan besar untuk melaju ke babak final Piala Dunia 2018.

Bicara soal berapa gaji mereka, secara ideal jika berasa dari negara-negara kaya maka pendapatan pelatih juga besar. Misalnya saja timnas wilayah Eropa yang memang begitu peduli serta memperhatikan sektor olahraga sepak bolanya. Tidak hanya mengenai gaji saja melainkan pemerintah Eropa sangat mendukung adanya fasilitas latihan, teknologi canggih dan keperluan lainnya untuk menujang pemain agar bisa berkembang pesat. Dengan jumlah gaji tinggi maka sangat diharapkan memberikan motivasi bagi para pelatih untuk bersungguh-sungguh dalam mendidik calon pemenang di pertandingan tersebut. Supaya tidak penasaran, coba perhatikan daftar pendapatan tiap pemain dari 32 timnas negara yang jadi peserta Piala Dunia 2018 berikut ini!

1. Jerman – Joachim Loew 4 juta euro (Rp66,3 miliar)
2. Brasil – Tite 3,6 jura euro (Rp59,6 miliar)
3. Prancis – Didier Deschamp 3,5 juta euro (Rp58 miliar)
4. Spanyol – Julen Lopetegui 3 juta euro (Rp49,7 miliar)
5. Rusia – Stanislav Cherchesov 2,6 juta euro (Rp43,1 miliar)
6. Portugal – Fernando Santos 2,3 juta euro (Rp38,1 miliar)
7. Iran – Carlos Queiroz 2 juta euro (Rp33,1 miliar)
8. Inggris – Gareth Southgate 2 juta euro (Rp33,1 miliar)
9. Argentina – Jorge Sampaoli 1,8 juta euro (Rp29, 8 miliar)
10. Uruguay – Oscar Tabarez 1,740 juta euro (Rp28,8 milar)
11. Mesir – Hector Cuper 1,550 juta euro (Rp25,7 miliar)
12. Kolombia – Jose Pekerman 1,5 juta euro (Rp24,8 miliar)
13. Arab Saudi – Juan Antonip Pizzi 1,5 juta euro (Rp24,8 miliar)
14. Australia – Bert van Marwijk 1,3 juta euro (Rp21,5 miliar)
15. Peru – Ricardo G 1,2 juta euro (Rp19,8 miliar)
16. Meksiko – Juan Carlos Osorio 1 juta euro (Rp16,5 miliar)
17. Belgia – Roberto Martinez 1 juta euro (Rp16,5 miliar)
18. Denmark – Age Hareide 1 juta euro (Rp16,5 miliar)
19. Swiss – Vladimir Petkovic 850 ribu euro (Rp14,1 miliar)
20. Jepang – Akira Nishino 800 ribu euro (Rp13,2 miliar)
21. Maroko – Herve Renard 780 ribu euro (Rp12,9 miliar)
22. Islandia – Heimir Hallgrimsson 700 ribu euro (Rp11,6 miliar)
23. Kroasia – Zlatko Dalic 575 ribu euro (Rp9,5 miliar)
24. Nigeria – Gernot Rohr 500 ribu euro (Rp8,2 miliar)
25. Swedia – Janne Andersson 450 ribu euro (Rp7,4 miliar)
26. Korea Selatan – Shin Tae-yong 425 ribu euro (Rp7 miliar)
27. Panama – Hernan Dario Gomez 400 ribu (Rp6,6 miliar)
28. Kosta Rika – Oscar Ramirez 350 euro (Rp5,8 miliar)
29. Tunisia – Nabil Maaloul 350 ribu euro (Rp5,8 miliar)
30. Serbia – Mladen Krstajic 300 ribu euro (Rp4,9 miliar)
31. Polandia -Adam Nawalka 270 ribu euro (Rp4,4 miliar)
32. Senegal – Aliou Cisse – 200 ribu euro (Rp3,3 miliar)

Dari data diatas, terlihat jelas kalau pellatih timnas Jerman yaitu Joachim Low berada di urutan paling atas dengan gaji tertinggi di dunia. Hal ini tidak mengejutkan sama sekali mengingat Jerman memang jadi tim paling hebat sepanjang sejarah, berhasil menang dan menduduki sebagai juara dunia berturut-turut. Akan tetapi, mahalnya gaji pelatih sama sekali tidak menjadi satu-satunya faktor utama kemenangan tim karena masih banyak faktor lain, seperti kondisi lapangan, kesehatan dan fisik pemain, keadaan mental, cuaca serta lingkungan sekitar, cidera, serangan lawan, taktik, dan lain sebagainya. Sebagai salah satu bukti, Anda dapat lihat sendiri bagaimana kekalahan dialami oleh Jerman ketika menghadapi Korea Selatan yang sebelumnya belum pernah sama sekali mencetak sejarah ataupun insiden kontroversial seperti kemarin.

Dibalik Sangarnya Jerman, Inilah Empat Kisah Paling Menarik Sepanjang Piala Dunia

Dibalik Sangarnya Jerman, Inilah Empat Kisah Paling Menarik Sepanjang Piala Dunia

Tim nasional Jerman adalah salah satu momok menakutkan bagi para lawannya saat berlaga satu lapangan di turnamen Piala Dunia. Nyaris saja di setiap pertandingan, entah itu standar internasional atau liga Eropa saja, Jerman selalu masuk dalam deretan calon juara. Bahkan karena itulah mengapa die mannschaft selalu dijuluki sebagai tim spesialis turnamen karena mempunyai peluang besar untuk merebut kemenangan sepak bola. Rasanya sungguh tak mungkin jika Jerman akan kalah dari timnas lainnya. Tidak heran jika seluruh masyarakat dunia, terutama para supporternya begitu terheran-heran karena negara tersebut kalah telak ketika melawan Korea Selatan di Piala Dunia Rusia 2018 kemarin. Banyak pihak terkejut bahkan beberapa warga sempat merasa tidak terima akan tetapi itulah kenyataan pahit sebenarnya.

Sebelumnya Jerman telah mempunyai deretan catatan prestasi dari pertandingan sebelumnya, salah satunya delapan kali berada di babak final Piala Dunia. Adapun empat diantaranya berhasil menyabet gelar sebagai juara dunia. Selain itu jug tim mereka selama tiga kali berurutan menjuarai liga Eropa dan dua kali sebagai runner-up atau juara kedua. Hal tersebut lebih dari cukup untuk membuktikkan kalau Jerman memang layak menyandang popularitas serta sebutan sebagai tim paling berpengaruh dalam sepak bola. Di balik semua keberhasilan tersebut, tentu ada banyak sekali kisah menarik mulai dari yang sifatnya menyenangkan, menyedihkan, tragis, penuh perjuangan dan kontroversial. Berikut ini adalah sepenggal dari kisah paling unik dan berbeda dari timnas Jerman selama perjalanan menjadi peserta ajang Piala Dunia.

1. Support dari sang pelatih dan tindakan aneh Christoph Kramer

Percaya atau tidak ternyata sebuah kalimat memang punya kekuatan tersendiri, terlebih lagi jika diucapkan dengan penuh kesungguhan serta harapan. Ini juga terjadi pada timnas Jerman ketika menghadapi pertandingan Piala Dunia 2014 silam dimana melawan musuh bebuyutan Italia. Sang pelatih yaitu Joachim Low mempunyai kebiasaan atau tradisi wajib yang dilakukan terhadap semua pemainnya sebelum permainan dimulai datau kapan saja selagi bisa. Pada saat itu, pelatih Low membisikkan kalimat support atau motiviasi kepada salah seorang pemain andalan, Mario Götze. Kalimat tersebut memintanya untuk terus semangat agar Götze mampu menunjukkan pada dunia jika dirinya jauh lebih hebat dibandingkan dengan Messi. Beberapa saat sesudahnya, Götze berhasil menciptakan tendangan maut ke gawang lawan dan memberikan skor tambahan kepada Jerman, terpatnya pada menit ke-113. Sementara itu terjadi pula kejadian tak kalah menarik dimana Christoph Kramer saling berbenturan keras dengan Ezequiel Garay. Sayangnya insiden menariknya bukan karena cidera ataupun luka melainkan tingkah linglung dari Kramer yang tiba-tiba mendatangi wasit dan bertanya, “apa ini benar di babak final?”. Sontak saja semua pemain dan wasit kebingungan sekaligus ingin menertawai sikap aneh tersebut. Akan tetapi 14 menit kemudian, pelatih malah mengeluarkannya dari lapangan untuk berhenti bermain.

2. Pertandingan paling kasar melawan Argentina

Pada saat turnamen Piala Dunia 1990, Jerman tengah dihadapkan dengan salah satu timnas paling fenomenal yaitu Argentina. Keduanya melaju ke babak final tetapi disitu tim dari Argentina bermain terlalu kasar bahkan menjurus ke tindakan pelanggaran brutal. Sepanjang permainan berlangsung, para pemain Jerman memang berhasil mendominasi dan menguasai lapangan tetapi belum juga mendapatkan kesempatan mencetak satupun goal. Tepatnya pada menit ke-85, Rudi Völler malah mendapatkan serangan dan dijatuhkan oleh salah satu pemain Argentina di kotak penalti. Sementara itu wasit langsung datang dan memberikan pelanggaran sekaligus hadiah tendangan penalti pada Jerman. Tidak terima, tim Argentina lalu memprotes tindakan wasit tetapi tak mengubah keadaan sama sekali. Meskipun keadaan makin panas tetapi Andreas Brehme tetap berusaha mencetak goal dan melakukan eksekusi ke gawang lawan.

3. Misteri mengenai pool party, diving dari Hölzenbein, dan mind trick Beckenbauer

Nampaknya bagi Jerman, Piala Dunia 1974 menjadi momen paling tidak terlupakan karena sempat terjadi berbagai macam kejadian mengejutkan. Kabarnya ada empat pemain Belanda dan dua orang wanita asal Jerman sedang terlibat pool party di Hotel Wald. Kejadian tersebut katanya dilakukan selang beberapa hari sebelum pertandingan Brazil dimulai. Yang membuat publik geram sekaligus kecewa yaitu karena pesta tersebut mengusung tema tak lazim yaitu naked party atau dalam keadaan telanjang bulat di kolam renang. Hal tersebut kemudian memicu masalah di timnas Belanda menjelang pertandingan final. Tak berhenti sampai disitu saja melainkan beberapa dampak buruk terjadi pula di luar lapangan, tepatnya saat Beckenbauber melakukan mind trick.

Wasit Piala Dunia, Jack Taylor berhasil dipengaruhi dan akhirnya memberikan hadiah penalti kepada Belanda setelah Uli Hoeness melakukan pelanggaran terhadap Cruyff. Mengetahui hal tersebut, Beckenbauer tak tinggal diam dan menyindir jika wasit terlalu membela Belanda dan berlaku kurang fair. Setelah itu, beberapa menit kemudian giliran tim Jerman melakukan pembalasan dendam dimana wasit memberikan penalti kepada mereka atas pelanggaran dari Wim Jansen atas Hölzenbein . Padahal sempat ada kabar apabila Hölzenbein tengah melakukan diving di tengah lapangan agar terlihat menderita dan mendapatkan keuntungan tersebut.

4. Keajaiban hujan di musim panas bagi Jerman

Satu lagi kejadian paling kontroversial yang dilakukan Jerman selama Piala Dunia yaitu dugaan penggunaan doping. Pada saat babak final di Piala Dunia 1945, Jerman berhasil mengalahkan tim paling populer dan kuat, Hungaria. Sejarah kemenangan dan prestasinya tak bisa dikalahkan oleh timnas negara manapun, bahkan selama 36 kali tidak pernah ada yang berhasil mengalahkannya. Jerman Barat bertemu dengan Hungaria dan langsung membuat penonton terpana karena perolehan skor 8-3. Awalnya memang Hungaria berhasil membabat habis jumlah goal terhadap Jerman tetapi kemudian keadaan berubah drastis dimana Jerman Barat unggul atas sang legenda pada tanggal 4 Juli 1954.

Tak hanya kemenangan Jerman yang menjadi hal menarik tetapi juga hal di sekitar lapangan. Pada waktu itu sedang musim panas tetapi malah turun hujan yang kemudian dianggap sebagai keajaiban dan berkat Tuhan kepada timnas Jerman Barat. Bahkan ada mitos menyebutkan jika Fritz Walter, salah satu pemain andalan mereka akan berlaga sangat bagus ketika hujan turun dan hal tersebut memang terbukti benar.

5. Adanya dugaan penggunaan doping saat bertanding

Masih mengenai Piala Dunia tahun 1954 dimana Jerman menang atas Hungaria yang belum dapat diterima oleh masyarakat, khususnya para pendukungnya. Pasalnya, Hungaria belum pernah sama sekali dikalahkan oleh lawan sepanjang sejarah Piala Dunia tetapi fakta membuktikan lain. Terlebih lagi, Jerman dikenal sebagai tim paling kotor dimana melakukan berbagai trik untuk menang, entah berlaku curang, menggunakan diving, dan sebagainya. Bahkan saking tidak percaya, beberapa pihak sempat mengklaim apabila pemain Jerman menggunakan doping selama pertandingan berlangsung untuk meningkatkan stamina dan kekuatan. Isu tersebut semakin kuat ketika ada dua pemain yang jatuh sakit selama dua bulan setelah final. Kemungkinan besar mereka memang terkena over dosis penggunaan doping terlalu berlebihan saat berlaga mewalan Hungaria. Akan tetapi berita negatif hanya ditanggapi santai oleh tim beserta wasitnya karena walau bagaimanapun tim mereka tetap berada di puncak kemenangan karena berhasil mengalahkan sang legenda.

Ternyata Ronaldo tawarkan diri sendiri untuk gabung Juventus

Ada hal unik dibalik kepindahan sang pemain terbaik 2017 lalu dari Real Madrid ke Juventus. Ternyata Kepindahan nya tersebut ternyata diinisiasi sendiri oleh Cristiano Ronaldo dan agennya, Jorge Mendes.

disinyalir dari media italia, Premium Sport, memberitakan bahwa Ronaldo dan agennya, Mendes menemui Fabio Paratici, Direktur Olahraga Juventus saat sebelum berlaga di Piala Dunia 2018. Jorge Mendes mewakili Cristiano menawarkan Juventus untuk kemungkinan merekrut Ronaldo dan membocorkan berapa nilai mahar pemutusan kontrak si pemain.

Juventus pun menyetujui transfer itu begitu mengetahui bahwa nilai pemutusan kontrak Ronaldo hanya senilai 100 juta euro. Padahal, sebelumnya dikabarkan bahwa nilai pemutusan kontrak mega bintang asal Portugal itu senilai 1 miliar euro.

Keputusan Ronaldo untuk pindah hengkang darii Real Madrid alih-alih karena kekecewaannya terhadap Presiden Real Madrid, Florentino Perez. Ronaldo mengira Perez telah mengingkari janjinya untuk menjadikan Cristiano sebagai pemain dengan gaji termahal di dunia jika kembali membawa Madrid juara champions.

janji itu sebenarnya sudah 2 musim belakangan dijanjikan Perez. Namun, Cristiano dan kawan kawan telah 2 kali beruntun kembali membawa Madrid juara cahmpions league. Namun, sang presiden berkacamata ini tak kunjung menepati janjinya.

Ronaldo sendiri tak lagi menjadi pemain dengan gaji termahal di dunia setelah Lionel Messi memperpanjang kontraknya dengan Barcelona pada November 2017 dan kepindahan Neymar Jr ke Paris-Saint-Germaine pada Juli 2017. Kedua pemain itu kini memiliki pendapatan di atas Ronaldo yang bergaji 21 juta euro per tahun.

Juventus sendiri disebut siap menyanggupi bayaran 30 juta euro per tahun yang diminta Ronaldo. Meskipun nilai itu lebih sedikit ketimbang bayaran Messi yang mencapai 37 juta euro pertahun, Ronaldo siap membuktikan bahwa dirinya layak dihargai lebih ketimbang dari yang dilakukan oleh Real Madrid.

==============
Mega bintang Cristiano Ronaldo dikabarkan akan hengkang dari Real Madrid ke Juventus pada bursa transfer musim panas ini. Yang mengejutkan, Juventus disebut hanya butuh 100 juta euro untuk memboyongnya dari Real Madrid.

Nilai tersebut bahkan jauh di bawah harga Neymar Jr yang hengkang dari Barcelona ke Paris Saint-Germain pada musim lalu. PSG saat itu harus membayar 222 juta euro kepada Barcelona untuk memutuskan kontrak Neymar.

Padahal Real Madrid pernah sesumbar tak akan ada klub yang mampu menebus klausa pemutusan kontrak Ronaldo. Pasalnya, pemain asal Portugal itu dipagari dengan klausa pemutusan kontrak senilai 1 miliar euro.

Bocoran kontrak Ronaldo dikabarkan beredar sejak akhir Juni lalu. Kontrak yang ditandatangani pada November 2016 itu memang menyebutkan bahwa nilai klausa pemutusan kontrak Ronaldo mencapai 1 miliar euro. Namun nilai itu hanya berlaku untuk tim-tim Liga Spanyol dan Paris Saint-Germain.

Sedangkan untuk klub di luar itu, mereka bisa mendapatkan Ronaldo dengan nilai hanya 400 juta euro. Tak sampai di situ saja, dalam kontrak tersebut juga tercantum bahwa klub di luar asal Spanyol dan PSG bisa membeli Ronaldo dengan mahar 100 juta euro jika si pemain memang menyatakan ingin hengkang dari Real Madrid.

Nah, Juventus sendiri masuk ke kategori ketiga. Media Spanyol AS menyebutkan bahwa Ronaldo sendirilah yang menginisiasi kepindahannya dari Real Madrid ke Juventus. Bersama dengan agennya, Jorge Mendes, Ronaldo sempat menemui Direktur Olahraga Juventus Fabio Paratici sebelum berlaga di Piala Dunia 2018.

Langkah itu dilakukan karena Ronaldo kecewa terhadap Presiden Real Madrid Florentino Perez. Ronaldo menilai Perez telah mengingkari janjinya untuk menjadikan dia sebagai pemain dengan gaji termahal di dunia jika mampu membawa Los Galacticos meraih gelar juara Liga Champions.

Janji itu sebenarnya telah diterima Ronaldo pada dua musim lalu atau satu musim setelah perpanjangan kontrak terakhirnya bersama Real Madrid pada November 2016. Namun, setelah membawa dua gelar juara Liga Champions kepada Real Mardid, Perez tak juga menepati janjinya.

Gaji Ronaldo sendiri tak lagi menjadi termahal, setelah Barcelona menaikkan gaji sang mega bintang nya, Lionel Messi. Juventus sendiri disebut siap menyanggupi bayaran 30 juta euro per tahun yang diminta Ronaldo. Meskipun nilai itu lebih sedikit ketimbang bayaran Messi yang mencapai 37 juta euro per tahun,

Terlihat Bijaksana dan Adil Saat di Lapangan, Inilah Fakta Sebenarnya Wasit Piala Dunia

Wasit merupakan seorang pengatur jalannya pertandingan dalam Piala Dunia sekaligus penentu bagi mana saja tim menang dan kalah. Peran wasit begitu penting karena mereka mempunyai wewenang kuat sebagai pengadil selama permainan berlangsung. Tugasnya banyak sekali mulai dari memulai, mengakhiri, memberikan poin ataupun pelanggaran serta memutuskan tiap pemain yang keluar maupun masuk. Bahkan wasit juga diberikan hak spesial yaitu menentukan pihak mana saja melakukan kesalahan serta mengadili mereka seadil-adilnya sesuai dengan bukti. Tidaklah heran terkadang ada beberapa tim dalam Piala Dunia yang nekat melakukan tindakan curang serta kotor yaitu memberikan uang suap kepada wasit tersebut supaya memberikan keuntungan bagi timnya. Meskipun diminta harus melaksanakan tugas secara bijak namun terkadang popularitas, tahta dan harta seakan menjadi satu hal paling membutakan. Sepanjang sejaran Piala Dunia, tidaklah sedikit wasit hebat malah terjerat kasus suap dan tindakan memalukan lainnya sehingga terpaksa harus diberhentikan secara tak hormat. Bahkan ada pula yang dipenjara karena terjerat narkoba.

Jika wasit Piala Dunia tidak mampu bekerja secara profesional maka akan merugikan para pesertanya. Timnas dari negara tertentu akan mengalami kerugian sampai kekalahan fatal akibat lalainya pekerjaan wasit, seperti memberikan skor pelanggaran secara ngawur, berlaku curang dan tidak adil, terlalu memihak pada satu tim, atau semacamnya. Adapun salah satu contoh wasit paling mematikan sepanjang sejarah perhelatan turnamen Piala Dunia adalah Byron Moreno. Pria asal negara Ekuador ini didapuk oleh FIFA karena dianggap kompeten dan dapat melaksanakan tugas sebaik mungkin. Akan tetapi harapan tersebtu luluh lantak setelah dirinya menghebohkan dunia sepak bola karena beberapa aksi kontrovesial, diantaranya seperti berikut:

  1. Moreno tengah memimpin pertandingan Piala Dunia tahun 2002 dimana timnas Italia berhadapan dengan negara asal sang wasit, Ekuador. Entah disebabkan karena merupakan tanah kelahirannya atau alasan tertentu, Morena melakukan tindakan mengejutkan. Tepatnya saat Italia berhasil unggul dengan skor goal 2-0 terhadap lawannya, wasit tersebut kemudian menyimpan dendam dan membalasnya pada pertandingan berikutnya. Ia membuat tim Italia kalah terhadap Kroasia karena Morena menganulir goal yang ditorehkan oleh salah satu pemainnya. Skor yang harusnya imbang tidak berhasil diperoleh dan Italia mau tak mau harus menelan pahitnya pil kekalahan dengan perolehan 2-1. Setelah itu ketika melawan Meksiko juga terjadi hal sama akan tetapi niat jahat Moreno tidak sepenuhnya berhasil karena Allesandro Del Piero mencetak goal kemenangan sehingga Italia melaju ke babak berikutnya.
  2. Aksi Moreno semakin semena-mena, terlebih lagi ketika Korea Selatan berhadapan dengan Italia. Jika dilihat ulang pertandingan sebelumnya maka akan terlihat jika wasit terlalu membela dan berpihak pada tim nasional dari negeri Gingseng. Kemungkinan besar masih ada dendam kekalahan Ekuador atas Italia yang disimpan dalam sehingga membuatnya harus membuat negara tersebut benar-benar tak mampu melanjutkan Piala Dunia. Terjadi banyak pelanggaran dari Korea Selatan tetapi dibiarkan saja oleh Moreno tanpa diberikan pelanggaran keras. Sedangkan dua pemain Italia malah dituduh melakukan aksi diving atau berpura-pura diserang di tengah lapangan sehingga diberikan kartu pelanggaran. Di Akhir pertandingan, Italia harus menerima kekalahan karena penilaian tidak adil dengan perolehan 2-1.
  3. Tak hanya di laga Piala Dunia saja melainkan wasit Moreno melakukan kecurangan di tanah sendiri, tepatnya dalam liga domestik Ekuador. Ia memberikan sebuah intruksi injury time selama 13 menit kepada para pemain negara tersebut. Aksinya sangat membuat berbagai pihak menjadi geram bahkan tidak dapat ditolerir lagi sehingga federasi sepak bola setempat memberikan hukuman pada Moreno berupa larangan menjadi wasit di 20 pertandingan.
  4. Yang paling kontroversial dan menjadi sejarah gelap dalam Piala Dunia adalah terlibatnya Moreno dengan kasus transaksi Narkotika. Kehidupannya semakin terpuruk setelah kejadian kecurangan dalam pertandingan Piala Dunia kemudian membuatnya harus berususan dengan hal kriminal. Setelah itu ia harus mendekam di balik jeruji besi selama beberapa tahun dimana polisi berhasil menangkap Moreno ketika berada di Bandara John F. Kennedy, New York. Kabarnya saat itu dirinya sedang mendistribusikan narkoba jenis heroin dan sudah ada bukti berupa 6 kg heroin yang dibawa.

Bagaimana dengan Wasit Piala Dunia 2018?

Pada saat Piala Dunia periode sebelumnya, memang terjadi berbagai macam kejadian mengejutkan sampai tragis. Mulai dari pelanggaran, adu jotos antar pemain, kisruh para supporter, kecurangan wasit, kasus suap, korupsi dan lain sebagainya. Terutama selama pertandingan berlangsung dimana ditemukan ada puluhan kasus brutal yang dilakukan oleh para pemain melibatkan wasit. Karena tak mau ambil resiko lagi maka FIFA memberikan sanksi keras kepada para pelaku tindak kecurangan dalam Piala Dunia 2018 Rusia. Sementara itu untuk mendukung upaya tersebut, pihak mereka memberlakukan aturan baru serta memasang pelacak lebih banyak. Teknologi yang digunakan juga sangat canggih daripada sebelumnya, salah satunya bisa merekam seluruh laga pertandingan dengan perlambatan slow motion paling maksimal. Kemudian ada empan jenis kamera pengintai yang dipasang di setiap sudut lapangan supaya dapat merekam penuh detail pergerakan dari para pemainnya. Setiap gerak gerik dari pemain ataupun wasitnya dapat ditonton ulang melalui rekaman video tersebut. Jika dirasa ada yang melakukan tindakan semena-mena, kriminal dan brutal maka akan diberikan hukuman berat. Untuk nama-nama wasit yang memimpin dalam Piala Dunia 2018 diantaranya sebagai berikut:

Asia:
Nawaf Shukralla (Bahrain)
Alireza Faghani (Iran)
Fahad Al-Mirdasi (Arab Saudi)
Ravshan Irmatov (Uzbekistan)
Ryuji Sato (Jepang)
Mohammed Abdulla Hassan Mohamed (UEA)

Eropa:
Clément Turpin (Prancis)
Antonio Mateu Lahoz (Spanyol)
Sergei Karasev (Rusia)
Felix Brych (Jerman)
Björn Kuipers (Belanda)
Gianluca Rocchi (Italia)
Szymon Marciniak (Polandia)
Damir Skomina (Slovenia)
Cüneyt Çakır (Turki)
Milorad Mažić (Serbia)
Amerika Serikat, Amerika Utara dan Karibia
Mark Geiger (AS)
Ricardo Montero (Kosa Rika)
Joel Aguilar (El Salvador)
Jair Marrufo (AS)
César Arturo Ramos (Meksiko)
John Pitti (Panama)

Amerika Selatan:
Enrique Cáceres (Paraguay)
Wilmar Roldán (Kolombia)
Néstor Pitana (Argentina)
Julio Bascuñán (Cile)
Sandro Ricci (Brasil)
Andrés Cunha (Uruguay)

Afrika:
Bamlak Tessema Weyesa (Ethiopia)
Janny Sikazwe (Zambia)
Malang Diedhiou (Senegal)
Bakary Gassama (Gambia)
Mehdi Abid Charef (Aljazair)
Gehad Grisha (Mesir)

Oceania:
Norbert Hauata (Tahiti)
Matthew Conger (Selandia Baru)

Itulah informasi sekaligus penjelasan mengenai wasit di Piala Dunia, salah satu contohnya ada nama Byron Moreno. Ia sudah lama menjadi wasit profesional tetapi melakukan berbagai macam kontroversi sekaligus kecurangan. Dalam ajang Piala Dunia 2018 bisa dikatakan bersih dimana wasit berlaku adil dan tidak menerima uang suap sama sekali. Lagipula FIFA sudah menerapkan banyak kebijakan baru agar ditaati oleh semua peserta termasuk para pemimpin jalannya pertandingan sekalipun. Dengan begitu, selama sebulan penuh Piala Dunia Rusia akan berjalan lancar dan meriah sesuai keinginan.

Alasan Mengapa Negara di Eropa Terlihat Lebih Superior dalam Ajang Piala Dunia

Alasan Mengapa Negara di Eropa Terlihat Lebih Superior dalam Ajang Piala Dunia

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa timnas dari negara-negara di benua Eropa begitu mendominasi laga Piala Dunia dari jaman dahulu bahkan sampai sekarang. Tepatnya pada tahun 1958 sampai dengan 2002, tim dari Eropa dan Amerika Latin secara bergantian menduduki posisi sebagai pemenang atau juara dunia. Bahkan tim Eropa selama empat kali berurutan berhasil menyandang gelar bergengsi tersebut, sebut saja seperti timnas Inggris. Hal ini bisa Anda analisis sendiri dimana di babak perempat final Piala Dunia 2018 kemarin, sebagian besar negara yang berhasil lolos berasal dari benua Eropa. Adapun beberapa diantaranya adalah Kroasia, Inggris, belgia, dan Perancis sedangkan ada lagi Brazil dari Amerika. Meskipun tetap ada salah satu perwakilannya tetapi tidak dapat dipungkiri lagi apabila Amerika Latin semakin terpuruk dan mengalami kemunduran dari periode turnamen sebelumnya.

Eropa Selalu Menggilir Trofi Piala Dunia

Jika Anda perhatikan baik-baik dan mencari berbagai macam sumber Piala Dunia sepanjang tahun silam maka menemukan informasi jika Eropa mendominasi kemenangan. Hal ini seperti sebuah takdir atau memang para pemain dari negara tersebut mempunyai kualitas sepak bola terbaik di dunia sehingga menjadi lawan sulit bagis timnas negara lain, termasuk Amerika Latin. Bahkan Brazil yang sempat memengang posisi sebagai juara dunia kemarin mengalami kekalahan atas Belgia. Padahal banyak orang sudah memperkirakan apabila mereka akan menang, tak hanya karena adanya bintang andalan seperti Neymar tetapi keduanya merupakan saingan berat satu sama lain.

Menurut para analis pertandingan Piala Dunia, kawasan Eropa pasti akan meraih gelar juara lagi di tahun ini. Bahkan sebelumnya pernah mendapatkan kemenangan empat kali secara berutur-turut, mulai dari tahun 2006 yang dimenangkan timnas Italia, 2010 oleh Spanyol dan kemudian 2014 oleh Jerman. Bahkan sebelum Brazil merebut trofi di tahun 2002, kemungkinan Eropa dan Amerika Selatan atau Latin menjadi pemenangnya juga sangat besar. Sampai pada saat ini saja sudah ada 20 pertandingan Piala Dunia dimana 9 diantaranya dimenangkan Amerika Selatan sedangkan 11 lainnya oleh negara di Eropa. Sementara itu tim yang melaju ke babak final sudah dipegang oleh Eropa sebanyak 28 kali dengan perolehan jumlah prestasi, 12 juara dan 16 posisi kedua atau runners-up.

Mengapa Negara di Eropa Menonjol di Piala Dunia?

Apabila menganalisis lebih dalam lagi maka bukan hal aneh jika kita berfikir jika Eropa begitu mendominasi pertandingan. Apalagi menjadi juaran dalam Piala Dunia akan memberikan keuntungan tersendiri. Sebagian besar negara-negara tersebut akan mendongkrak nilai jual sekaligus popularitas timnya sehingga lebih diperhitungkan di mata dunia. Mungkinkah jika di belakang lapangan Eropa melakukan sebuah tindakan ganjil? Akan tetapi hal tersebut tidak bisa dijadikan sebagai alasan kuat, mengingat timnas dari negara-negara Eropa juga begitu bagus dimana dilengkapi dengan para pemain profesional serta pelatih berpengalaman. Bahkan kekuatan wilayah mereka sifatnya menyeluruh, bukan timpang di salah satu bagian saja. Hal inilah yang kemudian membuat mereka sulit dikalahkan oleh negara di benua lain, seperti Afrika, bahkan Amerika sekalipun. Ketika ada dua negara Eropa saling berhadapan maka akan menjadi momen menarik karena seperti menonton adu tanding dengan level kekuatan sama, contohnya saja seperti Inggris vs Kroasia. Inggris yang merupakan juara bertahan pada akhirnya rela mengakui kehebatan tim Kroasia karena menang terhadap mereka.

Selain kualitas pemainnya, ternyata ada lagi alasan lain yang menjadikan Eropa kuat dalam hal sepak bola Piala Dunia. Hal ini dikarenakan karena sebagian besar negara di kawasan tersebut mempunyai modal serta uang yang sangat banyak. Bidang industri sepak bla tentu akan makin berkembang dan meningkat dengan adanya perputaran uang mencapai milyaran dollar setiap tahunnya. Para pelatih serta pemainnya mampu hidup bergelimang kemewahan dengan fasilitas serta tunjangan hidup serba memadai. Hal ini dibuktikan dengan adanya laporan Delloite mengenai pasar sepak bola di kawasan Eropa yang bernilai 25,5 miliar Euro atau setara dengan 4.241 triliun rupiah. Angka yang fantastis bahkan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan GDP beberapa negara yang digabungkan menjadi satu seperti dari Brazil, Uruguay, Amerika Latin dan Argentina. Ditambah lagi dengan adanya 20 klub olahraga terhebat lainnya juga memperoleh pendapatan besar yaitu lebih dari 9 miliar di tahun 2016 sampai 2017.

Tidak berhenti sampai disitu saja karena pendapatan terus masuk melalui berbagai macam sektor. Salah satunya dari pihak sponsor dan televisi dimana seluruh warga Eropa memang diminta menonton acara pertandingan sepak bola di TV sehingga membuat pemasukan makin besar. Misalnya saja di 2016 dan 2017, sudah ada 20 klub Liga Inggris mendapatkan penghasilan fantastis sekitar 6 miliar. Jumlah tersebut belum termasuk konsesi dari pihak UEFA sendiri sehingga masih murni berasal dari sponsor ataupun siaran televisi. Pertanyaannya, dipergunakan untuk apakan semua uang tersebut? Tentu saja dihabiskan guna meningkatkan kualitas para pemain serta bidang olahraga sepak bola di Eropa. Tak hanya membayar tiap pemain tetapi membangun berbagai macam fasilitas, contohnya saja seperti stadion, pusat pelatihan terbaik, pemasangan teknologi canggih, pengembangan fisik dan nutrisi, kantor database atlit dan lain sebagainya. Jadi para pemain muda Eropa sudah dilatih serta dirancang sedemikian rupa sehingga mampu bermain dengan maksimal di dalam pertandingan besar, khusunya dipersiapkan untuk menghadapi Piala Dunia. Salah satu pemain andalan bernama Kevin de Bruyne sudah merasakan kecanggihan teknologi sejak berusia 8 tahunan dan dilatih di Akademi Genk, Belgia. Kemudian juga Gabriel Jesus dimana sebelumnya menjadi pemain biasa kemudian bergabung dengan klub profesional saat dirinya masih berusia 16 tahun. Jadi Anda jangan heran kalau para pemain asal Eropa sudah mempunyai prestasi handal sejak masih belia.

Eropa Punya Lingkungan Bagus Bagi Para Pesepakbola

Satu lagi alasan mengapa tim Eropa begitu unggul dalam Piala Dunia adalah pengaruh lingkungan yang bagus. Menurut penelitian yang dikembangkan University of Michigan, ada beberapa pengaruh utama perkembangan prestasi anak. Adapun beberapa diantaranya yaitu dorongan atau support, fasilitas memadai serta dukungan pemerintah, jaringan yang nantinya akan membantu pemain muda mendapatkan kesempatan. Kesempatan itu sendiri bisa berupa berlaga di suatu turnamen, sekolah atau pelatihan sepak bola, dan lain sebagainya. Hal ini nampaknya akan lebih mendukung mereka menjadi calon pesepakbola profesional karena segala sesuatunya sudah dipersiapkan sedini mungkin. Anda dapat membandingkannya dengan wilayah lain dimana pemerintahnya sendiri bahkan tak acuh terhadap perkembangan bidang olahraga tersebut. Misalnya saja seperti di Indonesia dimana pemain kita sebenarnya sangat kompeten dan punya segudang bakat. Namun sayangnya fasilitas yang tersedia belum cukup memadai, misalnya pelatih bersertifikat, teknologi canggih penunjang permainan, gedung olahraga, stadion latihan dan lain sebagainya. Jadi jangan heran kalau sepanjang sejarah Piala Dunia, Indonesia hanya sempat memperkenalkan tim nasionalnya pada dunia hanya sekali saja.

Gareth Bale gantikan peran Krusial Ronaldo di Madrid?

Craig Bellamy, Mantan pemain Manchester City memprediksi Gareth Bale akan bertahan di Real Madrid pada musim panas ini. Bellamy menilai Bale akan menjadi pengganti krusial Cristiano Ronaldo di Real Madrid.

Setelah juara liga champions, Tersebar rumor kalau Ronaldo dan Bale bakal mengindikasikan utnuk pergi hijrah dari real madird. Ronaldo sendiri akhirnya merealisasikan ucapannya tersebut. Ia resmi meninggalkan Real Madrid untuk bergabung dengan Juventus dengan mahar transfer mencapai 100 juta pounds. Namun belum untuk Bale

Bellamy yakin dengan kepergian Ronaldo akan berdampak besar bagi masa depan Bale di Madrid. “Saya rasa Bale batal untuk pergi dari Madrid, Setelah Cristiano Pergi ke Juventus,” buka Bellamy

Bellamy percaya bahwa pindahnya Ronaldo membuka peluang bagi Bale untuk menjadi Ikon baru klub los blancos semakin terbuka lebar.

“Dia perlu menjadi pemain utama dalam tim dan saya rasa dia memang cocok menjadi sosok penting bagi tim itu sat ini.”

Bellamy juga menyarankan bale untuk bertahan di real madrid dan itu merupakan opsi yang bagus untuknya.. “Madrid adalah tim terbaik di dunia saat ini, karena mereka memenangkan tiga trofi Liga Champions beruntun dalam 3 tahun terakhir.”

“Saya rasa tidak ada tim di dunia ini yang akan menjebol tabungan mereka untuk mendatangkan Bale. Saya rasa dia tidak akan bisa dibeli tim lain jika ia tidak merobek kontraknya di Real Madrid, dan saya rasa hal itu tidak realistis untuk terjadi.” tandasnya.

Pada musim panas ini, Bale kerap dihubungkan akan kembali ke Inggris. Ia disebut menjadi buruan utama Manchester United pada bursa transfer musim panas ini.