Berita Bola

Alasan Cristiano Ronaldo Tak akan dapatkan Ballon D’or tahun ini

Dalam 10 tahun terakhir, Perebutan penghargaan pemain terbaik di dunia, Ballon D’or selalu direbutkan oleh Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. masing pemain sama-sama mendapatkan 5 ballon d’or. Ronaldo memenangkan penghargaan kelimanya pada tahun 2017 dan difavoritkan untuk mendapatkannya lagi tahun ini. Kontribusi Ronaldo mengantarkan Real Madrid meraih gelar Liga Champions ketiga berturut-turut serta cukup bermain bagus di Piala Dunia 2018. Kontribusi ini membuat Ronaldo dijagokan kembali menyabet pengahargaan kembali.

Namun, apabila menganalisa pencapaian Ronaldo lebih dekat tahun ini, ada beberapa alasan yang membuat cristiano malah tidak bakal dapatkan Ballon D’or tahun ini.

Berikut ini empat alasan Ronaldo tidak akan memenangkan Ballon d’Or tahun ini seperti dilansir Sportskeeda.

Ballon d’Or mempertimbangkan performa penampilan para pemain di berbagai kompetisi untuk menentukan siapa yang terbaik. Hal ini mewajibkan semua pemain untuk menampilkan yang terbaik di setiap laga kompetisi yang mereka ikuti. Cristiano memang pemain terbaik di Eropa musim lalu. Dia mencetak 15 gol dan tiga assist dalam 13 laga dan sukses bawa Real Madrid meraih trofi Liga Champions 3x berturut-turut.
Namun, peforma di kompetisi domestiknya tidak sebagus rivalnya, Messi. CR7 kesulitan tampil konsisten di liga musim lalu. Madrid pun hanya lolos di posisi ketiga di liga dan tertinggal 17 poin di belakang sang Winner, Barcelona. Madrid juga tersingkir di perempat final Copa Del Rey setelah kalah dari Leganes sehingga menambah penderitaan mereka di pentas domestik.
jadi, buruknya peforma ronaldo di kompetisi domestik membuat ronaldo terancam dalam peraihan Ballon D’or.

Gagal Juara Piala Dunia
Piala Dunia dianggap sebagai turnamen sepakbola tertinggi di dunia. Kompetisi ini berlangsung 4tahun sekali.jadi, tidak mengherankan kalau Piala Dunia akan bisa menentukan pemenang Ballon d’Or tahun ini.
Turnamen tahun ini banyak menampilkan superstar luar biasa.
Ronaldo cukup bermain bagus di piala dunia, namun CR7 tidak konsisten dan gagal bawa negara nya lolos ke babak perempat final.

Di posisi lain, pemain-pemain seperti Mbappe, Griezmann dan Luka Modric melewati turnamen yang luar biasa di Rusia dan memimpin tim mereka sampai ke final. Mereka menjadi pesaing kuat untuk Ballon d’Or. Beberapa superstar itu akhirnya berhasil memenangkan trofi Piala dunia dan pada akhirnya menjadi ancaman serius terhadap Ronaldo dalam perebutan Ballon d’Or tahun ini.

sang Rival, Lionel Messi
kita semua tahu bahwa rival ronaldo adalah Lionel Messi. Setelah terlibat persaingan selama 10 tahun terakhir, bintang Barcelona itu tetap menjadi salah satu pemain yang bisa menjegal Ronaldo untuk memenangkan Ballon d’Or tahun ini.

Messi adalah pemain terbaik di La Liga musim lalu setelah menjadi pencetak gol terbanyak dengan 34 gol dan top assists sebanyak 12 assists. Messi membantu Barcelona menjadi juara laliga dengan telak dan juara copa del rey. Meski alih-alih, Messi gagal bawa Barcelona juara liga champions.

Dengan waktu yang tersisa, ada kemungkinan Messi akhirnya bisa merebut penghargaan bergengsi tersebut dari sang rival

Para pekerja ini mogok Kerja karena Juventus beli Ronaldo

Real Madrid mengumumkan bahwa Cristiano Ronaldo, akan pindah ke Juventus. ilai trasnfer Ronaldo dari Real Madrid ke Juventu mencapai 100 juta euro (Rp2 triliun).

Sebenarnya, biaya transfer Ronaldo sangat tinggi, mengingat usia nya yang sudah cukup tua unutuk ukuran pemain pesepakbola. Sebenanrnya, Mahar ronaldo masih kalah jauh dika dibandingkan dengan trasnfer paling mahal, Neymar sebesar 222 juta euro. Namun walau begitu, ada saja pihak yang merasa nilai transfer Ronaldo sangat mahal. Mereka adalah para pekerja di pabrik Fiat Chrysler, produksi mobil di Italia. para pekerja pabrik tersebut mogok kerja setelah mereka tahu investor utama Fiat, sebagai pemegang saham terbesar Juventus mendatangkan Ronaldo.

Sebenarnya ketika Rumor transfer Ronaldo ke Juventus tersebar luas, para pekerja pabrik sudah mengancam akan mengambil tindakan mogok kerja jika pemilik perusahaan melakukannya. Dan ketika perpindahan tersebut resmi diumumkan, para pekerja pun mengumukan aksi mogok dari 15 Juli hingga 17 Juli. Diketahui, produsen mobil Fiat, yang merupakan milik eksklusif Ferrari, 29,1% dimiliki oleh keluarga Agnelli.

Pemilik pabrik FIAT memiliki 63,77% saham di Juventus. Para pekerja berpendapat daripada mendatangkan satu pemain sepakbola dan memperkaya dirinya, lebih baik perusahaan menjamin masa depan ribuan karyawannya.

“Tidak dapat diterima. Kami bekerja bertahun-tahun dan melakukan pengorbanan besar, lalu perusahaan menghabiskan ratusan juta Euro hanya untuk membeli seorang pesepakbola,” ucap salah satu pekerja Fiat Chrysler.

Keberadaan Cristiano Ronaldo dikabarkan akan semakin memudahkan Juventus dalam mendominasi Serie A ITALIA. Dengan nama besar yang dipunya, keberadaan CR7 akan memberi efek positif buat sepakbola Italia.

Neymar dukung langkah Cristiano pindah dari real madrid

Juventus resmi beli Cristiano Ronaldo dari Real Madrid dengan biaya 100 juta euro atau kalau dirupiahkan menjadi Rp 1,6 triliun. Pembayaran dapat dilakukan selama dua tahun. Selain itu, ada juga bonus untuk klub Ronaldo sebelumnya yaitu real madrid yang mencapai total 12 juta euro (Rp 201 miliar).

Dilansir dari situs web resmi klub, Real Madrid mengumumkan bahwa telah memenuhi keinginan Cristiano Ronaldo untuk pergi dan menerima tawaran transfer dari Juventus.
“Hari ini Real Madrid ingin mengucapkan terima kasih kepada pemain yang telah membuktikan diri sebagai terbaik di dunia serta telah membuat sejarah di level klub maupun sepak bola internasional.”

Cristiano Ronaldo menuliskan curahan hatinya terkait keputusanya untuk meninggalkan Madrid.
“Saya merasa sangat beryukur untuk klub ini (Real Madrid) dan untuk kota ini (Madrid),” ujar Ronaldo
“Saya hanya bisa berterima kasih kepada mereka semua atas cinta dan kasih sayang yang telah saya terima,” tambahnya.

Neymar, bintang PSG ini adalah mantan pemain Barcelona yang pada musim lalu hijrah ke PSG sebagai pemain termahal dunia. Ia juga mendukung keputusan Ronaldo yang meninggalkan Real Madrid untuk gabung dengan Juventus.

“Ia adalah legenda di dalam sepakbola, jenius,” puji Neymar pada Ronaldo.

“Saya senang dengan keputusannya. Saya rasa ini adalah keputusan yang sulit untuknya jadi saya doakan semoga berhasil, tapi bukan ketika lawan Paris,” sambungnya.

Ronaldo yang identik dengan nomor 7 akan menjadi pemain Portugal ke-7 di Juventus.

Rekan Ronaldo di Real Madrid kasih ucapan perpisahan

Ronaldo resmi meninggalkan Real madrid pada transfer musim panas ini ke Juventus. CR7 dikontrak selama 7 tahun. Para teman Ronaldo di Real Madrid memberikan penghormatan kepada Cristiano Ronaldo yang telah resmi pindah ke klub juara Serie A Italia, Juventus. mereka memberikan salam perpisahan dan doa yang terbaik bagi Ronaldo.

Gareth Bale, pasangan Ronaldo di lini serang Real Madrid itu memuji Ronaldo sebagai pemain yang luar biasa. Dia pun berdoa dan berharap yang terbaik bagi pemain bernomor punggung 7 itu.
“Pemain yang luar biasa! Sangat menyenangkan bisa bermain bersamamu selama 5 tahun terakhir,” sahut Bale di akun twitternya. “Semoga sukses di masa depan, kawan,” ujarnya

Hal yang sama juga disampaikan oleh Casemiro, gelandang Real Madrid. Dia mengaku banyak belajar dari Cristiano. “Denganmu, aku belajar, menikmati laga, dan kita menang,” tulis Casemiro. “Terima kasih atas segalanya, kawan,” kata Casemiro.

Juga Toni Kroos, yang merupakan Pemimpin di lini tengah Real Madrid. Ia memberikan sepatah kata buat Ronaldo. pemain berkebangsaan jerman ini mengatakan bahwa Ronaldo adalah seorang juara sejati dan seorang legenda. “Sangat penting untuk trofi yang kami menangkan dalam beberapa tahun terakhir,” kata Kroos. “Seorang juara sejati. Senang sekali bermain denganmu. Semua yang terbaik, legenda,” ucap Kroos.

Cristiano didatangkan Madrid pada tahun 2009 dari Manchester United. Ia membela Real Madrid selama sembilan tahun. Ronaldo sudah mencetak 451 gol dari 438 pertandingan. Ronaldo total mempersembahkan 16 gelar, termasuk empat trofi Liga Champions. Dari segi prestasi individual,Ronaldo telah meraih lima trofi Ballon d’Or, tiga sepatu emas, dan banyak gelar individual lainnya.

Pemain muda Malaysia ini pancing kemarahan nitizen Indonesia karena ini?

Seorang pemain Timnas U-16 Malaysia Bernama Amirul Ash kemaren memancing emosi kemarahan nitizen Indonesiajelang berlaga di Piala AFF U-16. Pasalnya, AA yang hendak berangkat ke Indonesia dari negara nya Malaysia, memposting instagram story dengan foto rekan skuad timnas U-16 dan membuat caption bendera indonesia yang terbalik. “Doakan kami di (Piala) AFF U-16,” tulis sang pemain dengan bendera Malaysia di bagian atas foto. “Siap terbang ke Indonesia (dengan menempelkan bendera Indonesia terbalik, merah di bawah, putih di atas),” tulisnya di bagian bawah foto.

Foto itu kian tersebar dan jadi viral. Hal ini sampai ke publik Nitizen Indonesia dan memancing emosi kemarahan. Tak ayal mereka menyerang si pemain. Tidak diketahui apakah AA melakukan kesengajaan atau tidak dengan mengunggah foto bendera Merah-Putih terbalik. Namun, Instagram Story tersebut langsung dihapus olehnya.

Raja Azlan Shah, Pelatih Timnas U-16 Malaysia itu tidak tahu-menahu atas perilaku salah satu pemainnya tersebut. Raja Azlan mengatakan apa yang dilakukan salah satu skuadnya itu tanpa sepengetahuan dan di luar kendali tim.

Namun, Raja Azlan menyebutkan pihaknya tetap bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan oleh AA. “Kami tidak tahu dan tidak bisa mencegah itu. Hanya, apa yang dilakukan dia, menjadi tanggung jawab kami,” ujar Raja Azlan

Menurut Raja Azlan, AA mengakui apa yang dilakukannya salah. Si pemain sudah menghapus unggahan foto di akun Instagram-nya. “Dia mengaku salah telah mengunggah bendera yang salah. Saya belum sempat bertemu pemain, tetapi foto itu sudah dihapus,” kata Raja Azlan. “Atas insiden ini, saya minta maaf. Tak ada niat kami salah mengunggah bendera negara lain,” tutur si pelatih.

Prediksi Piala Dunia 2018, Siapakah yang Bakal Merebut Posisi Juara Utama

Prediksi Piala Dunia 2018, Siapakah yang Bakal Merebut Posisi Juara Utama?

Di Piala Dunia 2018 dengan Rusia sebagai tuan rumah atau tempat penyelenggara, terdapat 32 negara anggota Asosiasi FIFA turut bergabung dan bermain. Ini merupakan kali pertama dimana jumlah peserta begitu membludak sehingga perayaan ajang bergengsi setiap empat tahun sekali tersebut sangatlah meriah. Ditambah lagi para supporter lebih memilih datang langsung ke stadion meskipun mereka berasal dari berbagai negara. Bukan hanya karena ingin menonton para timnas dan pemain favoritnnya saja melainkan juga sekaligus berwisata ke Rusia. Pasalnya, khusus Piala Dunia periode ini, pemerintahan Rusia banyak memberikan keuntungan. Adapun diantaranya yaitu tiket gratis pulang pergi ke kota-kota yang jadi tempat pertandingan berlangsung, mempermudah pengurusan visa, menyediakan fasilitas terbaik dan tempat wisata gratis bagi para penonton Piala Dunia. Hal ini merupakan momen langka sehingga sebagian besar masyarakat tak mau melepaskannya begitu saja.

Ada yang menarik dari turnamen tersebut yaitu dipenuhi para timnas negara terkuat, sebut saja Argentina, Belgia, Jerman, Brazil, Spanyol, Portugal, Inggris, Prancis, dan sebagainya. Setiap negara memboyong para pemain terbaik dan terkenal seperti Lionel Messi, Neymar, Cristiano Ronaldo, Rumelu Lukaku dan masih banyak lagi lainnya. Karena diikuti oleh bintang berbakat serta tim-tim kuat, kandidat juara dunia untuk merebut trofi World Cup 2018 terbilang sangat ketat serta sulit. Bahkan sepanjang laga mulai dari tanggal 14 Juni sampai sekarang, terjadi berbagai macam kejadian mengejutkan. Mulai dari Brazil melakukan diving untuk menyingkirkan Meksiko, Jerman kalah dari Korea Selatan, Belgia menang terhadap Brazil, dan paling baru ini adalah Inggris yang merupakan legenda sepak bola harus rela kalah dari Kroasia. Negara yang belum pernah sama sekali mencium aroma babak final Piala Dunia, kini berhasil menapakkan kali di lapangan yang sama dengan kandidat juara utama lainnya. Jika para singa Piala Dunia saja satu persatu gugur, lalu siapakah yang bakal menjadi pemenangnya?

1. Timnas harus berada di daftar unggulan

Prediksi pertama bagi pemenang Piala Dunia 2018 adalah berada di daftar tim unggulan. Hal ini dikarenakan sejak turnamen tahun 1998 lalu, sudah menjadi suatu hal wajib jika tim yang menang akan masuk terlebih dahulu sebagai tim unggulan. Berdasarkan sejarahnya, pada tahun 80-an, Argentina menang sebagai juara di tahun 1986 di bawah Diego Maradona. Namun kabar gembira tersebut malah diprotes banyak pihak karena tim mereka tidak masuk ke daftar unggulan tetapi malah dinyatakan sebagai pemenang.

2. Tuan rumah tidak akan menjadi juaranya

Meskipun menjadi negara tuan rumah Piala Dunia 2018 sangat menguntungkan Rusia, tetapi sayangnya peluang mendapatkan posisi juara utama tidaklah mungkin. Pada daftar FIFA, negara yang satu ini menempati urutan ke-66 karena mendapatkan hak istimewa sebagai tuan rumah. Jadi bisa diambil kesimpulan jika Rusia tidak akan pernah masuk ke daftar unggulan kalau gagal menjadi pihak penyelenggara atau tuan rumah. Lagipula sejak puluhan tahun lalu sampai Piala Dunia periode terakhir, negara tuan rumah tidak pernah keluar sebagai kuara. Bahkan untuk timnas negara terkuat seperti Jerman, Brazil dan Italia sekalipun gagal menjadi juara dunia ketika menduduki posisi sebagai tuan rumah.

3. Tim dengan lini pertahanan yang bagus

Ciri pemenang Piala Dunia 2018 selanjutnya adalah timnas dengan formasi pertahanan yang kuat dan bagus. Bisa Anda perhatikan sendiri sejak periode beberapa puluh tahun sebelumnya, tepatnya ketika Piala Dunia dengan 32 peserta. Tidak ada satupun timnas juara dunia yang kebobolan karena mempunyai barisan pertahanan tangguh sehingga membuat lawan kesulitan menembusnya. Sementara itu pada tahun 2018, terdapat beberapa kandidat tim dengan keistimewaan tersebut, diantaranya seperti Polandia, jerman, Portugal, Belgia, dan Prancis.

4. Sang juara berasa dari Eropa

Lagi-lagi salah satu timnas negara Eropa jauh lebih unggul dan mendapatkan peluang besar memenangkan ajang Piala Dunia. Mengapa bisa begitu? Banyak sekali faktor yang membuat mengapa wilayah Eropa punya kualitas tim sepak bola terbaik dan terkuat bila dibandingkan bagian lainnya. Pertama, Eropa punya pemasukan besar di bidang tersebut sehingga dialokasikan untuk menunjang fasilitas latihan, gaji pelatih dan pemain, teknologi canggih dan sebagainya. Kedua, pemerintah negara-negara Eropa begitu peduli terhadap perkembangan bidang tersebut sehingga terus menerus melakukan perubahan sekaligus memberikan dukungan langsung. Jadi jangan heran kalau banyak pemain fenomenal dan handal datangnya dari Eropa. Selain itu, daerah lain yang juga punya kesempatan sama besar adalah Amerika Latin namun sayangnya seiring berjalannya waktu permainan mereka agak menurun.

5. Mempunyai penjaga gawang terbaik

Bagian terpenting dalam sepak bola adalah gawang yang menentukan masuk atau tidaknya sebuah goal. Kemenangan timnas memang dipengaruhi oleh striker terbaik jika berhasil memasukkan bola ke gawang lawan. Akan tetapi apabila mereka mempunyai kipper atau penjaga terbaik maka bisa menangani masalah tersebut. Sekeras apapun tendangannya maka kipper dapat melakukan berbagai macam cara untuk menghalanginya. Bukan hanya sekedar bagaimana menangkap bola agar tidak masuk, tetapi juga memprediksi gerakan penyerang lawan, memperkirakan jarak tendangan, kecepatan dan arah bola. Sementara itu beberapa negara dengan kipper terbaik yaitu Hugo Lloris (Prancis), Thibaut Courtois (Belgia), dan Manuel Neuer (Jerman).

6. Punya banyak pengalaman dan prestasi

Rasanya tidak mungkin apabila seorang juara dunia World Cup tidak punya catatan sejarah kemenangan ataupun prestasi sepak bola sama sekali bukan? Meskipun keajaiban pasti ada tetapi kerasnya usaha para timnas dalam berlatih dan menciptakan kemenangan bukanlah lawan dari keberuntungan tim-tim kecil. Terlebih lagi mereka yang pernah menduduki sebagai juara bertahan beberapa kali berurutan seperti Jerman misalnya. Setiap periode, tentu saja muncul para jagoan baru yang kemampuannya meningkat seiring berjalannya waktu sehingga mampu menjadi tandingan berat bagi para lawannya. Sejak Piala Dunia tahun 1998 silam, tim yang memenangkan turnamen pastilah sangat berpengalaman, contohnya seperti Prancis dan Jerman.

7. Bukan berada di posisi juara bertahan

Anda pernah mendengar mitos mengenai kutukan sang juara bertahan tak bakal menang Piala Dunia lagi? Mau ataupun tidak, hal tersebut banyak dipercaya sebagian besar masyarakat dunia bahkan Indonesia sekalipun. Nyatanya, sejak tahun 1962, juara bertahan hanya berhasil mencapai perempat final saja. Hal ini mulai terbukti dengan tersingkirnya Brazil, Jerman, Inggris, Argentina, dan tim kuat lainnya di Piala Dunia 2018. Akan tetapi terjadi suatu keajaiban dimana Brazil berhasil merebut juara empat di tahun 1974 dengan posisi masih jadi juara bertahan. Sampai detik ini, tidak ada satupun timnas menyamai keberhasilan tersebut.

Berdasarkan prediksi pemenang Piala Dunia 2018 dengan mempertimbangkan beberapa hal seperti diatas, maka Anda dapat membuat kesimpulan sendiri. Tidak semua tim hebat bisa menang bahkan banyak hal mengejutkan selama pertandingan berlangsung. Bisa dibuktikan sendiri dimana Kroasia malah berhasil menyingkirkan Inggris yang digadang-gadang sebagai timnas unggulan FIFA yang tak pernah terkalahkan sejak beberapa periode lalu. Akan tetapi fakta berkata lain dimana malah Kroasia menyingkirkan Inggris dan melaju ke babak final.

Perkembangan Strategi Bermain Timnas Prancis di Piala Dunia 2018

Perkembangan Strategi Bermain Timnas Prancis di Piala Dunia 2018

Prancis adalah salah satu timnas peserta Piala Dunia Rusia 2018 yang berhasil memasuki babak final. Berkat sang pelatih, Didier Deschamps, kini masyarakat di negara tersebut begitu menggilai pertandingan sepak bola. Prestasi demi prestasi telah ditorehkan sepanjang sejarah dan kini tim mereka akhirnya dapat berhadapan langsung dengan para lawan bahkan musuh bebuyutan dalam satu lapangan.

Setelah perjalanan panjang dan dengan susah payah Belgia mengalahkan Brazil di perempat finak kemarin, mereka diihadapkan dengan Prancis. Namun negara minuman anggur tersebut memang merupakan lawan sebanding dan bahkan terlalu sulit untuk dianggap remeh. Ketika menit k-51, salah seorang pemain memberikan sundulan keras dan membobol gawang dari Thibaut Courois sehingga membuat tim tersebut menutup pertandingan dengan kemenangan 1-0 dari Belgia. Saat itu Prancis memang jauh lebih unggul meskipun skornya terpaut tipis tapi mampu melaju sampai babak final Piala Dunia 2018 untuk melawan Kroasia. Sementara itu Kroasia juga menjadi momok menakutkan baru bagi para pesert turnamen karena baru saja mencetk sejarah mengalahkan Inggris, sang legenda FIFA yang belum pernah dikalahkan sama sekali. Jelas jika hal tersebut membuat publik tertegun seakan tak percaya, negara penemu sepak bola dimana dipenuhi para pemain andalan malah harus tersingkir. Hal ini juga dikarenakan taktik dari para pemain yang cerdik, berusaha memanfaatkan kelemahan dari Inggris.

Meskipun terasa sangat sulit tetapi Deschamps berjanji kepada warga Perancis jika akan membuat mereka tidak kecewa dan membawa pulang kemenangan lagi. Ia bersama dengan anak didiknya akan berlatih keras dan memberikan hasil terbaik, ungkapnya ketika sedang diwawancara.

Strategi yang Awalnya Diragukan

Sebelum masuk ke babak final Piala Dunia 2018, berbagai pro kontra muncul dimana sedang memprdiksi Prancis apakah mampu menang atau malah harus pulang lebih awal. Salah satunya muncul dari mulut Patrick Urbin, seorang penulis berita sepak bola asal Prancis yang kurang percaya jika timnas negaranya bermain dengan apik dan merebut kemenangan. Mengenai hal ini ia lebih mengacu pada peran Didier Deschamps selaku pelatih yang selalu saja mengandalkan taktik bertahan daripada meyerang sehingga membuat tim tersebut tak kunjung melakukan goal. Tak hanya itu saja, Deschamps juga lebih memilih menyerang balik serta menekankan kemampuan individu bila dibandingkan dengan kelompok atau bekerja sama antar pemain. Padahal dalam pertandingan sepak bola kekuatan tim sangat menentukan kemenangan karena harus mengoper bola menuju gawang dan nantinya bakal dihadang oleh beberapa pemain lawan. Sangat mustahil sekali apabila Deschamps malah ingin timnya bermain sendiri-sendiri karena menganggap mereka punya kelebihan dan karakteristik masing-masing.

Salah satu contoh strategi Prancis diterapkan ketika melawan Australia. Pendekatan Deschamps yang terlalu berorientasi pada permainan individu malah membuat timnya kalang kabut sendiri. Pasalnya ketika Australia tengah mencoba menyerang balik, mereka terlihat sangat kesulitan. Di pertandingan pertama, prancis bermain dengan formasi 4-3-3 sementara lawannya 4-4-1-1. Dalam hal ini dapat dilihat jika strategi sepak bola Deschamps sama sekali tidak ada perkembangan. Buktinya ada dua pemain Australia yang jaraknya terlalu dekat sehingga membuat para penyerang mereka kebingungan karena tidak adanya suplai bola sama sekali dari formasi tengah. Paul Pogba, Corentin Tolisso dan N’golo Kante merusak garis pertahanan dari Prancis, ditambah lagi para pemain Prancis juga terlihat tidak kompak dan asik dengan diri sendiri saja.

Beralih ke babak kedua dimana Australia mencetak goal pertama dan menyamai Prancis dengan skor 1-1. Akhirnya Deschamps sadar dan mulai berani mengubah strategi sebelumnya dengan tujuan memperkuat pertahanan baru sekaligus meningkatkan kesempatan menyerang gawang lawan. Nabil Fekir dan Olivier Giround diminta masuk lapangan untuk menggantikan Dumbele dan Griezman. Kedua pemain sebelumnya dianggap tak bisa mengirim umpan pendek menuju lini depan sehingga ketika diganti maka taktiknya juga diubah menjadi serangan direct atau langsung. Sayangnya, Deschamps belum berhasil, padahal sudah susah payah memperbaiki taktik awal dan sampai harus mengganti pemain. Kemudian ia melakukan perubahan lagi dengan memasukkan Matuidi sebagai gelandang kiri dan menarik Tolisso. Sementara itu, Pogba diminta menggantikan posisi yang tadinya diisi oleh Tolisso sebagai penyerang sisi kanan dan sering bergerak ke bagian lini depan.

Perjuangan dari Deschamps ternyata tak sia-sia karena pergantian taktik serta pemain mampu membuat Prancis mencuri satu goal. Prancis resmi menang dikarenakan goal bunuh diri dari Aziz Behich yang sebelumnya telah dipancing terlebih dahulu oleh pergerakan Pogba di lini depan. Dalam permainan tersebut, Pogba dijuluki sebagai Man of the Match dengan kemampuan bertahan dan memberikan pancingan pada lawan.

Setelah menang terhadap Australia, Prancis bertanding dengan tim Peru tetapi lagi-lagi Deschamps mengubah strategi bermain. Meskipun taktik sebelumnya terbukti manjur, nampaknya ia benar-benar belum puas sama sekali sehingga masih terus bermain mencocokkan tiap strategi, kemampuan pemain dan peluang. Pogba masih menjadi bintang karena prestasinya di pertandingan melawan Australia kemarin. Kemudian Deschamps menggunakan formasi 4-2-3-1 pola asimetris agar Pogba dapat memaksimalkan pergerakannnya di lapangan. Ia juga membuat Matuidi bermain di flank kiri daripada menjadi pemain sayap karena sudah disesuaikan dengan kemampuannya sendiri. Matuidi akan menjadi double-pivot akan selalu bermain di dekat atau merapat dengan Kante dan Pogba.

Menerapkannya di Laga Piala Dunia 2018

Ketika masih berman di babak 16 besar, tepatnya menghadapi timnas Argentina, Deschamps menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan bentuk asimetris. Kali ini mereka dapat tampil menarik dan berbeda dari biasanya, bukan hanya bertahan namun berusaha menyerang balik. Seperti belajar dari kesalahan masa lalu, Prancis tidak lagi mengandalkan permainan individu tetapi memaksimalkan kekuatan satu tim dengan Pogba sebagai sang pemotor. Seperti ketika Pogba mengalami kesulitan memberikan umpan ke Mbappe, pemain lain yaitu Pavard turut membantu. Matuidi yang berada di posisi bertahan bagian sayap juga terancam dengan adanya Hernandez tetapi mendapatkan dukungan dari Parvard. Sampai pada akhirnya goal keempat berhasil diciptkan dan menunjukkan apabila tim Prancis dapat bertanding secara kohesif dengan para pemainnya yaitu Matuidi, Kante, Giround, Griezmann, dan Mbappe yang saling bekerja sama. Bahkan peran dari salah satu bintang Argentina, Lionel Messi bisa ditaklukkan karena Matuidi melakukan intersep dengan baik.

Strategi Deschamps juga berlaku saat menghadapi Belgia di perempat final Piala Dunia 2018 kemarin. Meskipun saat babak pertama pendekatannya sangat sulit tetapi Prancis berhasil membangun serangan dengan sedikit perubahan taktik. Saat itu Pogba diminta bertahan untuk membantu Pavard menahan serangan dadakan dari Hazard. Haslnya Belgia hanya bisa memberikan 3 kali percobaan goal saja sedangkan Prancis sebanyak 11 kali lebih banyak.

Setelah melalui masa panjang uji coba berbagai macam strategi sepak bola, akhirnya Didier Deschamps menemukan yang paling cocok dengan para pemainnya. Formasi 4-2-3-1 asimetris terbukti menang mengalahkan Belgia sehingga membuat mereka tak mampu melaju ke babak terakhir atau final Piala Dunia 2018.

Sudah masuki usia tua, Tes Medis Cristiano Ronaldo mengejutkan!

Cristiano Ronaldo baru saja bergabung dengan klub raksasa italia, Juventus. Sejatinya, Pemain yang akan di kontrak oleh sebuah klub, akan melakukan tes medis untuk mengecek kebugaran tubuh sang pemain. Setelah meakukan tes medis, Juventus merilis hasil tes medis cristiano yang ternyata sangat mengagumkan.

disebutkan dalam beberapa sumber, hasil tes medis Ronaldo sangat fit, bahkan menunjukkan bahwa Cristiano seperti remaja yang berumur 20 tahun. Padahal ronaldo sudah memasuki umur cukup tua untuk ukuran seorang pemain sepakbola. Umurnya kini sudah berusia 33 tahun. Namun Ronaldo cuma memiliki kadar lemak tubuh sebesar 7%, 3% lebih rendah ketimbang pesepakbola profesional lainnya. Cristiano Ronaldo juga memiliki massa otot 50%, atau empat persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata atlit profesional.
Saat pesta sepak bola Piala Dunia 2018 di Rusia, Ronaldo juga mencacatkan namannya sebagai pesepakbola tercepat di pentas itu.
di usia ronaldo yang memasuki usia tua sebagai pemain sepakbola ini, beliau selalu menjaga kebugaran tubuhnya. Ronaldo juga tercatat mampu berlari dengan kecepatan sebesar 34 km/jam, saat ajang piala dunia.
Padahal rata-rata lemak usia pria yang bukan atlit saja, dengan usia 19-24 tahun hampir sekitar 10,8%.
Jika Ronaldo berada di angka 7%, maka kesehatan Ronaldo sangatlah luar biasa.

Ia juga dikenal sangat anti dengan minuman beralkohol, hingga di juga sering menghindari pesta.
Sekujur tubuhnya pun sangat bersih dari tato yang lazim didapati pada tubuh para pesepakbola lainnya saat kini. Cristiano juga rajin mendonorkan darahnya.

Peran Axel Witsel Sempurnahan Strategi Bermain Belgia Besutan Roberto Martinez

Peran Axel Witsel Sempurnakan Strategi Bermain Belgia Besutan Roberto Martinez

Siapa sangka bila Belgia melenggang dengan gagah di pertandingan perempat final Piala Dunia 2018 setelah berhasil mengalahkan timnas terkuat Brazil. Meskipun sebelumnya perjuangan mereka sangat panjang dan besar di babak kualifikasi tetapi tim arahan Roberto Martinez ini telah mengukir sejarah baru. Sepanjang kualifikasi, hanya satu negara saja yang berhasil mencuri angka yaitu Yunani. Sementara itu untui Estnia, Gibraltar, Bosnia, Sipurs sama sekali belum bisa mengungguli poin dari Belgia. Dengan begitu tim mereka mendapatkan total angka nyaris sempurna karena memenangkan 9 laga dan hanya satu kali saja bermain secara imbang. Setelah itu popularitas Belgia naik drastis dimana sebelumnya dianggap sebagai tim kuda hitam di turnamen skala internasional, namun kini berubah menjadi salah satu unggulan dunia. Hal ini diungkapkan oleh salah satu penulis bidang olahraga sepak bola dari Inggris, Jonathan Wilson. Ia mengungkapkan jika kini Belgia tengah berusaha memantaskan posisi berada diantara para negara kuat sepak bola seperti Inggris, Brazil, Kroasia dan sebagainya di Piala Dunia 2018. Ia bahkan mengakui jika negara tersebut menjadi yang paling kuat dan unggulan kelima persis di bawah Prancis dan lebih tinggi daripada Argentina.

Makin Kuatnya Para Pemain Belgia

Banyak hal melatarbelakangi sukses atau gagalnya suatu timnas negara dalam pertandingan sepak bola. Seperti halnya dengan Belgia yang mampu mengembangkan prestasi di Piala Dunia 2018 Rusia karena berhasil masuk ke babak perempat final dimana harus berhadapan dengan Prancis. Kabarnya, salah satu alasan mengapa negara tersebut pantas dicap unggul dan kuat adalah adanya skuat dengan formasi bagus. Bisa diperhatikan jika Belgia dipenuhi dengan para bintang lapangan mulai dari formasi lini depan sampai ke belakang sehingga membuat garis pertahanan dan penyerangnya juga maksimal. Mislanya saja di posisi belakang ada nama-nama kondang seperti Thibaut Courtois yang merupakan penjaga gawang asal Liga Inggris yang dianggap paling berprestasi. Ditambah dengan adanya dua bek tengah Toby Alderweireld, Tottenham Hotspur, dan Jan Vertonghen menjadi pusat kekuatan tim sepanjang permainan. Kemudian masih banyak lagi para pemain andalan Belgia yang disebar di beberapa titik lapangan, misalnnya seperti Eden Hazard, Kevin De Bruyne, Youri Tielemans, dan tentunya sang pemain keturunan Kono yaitu Romelu Lukaku. Ketika menghadapi Brazil, Lukaku tampil apik dan mengesankan karena pandai dalam mengumpan bola dan membuat Belgia mendapatkan kesempatan besar mencetak goalnya. Oleh karena itulah mengapa Lukaku mendapatkan kehormatan bermain di bagian lini depan dan menentukan kemenangan tim kesayangannya.

Jika dilihat dengan banyaknya pemain bagus dan potensian, Belgia tetap mempunyai kelemahan. Adapun slaah satu hal yang masih jadi pertanyaan besar adalah mengenai ketahanan mental para pemainnya dimana dianggap belum punya mental menjadi juara dunia.

Strategi dari pelatih Roberto Martinez

Belgia berlaga dengan formasi tiga bek 3-4-2-1 dan 3-4-3, 3-4-2-1 yang sebenarnya sulit sekali dimengerti oleh berbagai pihak dalam Piala Dunia 2018. Pada dasarnya, jenis formasi tersebut hanya digunakan untuk bertahan saja dengan fokus pada tingkat kedisiplinan bila dibandingkan kreativitas. Dengan kondisi pemain Belgia yang begitu bagus dan kompeten, banyak orang berpendapat kalau formasi tiga bek sangat tidak cocok dan bahkan bisa mengacaukan peluang menang. Akan tetapi sang pelatih Roberto Martinez tak terlalu memedulikannya dan sebelum pertandingan Piala Dunia 2018 dimulai, ia melakukan uji coba terlebih dahulu. Bentuk formasi diterapkan pada november 2017 saat bermain melawan Meksiko dan menghasilkan perolehan skor seimbang yaitu 3-3. Setelah itu muncul kritikan atas formasi 5-3-2 ciptaan Martinez yang dilakukan oleh Kevin De Bruyne. Ia juga menambahkan jika sampai sekarang Belgia belum menemukan taktik bertahan yang cocok. Terlebih lagi tim tersebut dipenuhi oleh para bintang lapangan dengan karakter menyerang dan ambisi menguasai bola. Meskipun hal tersebut bagus tetapi bisa menimbulkan masalah, contohnya saja saat berhadapan melawan Meksiko dimana para pemain Belgia kesulitan mempertahankan bola.

Percobaan sebelumnya memang gagal tetapi Roberto Martinez tidak mau mengganti strategi formasi timnya sama sekali. Uji coba kembali digunakan saat Belgia berhadapan dengan Mesir dan bermain dengan 3-4-2-1. Martinez menggunakan Yannick Carrasco di posisi wing-back sayap kiri karena mereka tidak mempunyai pemain bagus sama sekali di bagian tersebut. Pada saat itu salah satu pemain andalan Mesir, mohammed Salah absen sehingga membuat peforma timnya agak berantakan sehingga memudahkan Belgia melakukan penyerangan. Prestasi lain ditorehkan saat Belgia memenangkan dua pertandingan lagi, diantaranya 5-2 melawan Tunisia dan 3-0 terhadap Panama.

Axel Witsel Berperan Penting dalam Formasi Martinez

Nampaknya ada yang berbeda dari penampilan timnas Belgia di Piala Dunia 2018 dimana muncul nama pemain baru yang kemampuannya digadang-gadang oleh Roberto Martinez. Sebelumnya Belgia sangat mengandalkan Romelu Lukaku, salah satu keturuan Kongo dengan pawakan fisik tinggi besar sehingga memudahkan dirinya menggiring dan melakukan pertahanan bola. Namun kini Axel Witsel mulai dilirik dan diakui karena berhasil beradaptasi dengan cepat dan cerdas. Bahkan saking mantapnya hati Martinez, dirinya rela membuat Radja Nainggolan absen dalam laga Piala Dunia Rusia 2018 dan menggantinya dengan Axel Witsel. Nainggolan sendiri merupakan pemain keturunan asli Indonesia yang punya kemampuan luar biasa bahkan dianggap mematikan bagi timnas lain. Ia menjadi seorang pemain gelandang sempurna, mampu melakukan pertahanan kuat sekaligus menyerang cepat sehingga ditakuti oleh pemain lainnya. Salah satu alasan Nainggolan tidak ikut serta adalah karena Belgia mempunyai pemain bek lain seperti Kevin De Bruyne dan Eden Hazard. Ditambah lagi Martinez jauh lebih memilih gelandang dengan spesialisasi khusus seperti Witsel untuk menyempurnakan formasi 3-4-2-1.

Prediksi Martinez ternyata tepat dimana Axel Witsel berhasil menjaga keseimbangan timnas Belgia saat berlaga di Piala Dunia 2018, tepatnya ketika sedang menghadapi Tunisia dan Panama. Tanpa mengubah taktik sama sekali, sang pelatih percaya diri tetap menggunakan skema 3-4-2-1 seperti sebelumnya dengan menaruh empat penyerang handal di lini tengah, diantaranya yaitu Kevin De Bruyne. Kemudian menempatkan Yannick Carrasco sebagai wing-back kiri, Dries Mertens dan Eden Hazard sebagai penyerang.

Ketika sedang melakukan pertahanan, Witsel segera menutup ruangan yang ditinggalkan Carrasco untuk berusaha menyerang lawaan. Hal ini sangat penting karena posisinya mampu menahan serangan dari tim lain sekaligus melindungi Jan Vertoghen sebagai bek tengah di bagian sayap kiri. Witsel tetap pada formasi tersebut sampai akhirnya Carasco kembali dan iapun juga berada di titik awal seperti sebelumnya.

Selama pertandingan Piala Dunia 2018, peran dari Axel Witsel sangat membantu dan mendukung formasi 3-4-2-1 yang dibentuk oleh Martinez. Awalnya skema tersebut memang dianggap remeh mengingat para pemain Belgia begitu potensial tetapi harus meminimalkan kemampuan tersebut saat berada dalam formasi. Namun pada kenyataannya, sang pelatih berhasil membuktikan apabila strategi tersebut dapat membuat Belgia mencetak sejarah baru, salah satunya mengalahkan tim terkuat yaitu Brazil. Sempat ditakutkan bila Brazil akan mengalahkan Belgia dengan mudah, terlebih lagi adanya peran dari Neymar sebagai pemain handal, lincah namun juga licik karena dianggap sering melakukan aksi divingi untuk menyingkirkan lawannya.

Inilah Fakta dan Rahasia Kemenangan Belgia Terhadap Brazil di Piala Dunia 2018

Inilah Fakta dan Rahasia Kemenangan Belgia Terhadap Brazil di Piala Dunia 2018

Sejarah kembali mencetak catatan baru dalam ajang Piala Dunia 2018 yang digelar sejak 14 Juni dan akan berakhir pada babak final, 15 Juli. Banyak hal-hal menarik turut mewarnai rentetan peristiwa selama pertandingan berlangsung, salah satunya mengenai kemenangan Belgia terhadap Brazil. Seluruh masyarakat dan para penggemar sepak bola begitu terkejut karena timnas legendaris yang menjadi unggulan tiap negara akhirnya harus menerima kekalahan pahit. Padahal sebelumnya Brazil telah bersusah payah mengalahkan Meksiko agar dapat melaju ke perempat final meskipun dengan cara sedikit kotor. Mengapa bisa begitu?

Pertandingan antara Brazil dan Meksiko berlangsung panas, tepatnya saat Neymar Jr selaku penyerang fravorit Brazil malah melakukan aksi memalukan. Ketika Miguel Layun tengah mengejar dan merebut bola, ia tak sengaja menginjak pergelangan kaki sebelah kanan Neymar. Layun sendiri mengakut tidak sengaja melakukan hal tersebut dan hanya terkena sedikit saja. Akan tetapi pemain muda berusia 26 tahun tersebut malah meringkuk, terkapar, bahkan berguling di tengah lapangan selama beberapa menit. Pihak melihatnya sebagai suatu aksi diving belaka seperti yang telah dilakukannya pada pertandingan Piala Dunia 2018 sebelumnya. Neymar memang terkenal sebagai drama king atau raja drama lapangan hijau karena berpura-pura menderita, tertindas dan cidera parah agar peluang kemenangan bisa didapatkan. Taktik kotor tersebut ternyata berhasil dan membuat timnas Brazil unggul dan memenangkan pertandingan sehingga melaju ke babak selanjutnya.

Ketika Brazil maju ke perempat final, tim mereka bakal berhadapan dengan Belgia. Beberapa pihak memprediksi sekaligus khawatir jika hal serupa terjadi lagi dimana Neymar akan ber-diving demi keuntungan sendiri. Sayang sekali tim dari Belgia rupanya dapat membaca situasi lebih awal dan membuat berbagai macam strategi antisipasi jika kejadian tersebut akan diterapkan Brazil di tengah lapangan ketika keduanya saling berhadapan. Belgia mengalahkan mereka dengan prolehan skor akhir yang tipis yaitu 2-1 saja.

Apa Rahasia Kemenangan Timnas Belgia?

Roberto Martinez patut berbangga hati karena hasil didikan dan latihan yang dipimpinnya sepanjang tahun, ternyata membuahkan hasil dimana Belgia menang atas Brazil. Meskipun sebelumnya mereka sempat berkecil hati dan merasa tak sanggung mempunyai peluang kemenangan tetapi akhirnya dugaan tersebut bisa terbantahkan. Martinez kemudian mengungkapkan apa saja alasan dan rahasia kemenangan tim kesayangannya tersebut, adapun beberapa diantaranya sebagai berikut:

  1. Hal paling penting ketika ingin menang suatu ajang turnamen standar internasional seperti Piala Dunia yaitu bermodalkan kepercayaan diri serta keyakinan. Belgia begitu yakin dan semangat jika tim mereka mampu meningkatkan kemampuan melawan para pemain kondang tempaan Brazil. Akhirnya hal tersebut terbukti benar dimana semangat menciptakan motivasi menang dan meningkatkan peforma bermain di lapangan meskipun fisik sudah terasa lelah.
  2. Strategi dari sang pelatih, Roberto Martinez juga menjadi penentu. Pada awalnya skema formasi tersebut dianggap kurang efektif karena tidak memaksimalkan potensi dari para pemain Belgia yang sebagian besar punya bakat besar. Sempat beberapa kali melakukan perubahan, akhirnya Martinez mendapatkan formasi terbaik dan cocok untuk para pemainnya yaitu formasi tiga bek. Ia menempatkan Romelu Lukaki sebagai penyerang sisi kanan, kemudian Eden Hazard pada bagian kiri, Kevin de Bruyne sebagai gelandang tengah sekaligus striker.
  3. Pergantian pemain lama dan pembentukan formasi ulang juga sangat memengaruhi kemenangan atan Belgia. Saat itu memang Radja Nainggolan sebagai pemain berkembampuan komplit diminta absen dalam laga Piala Dunia 2018 dan digantikan oleh Alex Witsel. Hal ini dikarenakan Roberto Martinez menganggap jika tim mereka butuh seseorang pemain yang punya karakter atau spesialisasi tersendiri sehingga bisa menyempurnakan strategi atau formasi yang telah diciptakannya. Itulah Alex Witsel, diminta menjadi gelandang di lini tengah, menjaga pertahanan sekaligus memberikan umpan para partner di lapangan. Taktik itupun sangat berhasil dimana Witsel menutup bagian tengah ketika salah satu penyerang sedang beraksi supaya pertahanan Belgia tidak bolong.
  4. Rahasia kemenangan Belgia selanjutnya terletak pada kekompakan tim dan para pemainnya. Sebelumnya, sang pelatih Martinez lebih senang terhadap permainan individual yang fokus pada potensi masing-masing permainnya saja. Akan tetapi hal tersebut justru menjadi sekalahan fatal karena tak memaksimalkan kemampuan dari pemain lain sehingga mereka akan terlihat asik dengan bolanya sendiri ketika berada di lapangan, bukannya saling mengoper, mengumpan, dan membantu satu sama lain. Belum terlambat bagi Martinez menyadari hal tersebut dan akhirnya mengubah strategi sekaligus formasi tim. Hasilnya adalah mereka bisa bermain dengan lebih kompak, saling menutupi kekurangan dan mendukung kelebihan tiap pemain. Hal ini terbukti dengan adanya sembilan goal yang dicetak oleh permain berbeda sepanjang Piala Dunia 2018 kemarin. Salah satu penyerang paling sempurna adalah Romelu Lukaku, kemampuannya begitu besar tetapi tidak individualis melainkan mau berusaha bermain secara solid dan menggunakan kinerja tim.
  5. Yang terakhir tentu saja berkat keberuntungan bagi timnas Belgia, terlebih lagi terakhir sebelum babak perempat final mereka melawan Brazil. Awalnya merasa canggung karena potensi pemain mereka tetapi akhirnya berhasil menang dan maju ke semi final.

Strategi Roberto Martinez yang Sulit Dimengerti

Jauh sebelum kemenangan dan popularitas timnas Belgia meningkat sepajang Piala Dunia 2018, taktik permainan Roberto Martinez sangat diragukan oleh berbagai macam pihak. Mereka menganggap jika sang pelatih kurang mampu memaksimalkan kemampuan dari para pemain, mengingat Belgia didominasi bintang sepak bola terbaik dan potensial. Formasi tiga bek terlalu egois atau hanya mengutamakan kedisiplinan daripada kreativitas. Padahal untuk melawan timnas dari negara kuat seperti Brazil dan Inggris di final Piala Dunia harus menggunakan teknik khusus dimana bermain secara cerdas serta kreatif.

Kemudian Martinez tidak mengindahkan berbagai macam kontra mengacu pada didikannya pada timnas Belgia. Ia tetap melakukan uji coba di beberapa pertandingan dengan menggunakan formasi tiga bek, seperti saat melawan Meksiko dan harus gagal karena skornya seri. Akan tetapi ketika mencobanya lagi dengan bertanding melawan Mesir, Tunisia dan Panama, Belgia lebih unggul. Ia memang tidak mengganti formasi bermain tetapi mengubah posisi beberapa pemainnya dan memaksimalkan kemampuan grup atau kelompok. Alhasil cara tersebut memang bagus dan membuat Belgia berkali-kali mendapatkan peluang mencetak goal dengan mudah ketimbang sebelumnya.

Jadi intinya yaitu Martinez mengutak atik bagian dalam atau para pemainnya, mencari tiap karakteristik atau spesialisasi anak didiknya tersebut kemudian mencocokan dengan formasi permainan yang sudah dibuat. Dengan begitu kekuatan baru terbentuk melalui strategi tambal sulam alias melengkapi bagian lemah sehingga semuanya bisa bermain secara maksimal. Hal ini dikarenakan Belgia dipenuhi oleh bintang berbakat yang memang mempunyai kemampuan serta potensinya masing-masing. Sayang sekali jika mereka harus mendominasi diri sendiri di lapangan tanpa mau menggunakan bantuan dari pemain lain. Sementara itu, dengan mengubah posisi para pemainnya secara teratur akan memberikan kesempatan bagi mereka merasakan atmosfir berbeda sekaligus mampu meningkatkan kemampuan sepak bola. Tidak melulu harus berada di lini tengah atau bertahan saja melainkan sesekali menjadi striker, ditaruh pada bagian sayar kanan maupun kiri dan sebagainya.