Berita Bola

Ini Pemain Kunci dari Tiap Tim di Piala Dunia 2018

Ini Pemain Kunci dari Tiap Tim di Piala Dunia 2018

Meskipun pertandingan sepak bola adalah soal kekuatan tim, tetapi selalu ada pemain-pemain yang disebut sebagai pemain kunci dalam setiap tim. Status pemain kunci ini pun cukup spesial karena mereka dianggap bisa memberikan kesuksesan bagi tim yang diperkuatnya.

Berbicara mengenai pemain kunci, siapa saja si yang menjadi pemain kunci pada Timnas yang ambil bagian pada Piala Dunia 2018? Tentunya setiap pelatih sudah memiliki pemain kuncinya masing-masing yang siap untuk diterjunkan dalam kompetisi sepak bola empat tahunan tersebut.

Bukan hanya satu, bahkan ada Timnas yang setidaknya memiliki empat hingga enam pemain kunci dalam skuatnya. Masing-masing pemain kunci ini tentu memiliki kemampuan yang berbeda yang diharapkan dapat mendongkrak kapasitas tim dalam melawan musuhnya. Jadi, siapa saja pemain kunci dalam tiap tim di Piala Dunia 2018 ini?

Bukan Neymar, Ini Pemain Kunci Timnas Brasil di World Cup 2018

Bicara soal sepak bola terutama Piala Dunia, kita memang tidak boleh melupakan Brasil yang sampai saat ini masih menjadi pemegang rekor juara terbanyak di Piala Dunia. Menjadi salah satu kandidat yang digadang-gadang akan menjuarai Piala Dunia 2018, Brasil datang ke Rusia tentu dengan skuat terbainya.

Sejumlah pemain bintang seperti Neymar Jr, Gabriel Jesus, Douglas Costa, Roberto Firmino dan Gilberto Silva dipanggil untuk memperkuat Timnas Brasil. Namun ternyata, pemain yang dianggap sebagai pemain kunci dari Selecao ini bukanlah Neymar, sang penyerang handal dari Brasil.

Ternyata, seperti yang disampaikan oleh Gilberto Silva, pemain yang akan menjadi pemain kunci dalam Timnas Brasil justru adalah pemain gelandang Casemiro yang saat ini memperkuat Real Madrid. Menurut Gilberto, Casemiro saat ini merupakan salah satu pemain terbaik di dunia.

Mengapa peran Casemiro menjadi penting adalah karena sebagai gelandang, ia juga memiliki kemampuan bertahan yang sangat baik. Hal tersebut akan sangat membantu juga bagi para penyerang Selecao. Menurut Gilberto, posisi Casemiro akan membuat penyerang seperti Paulinho akan semakin leluasa dalam membantu penyerangan.

Lebih dari itu, sosok Casemiro ini juga diprediksi dapat memanjakan para penyerang Brasil yang berbahaya untuk melancarkan serangan. Hal tersebut dimungkinkan dengan adanya dukungan yang bagus dari Casemiro di lini belakang.

Jadi, Casemiro ini akan berperan penting dalam menyokong serangan yang bisa dilesatkan oleh trisula maut Brasil saat ini yaitu Countinho, Gabriel Jesus dan Neymar.

Deretan Pemain Kunci Jerman yang Harus Diwaspadai Lawan

Timnas Jerman juga memiliki pemain kunci sendiri dalam menghadapi Piala Dunia 2018. Hadir di Rusia dengan status juara bertahan, Jerman masih dijagokan menjadi salah satu kandidat yang akan memenangkan trofi Piala Dunia secara berturut-turut untuk pertama kalinya sejak tahun 1962.

Dalam skuadnya di Piala Dunia 2018, Jerman memang diisi oleh sejumlah pemain papan atas yang namanya sudah tidak asing lagi bagi publik sepak bola dunia. Di bawah mistar gawang, Manuel Neuer menjadi andalan Joachim Low untuk mengawal gawang Jerman.

Meskipun pada musim lalu namanya jarang terdengar karena mengalami cedera yang membuatnya harus absen satu musim penuh, kini Neuer sudah pulih dan ditarik oleh Low untuk memperkuat Timnas Jerman.

Sedangkan di lini depan, Thomas Muller nampaknya akan hadir sebagai pemain kunci di permainan Jerman. Dibandingkan dengan Mario Gomez, Muller memang tidak mempunyai gaya bermain agresif. Meskipun begitu, pemain andalan Bayern Munchen ini dikatakan sebagai pemain yang cerdas dalam menemukan posisi ruang tembak yang tepat.

Bukan hanya itu, Muller juga disebut lebih mempunyai kecepatan. Karena itu, diprediksi jika Muller dapat dengan mudah mencetak gol. Apalagi mengingat lini tengah Jerman yang dipenuhi dengan pemain-pemain handal yang berpengalaman seperti Ozil, Brandt dan Kross. Tentu hal tersebut akan semakin memanjakan Muller di lini depan.

Selain Nueur dan Muller, nama-nama pemain lini tengah tadi seperti Ozil, Brandt dan Kross juga bisa menjadi pemain kunci di Timnas Jerman. Kemampuan playmaker serta gelandang tengah tersebut tentu akan membuat permainan Jerman semakin baik.

Julian Brandt, meskipun saat ini baru berusia 22 tahun, ia memiliki kemampuan mengolah bola yang sangat baik. Peran Brandt diharapkan bisa menjadi motor serangan bagi Der Panzer, julukan Jerman. Gelandang sayap yang saat ini bermain di Bayer Leverkusen tersebut memiliki gaya bermain yang cepat dan agresif yang cocok dengan Timnas Jerman.

Spanyol Juga Tak Kalah dengan Pemain Kuncinya

Tergabung dalam Grup B di Piala Dunia 2018 bersama dengan Portugal, Iran dan Maroko. Bisa dibilang satu-satunya hadangan bagi Timnas Spanyol hanyalah Timnas Portugal. Namun, bukan berarti tim dengan julukan La Furia Roja ini boleh berpangku tangan.

Seperti yang sudah banyak diberitakan, Timnas Spanyol akan minus sejumlah pemain langganan yang sering diunggulkan seperti Cesc Fabregas, Iker Casillas, Pedro Rodriguez dan Alvaro Morata. Artinya, Julen Lopetegui sang arsitek Timnas Spanyol ini akan datang dengan pemain kunci yang berbeda di gelaran piala dunia nanti.

Di posisi penjaga gawang, nama Iker Casillas yang kurang lebih sudah 10 tahun menjadi kiper utama akan digantikan oleh David De Gea. Kiper yang kerap kali menjadi andalan Setang Merah, Manchester United tersebut dianggap dapat menampilkan performa yang ciamik dan konsisten dalam Piala Dunia 2018 nanti.

Selain De Gea, nama Sergio Ramos menjadi nama pemain kunci lainnya yang ada di skuad La Furia Roja. Memiliki gaya permainan yang agresif, pemain yang juga ditunjuk sebagai kapten Timnas Spanyol ini merupakan kunci permainan di lini belakang Spanyol.

Terkenal dengan gaya bermainnya yang agresif, Ramos mampu memenangkan bola udara dan tidak sungkan saat memotong serangan yang dilancarkan oleh lawan melalui gaya agresifnya. Karena itu, tak jarang jika ia mendapat kartu dari wasit. Namun, kerja kerasnya inilah yang memberi nilai plus pada permainan Spanyol di lapangan.

Sedangkan di lini tengah, nama David Silva menjadi pilihan Lopetegui dengan gaya permainan yang nampaknya akan cocok dengan Timnas Spanyol saat ini. Saat ini Silva menjadi poros utama serangan dari klub Manchester City dan diharapkan dapat memberikan performa maksimalnya juga selama memperkuat Timnas Spanyol di Piala Dunia 2018.

Dengan adanya David Silva di lini tengah, siapa pun striker yang akan dipilih oleh Lopetegui baik itu Iago Aspas, Lucas Vazquez, Diego Costa atau pun Rodrigo, mereka pasti akan dimanjakan dengan umpan matang dari Silva yang usianya sudah menginjak 32 tahun tersebut.

Itulah beberapa pemain kunci yang bisa kita nikmati penampilannya di lapangan pada Piala Dunia 2018 yang tinggal menghitung hari saja. Meskipun mereka digadang-gadang sebagai pemain kunci di setiap tim, kerjasama tim tetap menjadi hal utama yang wajib dinomor satukan agar kemenangan dapat diraih. Sekian.

Mengenal Lagu Pengiring Piala Dunia dari Masa ke Masa

Mengenal Lagu Pengiring Piala Dunia dari Masa ke Masa

Piala Dunia atau World Cup pertama kali diselenggarakan di Uruguay pada tahun 1930. Hingga sekarang tradisi piala dunia masih terus berlangsung setiap empat bulan sekali. Pagelaran yang diikuti banyak negara di dunia ini merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu penggemar sepak bola. Ada banyak hal menarik yang mencuri perhatian. Selain duel pertandingannya, kira-kira hal menarik apa lagi yang patut ditunggu? Ya, salah satunya adalah theme song-nya.

Lagu pengiring piala dunia selalu menjadi hal menarik bagi penggemar sepak bola. Tren lagu tema dimulai pada tahun 1962, saat Chili menjadi tuan rumah. Sejak itulah FIFA mulai mengeluarkan Official Song untuk setiap perhelatan akbar itu. Lagu ini dipilih dengan banyak pertimbangan. Salah satunya harus menggambarkan semangat olahraga dan menyemarakkan perhelatan sepak bola bergengsi tersebut. Di bawah ini adalah lagu pengiring yang menjadi favorit para penggemar bola.

Theme Song Piala Dunia Paling Populer

Un Estate Italiana (To Be Number One) – Gianna Nannini & Edoardo Bennato

Lagu ini digunakan saat FIFA World Cup 1990 di Italia. Lagu ini resmi tercatat sebagai lagu terbaik FIFA World Cup sepanjang masa. Track satu ini merupakan lagu world cup paling laris. Baru beberapa waktu saja di rilis ke publik, lagu ini sudah mampu merajai tangga lagu teratas di seluruh Eropa.

La Copa De La Vida (The Cup Of Life) – Ricky Martin

FIFA World Cup 1998 di Prancis makin semarak dengan suara Ricky Martin. Lagu ini menjadi favorit semua penggemar bola seluruh dunia. Selain itu, sampai ke ajang piala dunia terakhir di 2014, lagu Ricky Martin yang satu ini masih selalu diputar.

The Time of Our Lives

Lagu Piala Dunia 2006 ini memiliki sebuah fakta menarik, yakni lagu tersebut dinyanyikan menggunakan dua bahasa yang berbeda Spanyol dan Inggris. Lagu ini menceritakan tentang pencarian sebuah kejayaan. Dinyanyikan oleh Tony Braxt dan Il Divo. Di saat itu, Italia berhasil keluar menjadi juara dunia setelah mengalahkan Prancis dalam drama adu penalti.

Waka Waka (This Time For Africa) – Shakira Featuring Freshlyground

Siapa yang belum mendengar lagu ini? Pasti semua sudah tahu. Bahkan yang tidak gemar sepak bola pun pasti ikut menyanyikan lagi ini. Theme song untuk Piala Dunia di Afrika Selatan tahun 2010 ini memang sangat populer. Lagu ini adalah lagu world cup yang paling banyak didengarkan, ditonton di YouTube, di-download dan diputar di setiap ajang sepak bola. Bahkan di piala Eropa atau piala Asia pun masih asik diputar.

Suara khas Shakira di lagu ini memang membekas di ingatan, ditambah lagi tarian khas di video nya.

Wavin Flag – K’Naan

Kepopuleran Shakira juga disertai dengan lagu Wavin’ Flag. K’Naan, seorang penyanyi asal Somalia, mendapatkan penghormatan untuk membawakan lagu Piala Dunia pada tahun 2010 lalu di Afrika Selatan. Keterangan Wavin’ Flag sampai ke Indonesia hingga dibuat versi Indonesia nya oleh Ipank. Meledaknya lagu itu di pasaran juga turut melambungkan nama sang penyanyi.

Sign of A Victory

Piala dunia 2010 terbukti dihias dengan berbagai lagu-lagu populer yang disukai masyarakat dunia. Selain Waka-Waka dan Wavin’ Flag, R. Kelly dan Soweto Spiritual Singers juga menyanyikan lagu lainnya. Sign of A Victory sukses di tangga lagu AS dan Jepang. Theme song ini dikumandangkan ketika upacara pembukaan Piala Dunia.

Itulah beberapa lagu official untuk Piala Dunia yang menjadi favorit para penggemar sepak bola.

 

 

Joachim Loew

Ini Nama-nama Pelatih dengan Bayaran Tertinggi di Piala Dunia 2018

Faktor pemain bukan menjadi satu-satunya kunci kesuksesan sebuah tim sepakbola. Tangan dingin seorang pelatih juga menjadi hal yang sangat penting sebagai jembatan menuju kesuksesan. Karena itu tak jarang tim-tim sepakbola di seluruh dunia berlomba-lomba mendatangkan pelatih dengan bayaran tinggi dengan harapan dapat mendulang kemenangan di setiap laga.

Sama halnya dengan ajang Piala Dunia 2018 yang kali ini diselenggarakan di Rusia. Demi mengejar status sebagai Timnas terbaik di seluruh jagat, sejumlah negara rela untuk mempekerjakan pelatih-pelatih terbaik dengan bayaran yang tidak murah, bahkan bisa dibilang sangat mahal. Ingin tahu siapa saja yang masuk ke dalam daftar pelatih termahal di Piala Dunia 2018? Simak terus informasinya berikut ini.

10 Pelatih dengan Bayaran Termahal di Piala Dunia 2018

Pada Piala Dunia 2018 yang akan digelar di Rusia, para pelatih berkelas dunia akan bersaing untuk mendapatkan kursi tertinggi di belantika sepakbola internasional. Dan berikut inilah 10 pelatih yang mendapatkan bayaran selangit dalam kompetisi sepakbola empat tahunan tersebut.

  1. Joachim Low

Nama Joachim Low berada di urutan teratas dalam daftar nama pelatih dengan bayaran tertinggi. Pelatih yang menjadi peracik strategi untuk Timnas Jerman ini merupakan pelatih yang juga membawa Jerman menjadi juara pada gelaran Piala Dunia 2014 lalu.

Menurut berita yang beredar, Low mendapatkan bayaran sejumlah 3,31 juga poundsterling setiap tahunnya bersama dengan Tim Panzer. Tapi, tak bisa dipungkiri jika besaran gaji tersebut wajar untuk Low mengingat prestasi yang diukirnya bersama Timnas Jerman.

  1. Tite

Dibawah Low ada pelatih Brasil, Tite. Peracik strategi di luar lapangan dengan nama lengkap Adenor Leonardo Bacchi tersebut diikat kontrak oleh Brasil dengan angka bayaran 3,02 poundsterling per tahun.

Pelatih berusia 57 tahun tersebut juga telah membawa Timnas Brasil untuk tampil gemilang di laga-laga uji coba. Ia juga telah berhasil dengan gemilang membawa Timnas Brasil menuju Piala Dunia 2018.

  1. Didier Deschamps

Dengan besaran bayaran yang sama dengan Tite ada pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps. Pelatih berusia 49 tahun ini merupakan mantan pemain sepakbola profesional berkebangsaan Prancis yang diharapkan dapat membawa Prancis ke puncak dunia.

Pria kelahiran Bayonne tersebut menukangi Prancis dengan bayaran yang cukup fantastis yaitu sebesar 3,02 juta pound setiap tahunnya.

  1. Julen Lopetegui

Selanjutnya di posisi keempat ada pelatih Timnas Spanyol, Julen Lopetegui yang mengantongi besaran gaji sebesar 2,58 juta poundsterling per tahun saat menukangi Sergio Ramos CS. Sama dngan Deschamps, Julen juga merupakan mantan pemain sepak bola profesional.

Pelatih Timnas Spanyol ini tentu dibayar mahal demi Spanyol bangkit di Piala Dunia 2018 setelah hasil yang kurang memuaskan pada gelaran piala dunia sebelumnya. Terakhir, ia membawa Spanyol mengungguli Tunisia 1-0 dalam laga uji coba terakhir sebelum berlaga di Piala Dunia.

  1. Stanislav Cherchesov

Mantan penjaga gawang berkebangsaan Rusia, Stanislav Cherchesov ditunjuk sebagai pelatih Timnas Rusia dalam menghadapi Piala Dunia 2018. Tak tanggung-tanggung, bayaran yang ia dapat membawanya menjadi salah satu pelatih dengan bayaran termahal pada ajang empat tahunan tersebut.

Membawa gengsi tuan rumah, Rusia menggelontorkan dana sebesar 2,21 juga poundsterling untuk tanda tangan kontrak dngan Stanislav Cherchesov. Sayangnya Rusia masih belum begitu kelihatan taringnya pada laga-laga yang sudah dijalani sebelumnya.

  1. Fernando Santos

Fernando Santos merupakan pelatih yang membawa Portugal menjadi juara pada Piala Eropa 2016 lalu. Pelatih kelahiran Lisboa tersebut memang terkenal dengan tangan dinginnya dan telah berhasil membawa hasil positif untuk Timnas Portugal.

Fernando yang saat ini berusia 63 tahun tersebut memperoleh nominal gaji yang cukup fantastis tiap tahunnya yaitu 1,91 juga pound dan menempatkannya di posisi keenam sebagai pelatih dengan bayaran termahal di Piala Dunia 2018.

  1. Carlos Queiroz

Bukan hanya Timnas dari daratan Benua Biru saja yang mendatangkan pelatih dengan harga tinggi, Timnas Iran juga datang ke Rusia dengan pelatih yang masuk ke daftar pelatiha dengan bayaran termahal dalam ajang empat tahunan ini.

Adalah Carlos Queiroz, pelatih berkebangsaan Portugal yang telah membawa Iran untuk pertama kalinya berturut-turut lolos ke Piala Dunia. Pelatih berusia 65 tahun ini juga mendapatkan pundi-pundi yang cukup banyak yaitu 1,69 juta poundsterling per tahun untuk mengarsiteki Iran.

  1. Gareth Southgate

Selanjutnya, pelatih Inggris saat ini Gareth Southgate juga masuk dalam daftar pelatih dengan bayaran tertinggi di Piala Dunia 2018. Gareth sendiri datang ke Rusia dengan optimisme tinggi bahwa The Three Lions memiliki peluang besar pada piala dunia kali ini.

Soal pendapatan, Gareth yang masih berusia 47 tahun tersebut mengantongi pundi-pundi yang sama dengan pelatih Iran, Carlos Queiroz yaitu 1,69 juta pound untuk menukangi Timnas Inggris.

  1. Jorge Sampaoli

Sempat melatih Timnas Chile dan berhasil membawa negara tersebut menjadi juara Copa America di tahun 2015, Jorge Sampaoli akhirnya kembali ke tanah airnya dan melatih Timnas Argentina untuk mengarsiteki Lionel Messi CS.

Sebagai pelatih papan atas, Sampaoli juga mendapatkan bayaran yang tidak murah buktinya ia juga masuk dalam daftar pelatih dengan gaji tertinggi di Piala Dunia 2018 ini. Pelatih berusia 58 tahun tersebut memperoleh kontrak senilai 1,55 juta pound setiap tahunnya untuk mengarsiteki Timnas Argentina.

  1. Oscar Tabarez

Oscar Tabarez atau yang juga dikenal sebagai El Maestro ini merupakan pelatih dan seorang mantan pemain sepak bola profesional asal Uruguay. Pelatih yang menjadi pelatih tertua pada Piala Dunia 2018 ini telah berhasil membawa Uruguay maju ke ajang bergengsi ini.

Pelatih berusia 71 tahun tersebut juga merupakan salah satu pelatih dengan bayaran yang besar. Dalam mengarsiteki Uruguay, Tabarez mendapatkan 1,47 pound setiap tahunnya. Nominal tersebut lah yang membawanya menjadi salah satu pelatih dengan bayaran termahal.

Itulah daftar 10 pelatih yang mendapatkan bayaran termahal dalam Piala Dunia 2018 ini. Dengan bayaran bernilai fantastis tersebut tentu kesuksesan tim menjadi taruhannya. Mereka harus menjadi sosok di pinggir lapangan yang tak lepas dari strategi jitu untuk memenangkan timnya. Meskipun nama mereka terkadang tertutup oleh bayang-bayang para bintang besar asuhannya, mereka tetap sosok penting dalam setiap timnya.

Berbicara mengenai para pelatih yang ikut mengadu stratgi dalam Piala Dunia 2018, fakta mengenai besaran gaji mereka yang fantastis bukan lah satu-satunya yang menarik. Fakta menarik lainnya adalah adanya pelatih tertua dan termuda dalam gelaran pesta sepak bola dunia yang digelar di Rusia ini.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Oscar Tebarez menjadi pelatih dengan umur tertua dan untuk pelatih termuda adalah Aliou Cisse (42 tahun) yang merupakan pelatih Senegal yang dengan berat hati tidak dapat melanjutkan langkah ke Rusia. Itulah sekilas mengenai fakta pelatih dengan bayaran terbesar dan informasi tambahan lainnya. Sekian!

Ini Mitos yang Selalu Menghantui Gelaran Piala Dunia

Ini Mitos yang Selalu Menghantui Gelaran Piala Dunia

Bukan rahasia lagi jika gelaran Piala Dunia 2018 akan mulai bergulir. Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia kali ini akan mendapat kesempatan untuk menjalani laga pembuka pada 14 Juli di Stadion Luzhniki, Moskwa.

Berbicara mengenai sepak bola, terutama gelaran Piala Dunia yang menjadi pesta akbar sejagat raya ini, tidak akan lepas dari mitos-mitos yang selalu menjadi bahan perbincangan di setiap laga. Ya, mitos-mitos dalam dunia sepak bola memang bukan suatu hal yang baru. Bahkan tak perlu menjadi indigo untuk bisa meraba apa saja mitos yang menghantui gelaran Piala Dunia ini.

Ini Dia 5 Mitos yang Selalu Menghantui Gelaran Piala Dunia

Rasanya ada yang kurang jika kita tidak membicarakan apa saja mitos yang menghantui gelaran pesta sepak bola yang berlangsung empat tahun sekali ini. Penasaran mitos apa saja yang juga menghantui Piala Dunia 2018 yang akan di gelar di Rusia kali ini? Simak terus informasinya berikut ini.

  1. Juara piala konfederasi selalu gagal di gelaran piala dunia

Piala Konfederasi merupakan turnamen yang digelar sebagai pemanasan sebelum pagelaran Piala Dunia dimulai. Peserta yang mengikuti Piala Konfederasi ini antara lain adalah negara-negara yang menjadi juara pada kompetisi sepak bola antar negara yang digelar di masing-masing benua.

Artinya, Piala Konfederasi ini mempertemukan juara Piala Asia, Piala Eropa, Piala Afrika, Piala Emas Concacaf, Piala Oseania, juara Copa America, juara Piala Dunia sebelumnya dan bahkan tuan rumah Piala Dunia.

Ada satu mitos yang menghantui gelaran Piala Dunia terkait dengan gelaran Piala Konfederasi ini yaitu tim yang menjadi juara dalam piala ini biasanya gagal total dalam Piala Dunia yang dilaksanakan satu tahun kemudian.

Menurut catatan sejarah, Brasil dan Prancis menjadi korban atas mitos tersebut. Keduanya gagal total pada Piala Dunia setelah mereka berhasil meraih trofi Piala Konfederasi. Saat ini Prancis memegang trofi ini di tahun 2001 dan akhirnya menderita di gelaran Piala Dunia 2002.

Brasil tak kalah mengenaskan. Ia berhasil meraih 4 gelaran Piala Konfederasi yaitu pada tahun 1997, 2005, 2009 dan 2013 untuk kemudian dipecundangi di 4 Piala Dunia  pada tahun 1998, 2006, 2010 dan 2014. Yang lebih mengenaskan lagi, tahun 2014 lalu Brasil dibantai oleh Jerman dengan skor yang tidak tanggung-tanggun 1-7.

Pada Piala Dunia 2018 sendiri, tim yang menyandang juara Piala Konfederasi adalah Timnas Jerman. Pada 2017 lalu, Jerman berhasil meraih juara setelah mengalahkan Chile dengan skor tipis 1-0. Lalu, apakah mitos ini akan kembali terbukti di tahun ini?

  1. Inggris tidak akan menjadi juara Piala Dunia lagi

Mitos yang satu ini tentu sangat menyakitkan bagi meraka para pendukung Tim Nasional Inggris. Ya, mitornya Inggris tidak akan pernah menjadi peraih trofi Piala Dunia lagi. Mitos ini mulai muncul setelah pagelaran Piala Dunia 1966.

Kala itu, Inggris yang menjadi juara di Piala Dunia 1996 dituduh telah melakukan kecurangan. Saat itu, Timnas Inggris berhasil menang atas Jerman Barat melalui sebuah gol dari Geoff Hurst yang kemudian diprotes oleh para pemain Jerman Barat. Alasannya karena Tim Jerman Barat merasa hasil tersebut tidak sah karena bola belum melewati garis gawang.

Namun, protes tersebut tidak digubris oleh sang wasit. Konon, hal tersebut menjadi kutukan bagi Inggris untuk tidak pernah lagi menjadi juara Piala Dunia. Hasilnya? Hingga Piala Dunia Brasil 2014 lalu, Inggris tidak pernah berhasil lolos menuju babak final.

  1. Kutukan peringkat tiga Piala Dunia

Mitos lainnya berhubungan dengan peringkat ketiga Piala Dunia. Tak kalah mengerikan dari mitos juara Piala Konfederasi. Sebuah mitos juga menghantui negara-negara yang berhasil meraih peringkat ketiga di gelaran Piala Dunia. Daftar negara yang mengamini mitos ini pun sudah cukup panjang.

Dimulai dari Timnas Italia di tahun 1990 yang gagal di babak adu penalty melawan Timnas Brasil di partai final. Kemudian Turki yang membuat kejutan di Piala Dunia tahun 2002 ketika berhasil finish di posisi ketiga setelah kalah dari Timnas Brasil di babak semifinal justru gagal ke Piala Dunia 2016.

Yang baru-baru ini terjadi tentu Timnas Belanda yang pada Piala Dunia 2014 lalu berhasil finish di posisi ketiga. Tim oranye ini mengalami nasib yang sama dngan Timnas Turki. Mereka juga gagal lolos ke Piala Dunia 2018 setelah di Piala Dunia sebelumnya berada di peringkat ketiga.

  1. Mick Jagger si “Pembawa Sial”

Mitos yang satu ini memang cukup unik. Dikatakan bahwa Tim Nasional yang didukung oleh Mick Jagger pasti kalah dalam Piala Dunia. Semua dimulai pada gelaran pesta sepak bola dunia di tahun 2010 ketika Bill Clinton mengajak Mick Jagger untuk menonton pertandingan Piala Dunia antara Ghana dan Amerika Serikat. Apa yang terjadi saat itu?

Saat itu, Amerika Serikat yang diunggulkan justru harus menelan pil pahit setelah kalah dari Ghana. Masih di gelaran Piala Dunia 2010, vokalis band The Rolling Stones tersebut kemudian mendukung Brasil saat melawan Timnas Belanda. Dan hasilnya, Brasil harus gulung tikar.

Bahkan, pada gelaran kompetisi yang sama saat Jagger mendukung tim kebangsaannya melawan Jerman, Inggris harus menelan kekalahan di kandang sendiri dengan skor yang cukup menyakitkan yaitu 1-4.

Ternyata, kutukan Jagger tidak berhenti sampai disitu. Di Piala Dunia 2014, Jagger mndukung Brasil dan hasilnya negara yang didukungnya tersebut berhasil dibantai oleh Jerman dengan skor telak 1-7.

  1. Kutukan juara bertahan Piala Dunia

Ternyata bukan hanya pemegang posisi ketiga Piala Dunia saja yang mendapatkan kutukan. Juara bertahan juga mendapatkan kutukan untuk gagal tampil cemerlang di Piala Dunia selanjutnya.

Hal tersebut terjadi pada Spanyol di Piala Dunia 2014 ketika dirinya merupakan juara bertahan karena berhasil menenangi kompetisi tersebut di Piala Dunia 2010. Hasilnya? Spanyol tersingkir di laga penyisihan grup setelah dipermalukan oleh Belanda dengan skor 5-1 dan kalah dari Timnas Chile 2-0.

Kutukan tersebut juga ternyata terjadi pada Timnas Prancis yang merupakan juara bertahan di Piala Dunia 2002 setelah meraih trofi Piala Dunia 1998. Pada kompetisi tersebut, Prancis juga gagal lolos fase grup.

Nasib yang sama terjadi pada Italia yang menjadi juara Piala Dunia 2006. Timnas Italia harus gulung tikar lebih awal setelah tak bisa lolos fase grup di gelaran Piala Dunia 2010.

Itulah 5 mitos yang menghantui gelaran pesta sepak bola terbesar seantero jagat ini. Melihat hal tersebut, Timnas Jerman nampaknya mendapatkan kutukan bertubi sebagai Juara Bertahan dan juga sebagai Juara Piala Konfederasi di Piala Dunia 2018 ini. Tetapi, bukan tidak mungkin jika Jerman berhasil mematahkan semua kutukan tersebut. Jadi, apakah mitos-mitos ini akan kembali berjaya atau akan terukir sejarah baru. Kita lihat saja nanti!

Jersey Negeria yang Paling Diminati Pada Piala Dunia 2018

Jersey Nigeria yang Paling Diminati Pada Piala Dunia 2018

Untuk menyambut Piala Dunia 2018 yang diselenggarakan di Rusia, masing-masing tim sepakbola dari berbagai negara mempersiapkan diri mulai dari pemain yang akan digunakannya hingga apparel jersey yang akan dikenakan. Beberapa klub ternama telah menyiapkan desain jersey yang menunjukkan identitasnya, begitu pula Timnas Nigeria.

Pada musim ini, jersey milik Nigeria terpilih sebagai jersey terbaik dari 32 tim. Sky Sport menjelaskan bahwa jersey ini mendapat lebih dari 40.000 suara mengalahkan Jerman yang hanya mendapat 21.000 suara. Jersey ini diproduksi oleh produsen ternama, Nike.

Antusiasme Penggemar Terhadap Jersey Milik Timnas Nigeria

Pemesanan yang Membludak Pada Perilisan Pertama

Beberapa menit setelah perilisannya, tidak disangka dapat melampaui 3 juta pesanan. Jumlah ini mengalahkan rekor yang diraih Manchester United pada 2016 lalu. Dikarenakan pesanan yang melejit ini, maka Nike memperpanjang tanggal rilisnya sehingga stok hanya tersedia di situs resmi Nike saja. Meskipun begitu, Nike selaku sponsor utamanya baru menjualnya secara resmi pada 1 Juni 2018 lalu.

Sebelum dijual secara resmi, jersey tersebut dipasarkan secara online oleh Nike melalui web. Viralnya Jersey. Nike juga mengutarakan bahwa mereka tidak bisa memproduksi sesuai pesanan yang masuk, dan mungkin pesanan tidak akan terpenuhi hingga tahun depan. Namun Nike juga telah menyebutkan akan menyiapkan jersey yang diproduksi secara konsisten dan tidak kehabisan stok.

Para Penggemar Rela Antre Panjang

Dibanderol seharga 64,95 pound atau setara 1,2 juta rupiah langsung ludes ketika dijual oleh beberapa toko olaharaga saking banyaknya peminat. Tidak sampai di situ, bahkan banyak suporter yang rela antre panjang demi mendapatkan jersey ini di beberapa toko Nike.

Ratusan penggemar memenuhi sudut kota London di Oxford Street untuk mendapatkan Jersey unik The Super Eagles tersebut. Ratusan orang tersebut sama berdiri dan berbaris di depan toko. Beberapa dari mereka mengatakan akan mendukung Super Eagles dan mendukung negaranya.

Selain jersey, produk yang diburu lainnya oleh penggemar adalah jaket latihan yang memiliki desain serupa dengan jersey. Sehingga jaket ini pun menjadi favorit bagi para penggemar bola yang akan ikut merayakan ajang bergengsi Piala Dunia 2018 di Rusia nanti.

Desain Jersey Nigeria

Jersey milik Nigeria yang didesain dengan kombinasi warna hijau muda, putih, dan hitam bermotif diagonal zigzag ini mengacu corak kain tradisional Nigeria. Kombinasi desain jersey ini banyak memikat mata para penggemar bola.

Pada Februari lalu, Alex Iwobi selaku pemain Arsenal merupakan orang pertama yang membocorkan melalui media sosial desain milik Timnas Nigeria ini. Desain nyentrik ini disinyalir terinspirasi dari jersey Timnas Nigeria pada ajang Piala Dunia 1994.

Jersey tersebut dikenakan pertama kali oleh Timnas Nigeria saat melawan Inggris di pertandingan persahabatan jelang Piala Dunia 2018 yang diselenggarakan di Stadion Wembley pada 2 Juni 2018 lalu. Para penggemer juga mengenakan jersey tersebut untuk menyambut pertandingan persahabatan itu memberi dukungan kepada para skuad Timnas Nigeria seperi John Obi Mikel dan Alex Iwobi.

Meninggalkan jersey yang diproduksi Nike ini, telah banyak toko dan produsen yang menjual replika jersey ini untuk meraup untung dari permintaan yang sangat banyak ini. Salah satunya jersey buatan Thailand yang dijual seharga $20 hingga $40 tergantung kualitasnya.

Nigeria telah membuat dunia menjadi gempar karena jersey yang dibuatnya memikat pandangan para penggemarnya. Jersey ini juga telah mengalahkan desain-desain yang dibuat oleh tim hebat lainnya.

 

Kartu Merah Pertama Piala Dunia 2018: Kolombia vs Jepang

Kartu merah pertama pada Piala Dunia 2018 terjadi dalam laga Kolombia versus Jepang di Mordovia Arena, Selasa (19/6/2018) sore WIB. Pada pertandingan pertama Grup H itu, kartu merah diterima pemain timnas Kolombia, Carlos Sanchez, ketika laga baru berumur 2 menit 56 detik. Dia melakukan hal tersebut saat berusaha menahan bola tendangan Shinji Kagawa ke gawang yang tak terkawal dengan baik. Kiper David Ospina sudah salah posisi.
Kagawa, yang menjadi algoju hukuman tersebut dengan sempurna menjalankan tugasnya. Dia membuat Jepang unggul pada menit ke-6, sebelum disamakan tendangan bebas Juan Quintero pada menit ke-38.

Kolombia sedianya sempat menyamakan kedudukan kendati bermain dengan 10 orang lewat gol Juan Quintero. Tapi, Jepang memastikan kemenangan 2-1 lewat sundulan Yuya Osako pada menit ke-73.
Selanjutnya Kolombia akan menghadapi Polandia di Kazan Arena, sementara Jepang menghadapi Senegal di Central Stadium, Minggu (24/6/2018).

Croatia

Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018: Kroasia vs Nigeria 2-0

Timnas Kroasia sukses mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2018 dengan baik. Mereka berhasil mengamankan 3 angka setelah menaklukan wakil Afrika, Nigeria dengan skor 2-0.
Ketika pertandingan melewati 10 menit, Kroasia mulai mendominasi pertandingan. Pada menit 14 Ivan Perisic sempat mengancam gawang Nigeria berkat tendangan kerasnya yang melenceng tipis dari gawang Nigeria.
Menit 39 sebuah peluang, kerjasama tim yang baik diperagakan oleh Kroasia, tembakan Kramaric masih gagal dengan sundulannya usai menerima umpan dari Ivan Rakitic. Menit 42, Mario Mandzukic mengirimkan umpan matang kepada Vrsaljko namun tembakan keras melebar dari sasaran. Di menit terakhir Alex Iwobi melepaskan tendangan keras namun Lovren dengan sigap melompat untuk menepis bola. Skor 1-0 untuk keunggulan Kroasia bertahan hingga waktu turun minum.
Menit 69 Malapetaka bagi Nigeria! Di saat sedang berusaha mengejar ketertinggalan, Nigeria harus menghadapi kenyataan pahit usai wasit menunjuk titik putih penalti!
William Troost-Ekong merangkul Mandzukic hingga terjatuh di depan gawang Nigeria saat mereka hendak menyambut bola sepak pojok!

4 Calon Kuda Hitam di Rusia yang Masuk Piala Dunia 2018

4 Calon Kuda Hitam di Rusia yang Masuk Piala Dunia 2018

Ajang Piala Dunia saat ini sudah semakin dekat. Banyak tim yang masuk dalam daftar pertandingan. Ada juga tim yang tidak berhasil lolos dalam pertandingan semifinal sampai para pemain yang tidak diikutsertakan karena beberapa alasan.

Sedangkan saat ini sudah ada daftar tim calon kuda hitam yang akan masuk dalam ajang Piala Dunia 2018. Mulai dari tim Portugal, tim Uruguay, tim Kolombia dan tim Kroatia.

Timnas Portugal

Tim Portugal masuk dalam putaran final Piala Dunia 2018. Status tim ini sebagai juara dari Piala Eropa tahun 2016. Tapi bukan berarti tim tersebut bisa langsung masuk, terutama padaa kategori favorit saat turnamen Rusia.

Karena Portugal juga harus bersusah payah terlebih dahulu untuk mengamankan tiket dan masuk putaran final. Hal tersebut terjadi karena mereka harus menghadapi persaingan yang sengit dari tim Swiss.

Saat ini tinggal bagaimana Cristiano Ronaldo memotivasi rekan satu timnya supaya dapat tampil menggila di ajang Rusia.

Timnas Uruguay

Uruguay termasuk tim yang tidak pernah memiliki status favorit dalam ajang Piala Dunia. Terutama sejak tahun 1939 dan 1950, tim tersebut sudah tidak pernah memiliki rapor yang bagus. Pencapaian yang mereka raih hanya sampai semifinal.

Saat ini tim Uruguay juga harus bersusah payah seperti tim lainnya demi mencapai putaran final. Meski sempat menjadi runner-up dalam klasemen zona Amerika Selatan. Tapi tim tersebut hanya mampu merangkai kemenangan sampai 9 kali. 5 kali kalah dari 18 laga dan 4 hasil imbang.

Sedangkan keuntungan yang didapatkan tim tersebut karena kualitas pemain yang dimiliki. Para pemain tersebut mulai dari Luis Suarez dan Edinson Cavani yang ada di lini depan.

Tim masuk dalam daftar Grup A dan memiliki pelatih bernama Oscar Tabarez. Tim Uruguay akan bertanding di Rusia dan bertemu lawan dari tim Arab Saudi, Rusia dan Kuda Hitam lainnya.

Timnas Kolombia

Timnas Kolombia sendiri bukan favorit dalam ajang Piala Dunia tahun 2014 yang lalu. Tapi tim tersebut masih tetap solid dan sangat mengejutkan. Kolombia juga selalu melakukan langkah berikutnya untuk masuk dalam ajang Piala Dunia.

Terbuka juga kemungkinan untuk Los Cafeteros untuk mengulang adanya kejutan dalam ajang Piala Dunia 2018. Materi pemain yang dimiliki Jose Pekerman sebagai pelatih juga termasuk lumayan. Tim tersebut diperkuat dengan adanya Ramadel Falco, Carlos Bacca, James Rodriguez, David Ospina sebagai kiper Arsenal dan Juan Cuadrado.

Dalam ajang tersebut Kolombia akan bertemu dengan Jepang dalam grup H. Sedangkan 2 lawan lainnya dari Senegal dan Polandia. Untuk laga perdana dimulai dengan melawan tim Jepang yang dilaksanakan di Mordovia Arena.

Tim Kroatia

Timnas Kroatia baru saja menjalani laga uji coba, terutama menjelang ajang Piala Dunia 2018. Pada laga tersebut Timnas Kroasia takluk dengan gol dari tim Neymar saat menit ke 69. Tapi kekalahan tersebut tidak menjadi tolak ukur dari kualitas tim Kroasia.

Tapi tetap saja, anak asuh Zlatko Dalic harus diwaspadai saat bertemu dalam ajang Piala Dunia 2018. Mereka memiliki pemain yang dapat menjadi penentu. Mulai dari Ivan Perisic, Mateo Kovacic, Mario Mandzukic, Luka Modric, Ivan Rakitic dan Marcelo Brozovic. Sampai saat ini Kroasia masuk dalam daftar kuda hitam ajang Piala Dunia.

Untuk langkah terjauh sampai saat ini saat masuk dalam daftar ketiga pada tahun 1998. Kemudian sekarang tim tersebut akan bersaing dengan Islandia, Nigeria dan Argentina atau grup H terlebih dahulu sebelum masuk ke Piala Dunia 2018.

Potugal

Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018: Portugal vs Spanyol 3-3

Spanyol gagal menang di menit-menit akhir ketika bertemu Portugal di laga perdana Grup B Piala Dunia 2018, Sabtu (15/6). Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Olimpiyskiy tersebut berakhir dengan skor imbang 3-3.

Portugal sempat selalu unggul lewat gol Ronaldo. Mantan winger Manchester United ini membuka keunggulan timnya lewat penalti pada menit keempat, sebelum disamakan Diego Costa pada menit ke-24.

Setelah itu, Ronaldo kembali membobol gawang David De Gea satu menit menjelang turun minum. Costa menyamakan skor pada menit ke-55, lalu Spanyol berbalik unggul lewat tendangan spektakuler Nacho Fernandez pada menit ke-58.

Kembali, sepak bola bisa menjadi sangat menyakitkan, terutama bagi tim yang sebetulnya bermain lebih baik. Kesulitan membuat peluang, Portugal mendapat hadiah tendangan bebas di depan kotak penalti Spanyol. Ketika Ronaldo mengambil ancang-ancang pun, perasaan bakal terjadi gol sudah muncul. Dan memang itu yang terjadi. Tendangan bebas Ronaldo meluncur manis ke dalam gawang De Gea. Malam ini, Ronaldo menjadi pencetak hattrick pertama di Piala Dunia 2018. Skor sama kuat 3-3.

Tiga gol Ronaldo seperti sebuah kedipan mata yang manja ditujukan kepada Lionel Messi, yang baru akan bertanding di hari Sabtu melawan Islandia.

Kiper

Bernd Leno Masuk 10 Kiper Termahal di Dunia

Arsenal berhasil mendapatkan kiper baru, Bernd Leno, dari Bayer Leverkusen dengan harga 22 juta euro. Leno sekarang termasuk dalam 10 penjaga gawang termahal di dunia. Media Eropa mengatakan bahwa transfer Leno bernilai 22 juta euro atau setara dengan Rp 356 miliar. Harganya membuat penjaga gawang berusia 26 tahun itu menjadi penjaga gawang termahal keenam.

Leno berhasil melewati nilai transfer Samir Handanovic, Sebastian Frey, dan Angelo Peruzzi. Harga kiper asal Jerman tersebut saat ini sejajar dengan David De Gea saat pindah dari Atletico Madrid ke Manchester United pada 2011.

Berikut daftar top 10 penjaga gawang termahal di dunia:
1. Gianluigi Buffon: dari Parma ke Juventus (€ 51,6 juta)
2. Ederson: dari Benfica ke Manchester City (€ 40 juta)
3. Jordan Pickford: dari Sunderland ke Everton (€ 28,5 juta)
4. Francesco Toldo: dari Fiorentina ke Inter (€ 28,4 juta)
5. Manuel Neuer: dari Schalke ke Bayern Munich (€ 24 juta)
6. David De Gea: dari Atletico Madrid ke Manchester United (€ 22 juta)
6. Bernd Leno: dari Bayer Leverkusen ke Arsenal (€ 22 juta)
8. Angelo Peruzzi: dari Inter ke Lazio (€ 20,6 juta)
8. Sebastian Frey: dari Inter ke Parma (€ 20,6 juta)
10. Samir Handanovic: dari Udinese ke Inter (€ 19 juta)